I.League Buka Suara soal Simbol Bintang Juara Super League, Ternyata Belum Ada Regulasi - Semua Halaman - Bolasport
I.League Buka Suara soal Simbol Bintang Juara Super League, Ternyata Belum Ada Regulasi - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB
BOLASPORT.COM - Perdebatan mengenai penggunaan simbol bintang juara Super League di atas logo klub kembali menjadi sorotan publik.
I.League memastikan hingga saat ini belum memiliki regulasi khusus yang mengatur penggunaan bintang sebagai penanda gelar juara.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan simbol bintang bukanlah bagian dari aturan resmi kompetisi yang wajib diikuti klub peserta.
Menurutnya, regulasi kompetisi saat ini belum mengatur secara spesifik mengenai jumlah gelar yang setara dengan satu bintang maupun ketentuan pemasangannya pada identitas klub.
"Kalau bicara regulasi, sebetulnya kami tidak memiliki regulasi terkait itu," kata Asep Saputra.
Baca Juga: Pandangan Valentino Rossi dan Marc Marquez soal Hukuman Bezzecchi pada MotoGP Ceko 2026
Asep menilai penggunaan bintang lebih merupakan bentuk apresiasi atau penghormatan yang diberikan klub terhadap pencapaian mereka sendiri selama berkompetisi.
Karena itu, keputusan terkait pemasangan simbol bintang sejauh ini masih menjadi ranah masing-masing klub dan belum diatur secara resmi oleh operator kompetisi.
Seperti halnya Persib Bandung yang sudah memasang lima bintang di atas logo mereka karena sudah meraih lima kali juara sejak Liga Indonesia 1994.
Sementara Persija Jakarta yang mengklaim sudah meraih 11 gelar juara hanya memasang satu bintang.
Persija lebih berpikir setiap mendapatkan 10 gelar juara, baru memasang satu bintang di atas logo mereka.
Baca Juga: Argentina Vs Austria - Messi di Ambang Sejarah, Selangkah Lagi Jadi Raja Gol Piala Dunia
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai perdebatan yang kerap muncul di kalangan suporter terkait jumlah bintang yang layak disematkan sebuah klub berdasarkan koleksi gelarnya.
"Itu mungkin lebih kepada bagaimana klub mengapresiasi pencapaiannya sendiri."
"Tetapi kalau bicara regulasi, yang harus hitam di atas putih, memang kami belum mengatur secara spesifik mengenai hal tersebut," ujarnya.