Enggan Remehkan Mozambik, Gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy Bawa Misi Khusus - Semua Halaman - Bolasport
Enggan Remehkan Mozambik, Gelandang Timnas Indonesia Joey Pelupessy Bawa Misi Khusus - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 9 Juni 2026 | 07:00 WIB
Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, menegaskan skuad Garuda membawa misi untuk bisa meraih dua kemenangan beruntun di FIFA Matchday Juni ini. Untuk itu, tim bertekad raih kemenangan lawan Mozambik. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, menegaskan bahwa seluruh anggota skuad Garuda punya motivasi tinggi untuk meraih hasil maksimal dalam laga kontra Mozambik demi meraih dua kemenangan beruntun.
Timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Partai ini menjadi laga kedua buat Tim Merah-Putih setelah mengalahkan Oman 3-0 pada Jumat (5/6/2026).
Kemenangan ini tentu saja menjadi modal bagus buat skuad Garuda untuk menatap laga melawan Mozambik.
Joey Pelupessy mengatakan Timnas Indonesia meraih kemenangan atas Oman seusai bermain dengan harga diri yang tinggi.
Pasalnya, mereka berhasil memutus rekor tak pernah menang lawan Oman selama 38 tahun lamanya.
Untuk itu, kemenangan tersebut sangat berarti buat Timnas Indonesia dan membuat tim semakin termotivasi menatap laga kontra Mozambik.
Baca Juga: John Herdman Bongkar Senjata ‘Maut’ Mozambik yang Bisa Repotkan Timnas Indonesia
“Saya rasa kami bermain dengan penuh kebanggaan, kami bermain dengan sepenuh hati, dan itulah hal pertama yang ingin mereka (fan) lihat di negara ini, di negara kita,” ujar Joey Pelupessy kepada awak media termasuk BolaSport.com, di SUGBK, Jakarta, Senin (8/6/2026).
“Jadi, saya sangat senang kami meraih hasil yang bagus.”
“Tapi ya, setelah itu kami harus sudah menatap ke depan ke pertandingan berikutnya,” ucapnya.
Pemain Lommel SK tersebut mengakui bahwa laga ini tak akan mudah karena Mozambik memiliki gaya permainan khas tim Afrika.
Selain itu, Mozambik juga saat ini menempati posisi ke-102 dunia di ranking FIFA atau 17 tingkat di atas Timnas Indonesia.
Pertandingan ini tak akan jadi laga mudah karena Mozambik juga memiliki gaya permainan yang berbeda dari Oman.
Untuk itu, ia dan rekan setim enggan meremehkan Mozambik, yang dalam uji coba melawan Oman dikalahkan 0-4.
“Jadi, ya, saya antusias untuk bermain lagi di pertandingan itu. Lagi-lagi, lawan yang tidak akan mudah bagi kami, mereka bermain dengan sistem yang berbeda, kami harus siap,” kata Joey Pelupessy.
“Kami telah melakukan sesi latihan pemulihan yang baik dan pertandingan ini datang cepat setelah yang terakhir,” ungkapnya.
Walaupun pemain berusia 33 tahun tersebut mewaspadai Mozambik, ia tak bisa memungkiri bahwa rekan-rekan setimnya juga tengah bersemangat.
Mereka memiliki tekad sama untuk bisa meraih hasil yang bagus karena semua pemain memiliki misi yang sama, yakni meraih dua kemenangan beruntun.
Untuk itu, ia menegaskan tim akan tampil maksimal dalam laga ini agar bisa menutup FIFA Matchday Juni dengan hasil maksimal.
“Tapi ya, kami semua antusias, seperti yang dikatakan pelatih, untuk meraih hasil bagus kedua karena dengan begitu, kami menyelesaikan pemusatan latihan dan periode ini dengan cara yang baik,” ucap Joey Pelupessy.
“Jadi, ya, itulah target utama kami, untuk mengakhiri kamp ini dengan baik dan ya, serta membuat semua orang senang.”
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia John Herdman pun telah mengirim peringatan kepada para pemainnya.
Ia menilai gaya permainan Mozambik berpotensi menciptakan kekacauan di lini belakang.
Situasi ini bisa menjadi ancaman berbahaya buat tim sehingga ia berharap para pemain tetap disiplin dan fokus.
“Mereka (Mozambik) memiliki gaya permainan yang sangat spesifik, yakni transisi cepat dan tempo tinggi. Jadi kami harus siap untuk apa yang akan datang, yaitu sedikit kekacauan,” tutur John Herdman.
“Jadi ini akan menjadi ujian yang baik untuk mendapatkan keseimbangan tepat antara main aman dan mencoba mencetak gol serta meningkatkan serangan kami, tapi tetap menjaga disiplin transisi pertahanan kami.”
“Tim harus menyadari bahwa satu kejadian di belakang (pertahanan) akan menjadi masalah bagi kami karena kecepatan mereka.”