0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Mario Aji MotoGP Muhammad Kiandra Ramadhipa Spesial Veda Ega Pratama

    Gaya Lembut Ramadhipa yang Lebih Siap untuk MotoGP, Kecipratan Efek Positif dari Manajer Baru Veda dan Mario Aji - Semua Halaman - Bolasport

    8 min read

     

    Gaya Lembut Ramadhipa yang Lebih Siap untuk MotoGP, Kecipratan Efek Positif dari Manajer Baru Veda dan Mario Aji - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • MotoGP
  • Senin, 15 Juni 2026 | 18:08 WIB

    Muhammad Kiandra Ramadhipa berpeluang menembus Moto3 lebih cepat pada tahun depan setelah menjadi pembalap papan atas di Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior tahun ini. (MAKUS BERGER/RED BULL CONTENT POOL)

    BOLASPORT.COM - Muhammad Kiandra Ramadhipa menegaskan statusnya sebagai talenta potensial dari Indonesia di dunia MotoGP. Kemenangan dalam balapan Moto3 Junior menjadi bukti walau tidak terjadi begitu saja.

    Kehadiran Muhammad Kiandra Ramadhipa meningkatkan gairah Indonesia terhadap MotoGP.

    Ramadhipa menjadi harapan baru bagi Indonesia di ajang balap motor paling bergengsi setelah Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang kini berpartisipasi.

    Pembalap berusia 16 tahun asal Sleman itu unjuk gigi sejak debutnya di ajanga-ajang Road to MotoGP di Eropa pada tahun lalu.

    Selain memenangi balapan European Talent Cup, dia mencetak podium di Red Bull Rookies Cup dan bahkan nyaris meraih kemenangan.

    Tahun ini cukup umur untuk Moto3 Junior yang kompetisinya paling mirip Moto3 di Grand Prix, Rama tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki.

    Baca Juga: Ambisi Ramadhipa setelah Jadi Orang Indonesia Pertama yang Menang di Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior

    Lesatan Rama terjadi dengan cepat. Setelah pecah telur dengan kemenangan di Rookies Cup pada seri pertama, dia menaklukkan Moto3 Junior pada seri kedua.

    Semua ini tidak diraih Rama dengan begitu saja. Ada persiapan lebih matang yang membuatnya lebih lapar dan lebih percaya diri untuk berjuang meraih mimpi tampil di MotoGP.

    BolaSport.com berkesempatan mengikuti wawancara grup bersama Ramadhipa yang difasilitasi Astra Honda Motor via Zoom pada Senin (15/6/2026). Berikut petikannya.

    Peningkatan apa yang bisa membuat kamu lebih kompetitif?

    Ramadhipa: "Latihan fisik sangat penting di Moto3 ini. Saya merasa terbantu setelah latihan fisik yang dilakukan selama winter camp. Saya berlatih lebih keras dari sebelumnya karena tahu musim ini tentu tidak lebih mudah dari musim kemarin. Winter camp kemarin dimulai lebih awal, jadi persiapannya jauh lebih matang. Tentunya mental dan juga pikiran itu sangat penting sebelum balapan. Saya berhasil mengatur diri agar tetap tenang dan mengatur situasi saat pressure-nya tinggi. Soal porsi latihan kami biasa latihan motor 2 kali dalam seminggu, latihan di gym, dan sepeda juga."

    Perubahan apa yang kamu rasakan setelah Junior Talent Team dipegang oleh Joan Olive yang juga menjadi manajer Mario Aji dan Veda Ega Pratama?

    Ramadhipa: "Tahun ini saya merasa lebih siap karena fasilitas latihan yang mumpuni. Jadi saya bisa berlatih keras sekeras mungkin dan mempersiapkan diri saya sebaik mungkin. Tahun ini persiapannya lebih baik dari tahun kemarin. Saya merasa siap menghadapi tahun ini. Tentunya hasilnya akan datang jika kita berusaha sekeras mungkin. Fasiltias yang diberikan Joan Olive sangat membantu saya selama di Spanyol. Dari latihan motor, di gym, sepeda dan yang lain. Itu membantu saya untuk memperbaiki diri dan tetap improve setiap hari dan tentunya menjadi lebih baik. Saya rasa versi diri saya tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Peningkatan yang dirasakan tahun ini, saya bisa membaca data dengan lebih detail, jadi mekanik lebih mudah dalam setup motor. Jadi setup motornya lebih jelas dan data yang saya kasih ke mekanik lebih jelas."

