0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ajax Bali United Berita Featured Liga Indonesia Media Belanda Sepak bola Sepak bola Indonesia Spesial Super League

    Disorot Media Belanda, Eks Ajax Milik Bali United Blak-blakan Soal Kehidupan Fantastis di Liga Indonesia: Levelnya Rendah, tapi Gajinya Layak! - Semua Halaman - Superball.

    5 min read

     

    Disorot Media Belanda, Eks Ajax Milik Bali United Blak-blakan Soal Kehidupan Fantastis di Liga Indonesia: Levelnya Rendah, tapi Gajinya Layak! - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:49 WIB


    Gelandang Bali United, Tim Receveur, disorot media Belanda karena kehidupan fantastisnya di Indonesia. (INSTAGRAM/TIM RECEVEUR)

    SUPERBALL.ID - Gelandang Bali United asal Belanda, Tim Receveur, mendadak jadi sorotan publik negara asalnya usai curhat soal kariernya di Liga Indonesia dengan gaji yang sangat layak. 

    Tim Receveur merupakan gelandang asal Belanda yang sudah berusia 34 tahun tapi masih aktif membela Bali United di Super League 2025/2026.

    Ia bergabung Bali United pada 14 Juli 2025, setelah kontraknya di Almere City selesai pada akhir musim 2024-2025.

    Receveur menghabiskan banyak kariernya di Belanda dengan sejumlah klub besar, ia juga merupakan pemain jebolan Ajax U-19. 

    Almere City dan FC Dordrecht menjadi dua klub yang paling lama ia bela sepanjang kariernya, namun kisah menarik justru datang dari Indonesia. 

    Ia mengakui level kompetisi sepak bola Tanah Air rendah, tapi gaji yang didapat dari Liga Indonesia tidak dapat disepelekan. 

    Banyak klub yang berani menawarkan gaji layak bagi para pemain Eropa, khususnya asal Belanda, ternasuk Bali United itu sendiri. 

    Bali United dilatih oleh Johnny Jansen, dan beberapa pemain Belanda selain Receveur adalah Mike Hauptmeijer, Jordy Bruijn, Thijmen Goppel, Jens Raven. 

    Bahkan ketika Receveur mendapatkan tawaran bermain di Timur Tengah, keputusan berkarier di Indonesia sama sekali tidak ia sesali.

    Baca Juga: Terpukau dengan Tempat Latihan Bali United, John Herdman: Semoga Timnas Indonesia Bisa Berlatih di Sini

    "Klub-klub di mana Anda bisa mendapatkan penghasilan yang layak," kata Tim Receveur seperti dikutip Superball.id dari Voetbal Primeur. 

    "Di mana levelnya mungkin sedikit lebih rendah, tetapi di tempat-tempat di mana Anda bisa menikmati waktu bersama keluarga."

    "Meskipun diam-diam saya juga terbuka untuk bermain di Timur Tengah, itu sama sekali tidak mungkin bagi saya," imbuhnya. 

    Indonesia bukan tempat asing bagi Receveur, ia mengaku sudah sempat berkunjung pada 2019 juga di Bali dan saat itu bertemu Stefano Lilipaly. 

    Saat itu Receveur masih bermain untuk Almere City tapi ia sempat sesumbar akan bermain untuk Bali United, meski awalnya hanya bercanda. 

    Enam tahun setelahnya, Receveur benar-benar mewujudkan candaannya itu dengan bergabung klub asal Pulau Dewata ini. 

    "Saya berada di sana pada tahun 2019 dan kebetulan bertemu dengan Stefano Lilipaly, yang sudah memulai petualangan itu jauh lebih awal," kata Receveur lagi. 

    "Kemudian saya pergi menonton salah satu pertandingannya di Bali United, dan itu benar-benar gila, bahkan saat itu, saya berkata sambil bercanda."

    Baca Juga: Pede Maksimal, Eliano Reijnders Yakin Persib Bandung Bisa Kalahkan Bali United

    "Yah, ini sepertinya juga cocok untuk saya. Sangat istimewa bahwa ini benar-benar terjadi enam tahun kemudian," imbuhnya. 

    Karena pengakuannya itu, Voetbal Primeur pun seperti terkesan dengan pengalaman berkarier Receveur di Liga Indonesia

    Padahal, diketahui bahwa Receveur sempat mempertimbangkan pensiun dari sepak bola sebanyak tiga kali sebelum bertemu Bali United

    "Tim Receveur telah mempertimbangkan untuk pensiun sebanyak tiga kali, tetapi sekarang bermain untuk tim impiannya."

    "Gelandang berusia 34 tahun ini saat ini bermain untuk Bali United di level tertinggi di Indonesia," tulis Voetbal Primeur. 

    Komentar
    Additional JS