Donald Trump Diberi Lampu Hijau untuk Melanggar Protokol Ketat FIFA Selama Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Superball
Donald Trump Diberi Lampu Hijau untuk Melanggar Protokol Ketat FIFA Selama Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 15 Juni 2026 | 22:44 WIB
SUPERBALL.ID - FIFA dilaporkan tidak keberatan jika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melanggar protokol ketat selama Piala Dunia 2026.
Edisi ke-23 turnamen ini telah benar-benar dimulai, dengan ketiga negara tuan rumah (AS, Meksiko, dan Kanada) meraih hasil positif dalam pertandingan pembuka mereka, menambah keseruan seputar kompetisi ini.
Meksiko membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, sementara Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia.
Amerika Serikat meraih kemenangan telak 4-1 atas Paraguay pada 13 Juni.
Sementara itu, juara lima kali Brasil hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan semifinalis 2022, Maroko.
Jerman mengalahkan Curacao, tim debutan Piala Dunia, dengan skor 7-1, meskipun tim pendatang baru itu sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Baca Juga: Bintang Piala Dunia 2026 Punya Ritual Unik Jelang Pertandingan
Juara tahun 1998 dan 2018, Prancis, akan menghadapi Senegal pada Rabu (17/6/2026) dini hari WIB sebelum juara bertahan Argentina memulai kampanye mereka melawan Aljazair di pagi harinya.
Portugal dan Inggris akan memainkan pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026 pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Secara total, 104 pertandingan akan berlangsung di tiga negara dan 16 kota, dengan final dijadwalkan pada 19 Juli di MetLife Stadium di New York/New Jersey.
Sejumlah selebriti papan atas diperkirakan akan hadir di final, dan Trump dilaporkan akan diberi peran khusus selama perayaan penyerahan trofi.
Seperti yang dilaporkan oleh talkSPORT, pria berusia 80 tahun itu telah memberi tahu FIFA bahwa ia ingin menyerahkan trofi kepada sang juara.
Organisasi tersebut tidak keberatan meskipun langkah tersebut melanggar protokol penyerahan trofi.
Biasanya, selama upacara penyerahan trofi, seorang anggota tim pemenang, seperti kapten, membawa trofi dari alas ke podium tempat rekan-rekan satu timnya menunggu.
Namun, sumber yang dekat dengan FIFA mengatakan bahwa terserah pada Trump apakah ia akan berdiri di samping para pemenang, dengan cara yang sama seperti yang dilakukannya pada final Piala Dunia Antarklub FIFA musim panas lalu.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Jepang Tahan Imbang Belanda, Wakil Asia Masih Belum Terkalahkan
Apa yang dikatakan peraturan FIFA tentang penyerahan trofi?
Meskipun ada laporan yang menyatakan bahwa tindakan Trump menyerahkan trofi akan melanggar protokol, tidak ada satu pun dalam peraturan FIFA yang menyatakan demikian.
Aturan tersebut hanya menyatakan: "Pemenang Piala Dunia FIFA 2026 akan menerima trofi, yang tetap menjadi milik FIFA."
"Tim pemenang akan menerima trofi tersebut dalam sebuah upacara di lapangan segera setelah peluit akhir dibunyikan."
"Mereka akan mengembalikannya ke FIFA di ruang ganti segera setelah upacara pertandingan terakhir dan sebelum meninggalkan stadion."
Selain menerima trofi, para pemenang juga akan mendapatkan plakat kenang-kenangan sebagai penanda partisipasi mereka.
Semua 48 asosiasi anggota yang berpartisipasi akan menerima satu plakat.
Diploma akan diberikan kepada tim yang meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga dalam kompetisi tersebut.