FIFA Bersikeras Agar Suporter Timnas Iran Bisa Tetap Hadir di Piala Dunia 2026 - Komas
FIFA Bersikeras Agar Suporter Timnas Iran Bisa Tetap Hadir di Piala Dunia 2026
KOMPAS.com - FIFA selaku penyelenggara Piala Dunia 2026 berupaya keras membantu pendukung Timnas Iran agar bisa tetap hadir langsung ke pertandingan tim kesayangan mereka.
Sebelumnya, muncul kabar bahwa alokasi tiket babak penyisihan grup Piala Dunia untuk para suporter Timnas Iran dicabut.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi FIFA, setiap federasi peserta Piala Dunia berhak memperoleh 8 persen dari total penjualan tiket pertandingan yang didistribusikan kepada para suporter.
Meskipun panitia penyelenggara telah melakukan penjualan tiket, saat ini tiket tersebut tidak lagi dapat disalurkan kepada para pendukung Iran dan beberapa mengatur perjalanannya sendiri.
Perlakuan AS ke Iran Dikritik: Kalau Tak Sanggup, Jangan Jadi Tuan Rumah!
Baca juga: Timnas Iran Minta Izin FIFA Pakai Ban Lengan Hitam di Piala Dunia 2026
Permasalahan distribusi tiket di Iran menjadi kompleks karena harus mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku di Amerika Serikat, termasuk pembatasan yang ditetapkan oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC).
Aturan tersebut membatasi perusahaan atau lembaga yang berbasis di AS dalam memproses transaksi tertentu.
Melalui kebijakan sanksi perdagangannya, OFAC secara efektif menghambat Iran untuk melakukan pembelian tiket.
Akibatnya, apabila tidak ditemukan solusi atas persoalan ini, jatah tiket yang dialokasikan bagi Iran akan dikembalikan ke pasar untuk dijual kembali.
Baca juga: Suporter Iran Kecewa Masalah Visa Tim Melli di Piala Dunia 2026
FIFA Diminta Turun Tangan
National Iranian American Council (NIAC) mengkritik kebiajakn tersebut dan menyebutnya sebagai "hal sepele dan penuh dendam".
Hal senada juga disampaikan oleh FFIRI yang mempertanyakan campur tangan pemerintah AS.
"Mencabut akses pendukung Iran terhadap alokasi tiket yang sah dan resmi merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat penyelenggaraan kompetisi internasional dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," demikian pernyataan FFIRI.
Baca juga: Timnas Iran Hanya Boleh Masuk Wilayah AS di Hari Pertandingan Piala Dunia 2026
"Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan acara sepak bola terbesar di dunia," tambahnya.
FFIRI mendesak FIFA untuk menjunjung tinggi prinsip netralitas, keadilan, dan peraturan yang telah ditetapkan.

Lihat Foto
Staf Pendukung Iran Dicekal Masuk
Sebelumnya, kebijakan kontroversial juga diberikan kepada staf pendukung Timnas Iran yang ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Baca juga: Visa AS Belum Jelas, Delegasi Timnas Iran Tetap Berangkat ke Meksiko
Dikutip dari ESPN, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, termasuk di antara 14 staf dan pejabat pendukung yang visanya ditolak.
Bedah Kekuatan Grup L Piala Dunia 2026, Pertaruhan Tuchel dan Inggris di Grup Neraka