    Rama dan tim merayakan kemenangan pada balapan Moto3 Junior Estoril. Tampak Joan Olive (memakai helm) selaku pemilik baru Junior Talent Team melalui firma Olive Racing Service. Olive merupakan mantan pembalap dan pernah menangani tim Marc VDS di Moto2.Rama dan tim merayakan kemenangan pada balapan Moto3 Junior Estoril. Tampak Joan Olive (memakai helm) selaku pemilik baru Junior Talent Team melalui firma Olive Racing Service. Olive merupakan mantan pembalap dan pernah menangani tim Marc VDS di Moto2. (FIM MOTOJUNIOR)

    Settingan yang paling menentukan buat kamu?

    Ramadhipa: "Setup girboks dan suspensi yang paling menentukan karena kenyamanan di atas motor itu sangat penting. Menurut saya suspensi itu tergantung dari kondisi karena cuaca yang lebih panas itu memengaruhi. Kalau dari mana arah angin, itu memengaruhi girboks. Kalau setup girset-nya seperti saya kurang tahu, saya cuma dikasih tahu sama mekanik bahwa girboks-nya diubah seperti ini dan itu."

    Selain belajar bahasa Inggris, apakah perlu mempelajari bahasa Spanyol atau Italia?

    Ramadhipa: "Paling penting belajar bahasa Inggris, tapi karena kebanyakan orang di sini dari Spanyol, jadi beberapa dari mereka kurang lancar berbahasa Inggris. Belajar bahasa Spanyol itu membantu, tapi bahasa Inggris itu penting karena kayak bahasa utamanya. Sebenarnya kalau untuk ngobrol dengan pembalap lain, (belajar bahasa lain) tidak penting karena mereka bisa bahasa Inggris. Waktu di Rookies Cup juga bahasanya berbeda-beda, tapi saya tidak terlalu mempedulikan mereka ngomong apa karena saya juga bisa ngomongin mereka pakai bahasa indonesia he he he."

    Baca Juga: Klasemen Moto3 Junior 2026 - Estoril Ditaklukkan, Ramadhipa Kian Solid dalam Perburuan Golden Ticket Moto3

    Seperti apa kamu mendeskripsikan gaya balapanmu?

    Ramadhipa: "Saya coba untuk membuat cara balapan saya sendiri. Saya tidak ingin membuat kontak karena biasanya kalau membuat kontak itu mendapatkan penalti yang lebih tinggi dan sekarang peraturannya lebih ketat dari steward. Jadi saya berusaha bermain sebersih mungkin, berusaha maju dan bertahan di grup depan. Strategi saya cuma tenang dan bertahan di grup depan itu penting karena kalau di belakang itu susah untuk kembali ke depan."

    Gimana cara kamu menenangkan diri sebelum balapan?

    Ramadhipa: "Cara menenangkan diri adalah dengan berdoa dengan sholat. Minta doa kepada orang tua saya. Berdoa yang membuat saya tenang sebelum balapan. Itu yang bikin saya bisa mengontrol diri."

    Kamu mengalami kecelakaan mengerikan sewaktu Red Bull Rookies Cup Mugello.

    Ramadhipa: "Kecelakaan itu di luar kendali saya karena satu rider hampir jatuh dan dia mendorong ban belakang saya dan melebar. Cukup serem sih karena saya jatuh di tengah trek dan kemungkinan besar rider lain bisa menabrak saya. Saya bersyukur karena saya masih sehat dan selamat sampai hari ini. Tentunya saya ingin tetap safety, itu hal yang utama dalam balapan. Saya selalu bersyukur untuk bisa menyelesaikan balapan dalam kondisi selamat."

    Seperti apa kedekatan kamu dengan ayah?

    Ramadhipa: "Kenapa saya menyebut ayah karena setiap balapan saya ingin membuat ayah saya bangga. Kemarin gak ada hari spesial sih, tapi saya selalu ingin membuat ayah saya bangga."

    Gimana tanggapan kamu tentang rencana pembangunan sirkuit di Sleman?

    Ramadhipa: "Saya senang kalau ada sirkuit tentunya karena itu membantu saya dan fasilitas jadi makin tercukupi. Semoga saja itu bisa terealisasikan."

    Apakah kamu termotivasi untuk menyusul Mario Aji dan Veda Ega Pratama ke MotoGP?

    Ramadhipa: "Support dari Astra Honda dan fasilitas yang mereka berikan sudah mumpuni. Kalau motivasi ya, kan World Championship (MotoGP) itu salah satu mimpi saya dan saya ingin mengejar mimpi itu. Saya sedang mengejarnya tahun ini. Saya memberikan semua yang saya punya, memberi yang terbaik di setiap race. Motivasi untuk mengejar Mario Aji dan Veda Ega Pratama pasti ada karena mereka memotivasi saya dan membuat saya ingin berkembang lebih cepat. Saya tentu sering ngobrol dengan mereka, ketemu, cukup dekat lah hubungannya dengan mereka."

    Komentar
    Additional JS