Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Di Tengah Kampanye Ramah Lingkungan, Presiden FIFA Justru Habiskan 66 Jam Penerbangan untuk Nonton 24 Laga Babak Grup Piala Dunia 2026 - Jawa Pos

    4 min read

     

    Presiden FIFA Gianni Infantino habiskan 66 jam penerbangan untuk nonton 24 laga babak grup Piala Dunia 2026. (Istimewa)

    JawaPos.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menghabiskan 66 jam penerbangan untuk menghadiri sepertiga laga babak grup Piala Dunia 2026. Infantino lantas dikritik lantaran mengingkari janji FIFA terkait kepedulian terhadap lingkungan.

    Babak grup Piala Dunia 2026 telah rampung dengan memainkan sebanyak 72 pertandingan. Jumlah laga yang membludak merupakan konsekuensi dari langkah FIFA yang menambah jumlah peserta Piala Dunia tahun ini menjadi 48 tim.

    Dari 72 pertandingan, Infantino menghadiri 24 laga di antaranya. Ini artinya, pria berusia 56 tahun itu sudah menghadiri sepertiga dari seluruh laga babak grup Piala Dunia 2026.

    Untuk menghadiri 24 laga di babak grup, Infantino bepergian menggunakan pesawat jet pribadi. Laporan BBC yang dilansir JawaPos.com pada Senin (29/6) menunjukkan Infantino melakoni 27 penerbangan untuk bolak-balik Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

    Dalam sehari, Infantino biasanya menghadiri dua pertandingan. Secara total, pesawat jet berjenis G650R milik Qatar Airways yang ditumpangi Infantino sudah menghabiskan 66 jam di udara dengan jarak 31.144 mil, setara 50.122 km.

    Penerbangan terpanjang yang dilakukan Infantino adalah rute Vancouver menuju Miami yang berjarak 2.800 mil atau 4.507 km, tepatnya pada 13 Juni 2026 silam. Adapun perjalanan terjauhnya dalam sehari adalah rute Miami menuju Seattle yang berjarak lebih dari 2.700 mil atau 4.000 km.

    Hal itu dilakukannya untuk menyaksikan laga Belgia kontra Mesir pada 16 Juni 2026. Kemudian dilanjutkan dengan penerbangan menuju Los Angeles untuk laga Iran kontra Selandia Baru di malam harinya.

    Perjalanan jauh lain yang dilakukan Infantino adalah rute Miami menuju Seattle, yang transit terlebih dahulu di Dallas pada Jumat (26/6) waktu setempat untuk menyaksikan laga Mesir versus Iran. Kemudian pesawat yang ditumpangi Infantino kembali ke Miami keesokan harinya.

    Menariknya, perjalanan yang dilakukan Infantino tidak hanya dilakukan untuk menyaksikan pertandingan. Infantino juga bepergian menggunakan jet pribadi untuk keperluan wawancara di studio Fox News di New York pada Selasa (23/6).

    FIFA berdalih Infantino tidak selalu menggunakan jet pribadi untuk keperluannya, melainkan juga menggunakan penerbangan komersial. Namun FIFA bungkam ketika ditanya BBC apakah Infantino sempat menggunakan penerbangan komersial selama berlangsungnya babak grup Piala Dunia 2026.

    “Presiden FIFA secara rutin melakukan perjalanan, bersama dengan para pejabat terkait, untuk urusan bisnis dan turnamen, dan berusaha mengunjungi asosiasi anggota FIFA kapan pun memungkinkan,” ujar perwakilan FIFA yang tak disebut namanya.

    "Terkadang perjalanan diatur dengan maskapai penerbangan komersial (termasuk maskapai berbiaya rendah) dan terkadang dengan pesawat charter pribadi, tergantung mana yang lebih efisien dan hemat biaya dalam situasi tersebut,” sambungnya kemudian.

    FIFA lantas dikritik lantaran mengingkari janji terkait kepedulian terhadap lingkungan. Untuk diketahui, perjalanan menggunakan jet adalah cara terbaik untuk menghasilkan gas rumah kaca yang menghangatkan atmosfer, sehingga berakibat fatal pada pemanasan global dan perubahan iklim.

    "Fakta bahwa Infantino memilih untuk menggunakan jet pribadi benar-benar bertentangan dengan tingkat kepemimpinan yang perlu kita lihat di puncak FIFA dalam isu-isu lingkungan," kata Fred Daley, peneliti University of Sussex yang bekerja untuk jaringan aksi iklim olahraga, Cool Down.

    Pesawat Gulstream G650ER yang ditumpangi Infantino memiliki tingkat konsumsi bahan bakar rata-rata 1.817 liter per jam. Artinya, perjalanan Infantino selama fase grup menghasilkan 516 ton karbondioksida (CO2e) berdasar konversi gas rumah kaca pemerintah Inggris.

    Sebagai perbandingan, rata-rata emisi karbon tahunan yang dihasilkan seorang individu secara global adalah 6,56 ton. Artinya, perjalanan jet pribadi yang dilakukan Infantino dalam dua pekan setara dengan emisi karbon 78 orang dalam setahun.

    Padahal FIFA telah berkomitmen mengurangi emisi sebesar 50 persen pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada 2040 mendatang. Infantino juga sempat mengucap janji terkait kepedulian dengan alam jelang kick-off Piala Dunia 2026.

    “Baik itu soal iklim, hak asasi manusia, penyakit, atau disabilitas, kami berkomitmen untuk memainkan peran kami,” ucap Infantino.

    Namun sebelumnya, janji FIFA tersebut menuai skeptisisme dari Scientist for Global Responsibility (GSR). Dalam laporannya, disebut bahwa Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan 9 juta ton CO2e.

    Jumlah ini hampir dua kali lipat dari rata-rata empat edisi Piala Dunia terakhir, menjadikannya turnamen dengan skala polusi terbesar sepanjang sejarah. Sebelumnya, FIFA juga telah mengingkari janji bahwa Piala Dunia Qatar 2022 akan menjadi edisi pertama yang netral karbon dalam sejarah.

    “Kami sepenuhnya menyadari bahwa perubahan iklim adalah salah satu tantangan paling mendesak di zaman kita dan percaya bahwa hal itu menuntut kita masing-masing untuk mengambil tindakan iklim yang segera dan berkelanjutan,” bunyi pernyataan FIFA menanggapi laporan emisi karbon selama Piala Dunia edisi sebelumnya.

    Pada edisi Qatar, Infantino menghadiri sebanyak 64 pertandingan. Hanya saja, jarak antar pertandingan amat dekat karena diselenggarakan di satu negara. Berbeda dengan Piala Dunia 2026 yang melibatkan hampir seluas satu benua. Emisi karbon yang dihasilkan tentu berpeluang meningkat seiring berjalannya babak gugur.

    Komentar
    Additional JS