Ikuti Indonesia, Malaysia Berjudi Pecah Anak Didik Herry IP untuk Olimpiade Los Angeles 2028 - Semua Halaman - Bolasport
Ikuti Indonesia, Malaysia Berjudi Pecah Anak Didik Herry IP untuk Olimpiade Los Angeles 2028 - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 9 Juni 2026 | 09:56 WIB
Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Tee Kai Wun, menyamakan kedudukan atas Jepamg di fase grup Thomas Cup 2026, di Denmark, Rabu (29/4/2026). (BAM)
BOLASPORT.COM - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) mengikuti langkah Indonesia membongkar pasang pemain ganda putra untuk menemukan formasi terbaik untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Hanya waktu yang akan membuktikan apakah keputusan untuk memisahkan dua pasang ganda putra terbaik Malaysia di bawah asuhan pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP).
Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun, akan terbukti sebagai langkah cerdas atau perjudian dalam persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Pada turnamen terakhir yang diikuti, Chia/Soh kalah dari Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia) pada babak 16 besar Indonesia Open 2026.
Indonesia sudah mengambil langkah bongkar pasang pemain ganda putra yang dimulai sejak Juli 2025 dengan memasangkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, diikuti dengan pasangan lainnya untuk mencari pasangan yang tepat untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Mantan ganda putra nomor 1 dunia, Tan Wee Kiong, yang pernah mengalami situasi serupa 12 tahun lalu, percaya bahwa semua pihak yang terlibat sepenuhnya menyadari risikonya.
Tetapi, menekankan bahwa langkah tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik negara, bukan berdasarkan keinginan sesaat.
Soh dan Man akan melakukan debut mereka sebagai pasangan pada Japan Open 2026, 14-19 Juli, sementara Chia akan berpasangan dengan Tee.
Tan merasa masih terlalu dini untuk menilai apakah perombakan ini adalah langkah yang tepat karena keberhasilannya pada akhirnya akan bergantung pada para pemain itu sendiri.
“Saya rasa tidak ada yang namanya keputusan baik atau buruk. Mereka (para pemain dan manajemen) cukup berpengalaman dan cukup dewasa untuk membuat keputusan-keputusan ini," kata Tan dilansir dari The Star.
“Tidak peduli keputusan apa pun yang dibuat, baik oleh para pemain, pelatih, atau manajemen, semua orang menginginkan yang terbaik."
Tan sebelumnya membentuk kemitraan yang sukses dengan Hoon Thien How, dengan pasangan tersebut naik ke peringkat ke-7 dunia.
Baca Juga: Pelatih Bicara Alasan Penarikan dari Australian Open 2026: Fajar/Fikri Diperam, Raymond/Indra Dijaga
Mereka kemudian menjadi pasangan terkemuka Malaysia setelah Koo Kien Keat/Tan Boon Heong berpisah.
Namun, Tan dan Hoon dipisahkan setelah ia menunjukkan chemistry yang menjanjikan dengan Goh V Shem selama Thomas Cup 2014 di New Delhi. Pasangan tersebut kemudian dipertahankan setelah Kejuaraan Dunia di Kopenhagen.
Pada ejuaraan Dunia, Tan Wee Kiong kembali berpasangan dengan Hoon Thien How, sementara Goh V Shem berpasangan dengan Lim Khim Wah.
Melihat ke belakang, Tan menerima perpisahan itu karena ia menghormati keputusan manajemen setelah ia dan Hoon kesulitan memenangkan gelar-gelar besar meskipun konsisten.
Taruhan itu akhirnya membuahkan hasil ketika ia dan Goh lolos ke Olimpiade Rio dan hampir meraih medali emas sebelum kalah dari pasangan Fu Haifeng/Zhang Nan (China) pada final.
“Saat itu, saya tidak terlalu memikirkannya," ujar Tan
“Meskipun Thien How dan saya berada di peringkat ke-7 dunia dan cukup konsisten, kami tidak bisa membuat terobosan nyata dengan memenangkan gelar."
“Jadi saya hanya menerimanya. Jika dilihat kembali, itu jelas sebuah taruhan, tetapi keberuntungan juga berperan."
“Setiap pemain berbeda. Dalam kasus saya, V Shem dan saya sudah memiliki banyak pengalaman dan hanya ada masalah kecil yang perlu diatasi. Saya pikir itu adalah salah satu alasan mengapa para pelatih ingin mencoba kemitraan kami."
“Tetapi setiap orang berbeda, jadi Anda tidak dapat menggunakan pengalaman saya sebagai patokan bagi orang lain."