Cuma 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Semua Pemainnya Lahir di Negara Sendiri, Mana Saja? - Kompas
KOMPAS.com - Piala Dunia 2026 bukan hanya menarik karena menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga menyuguhkan fakta unik mengenai latar belakang para pemain yang membela tim nasional mereka.
Berdasarkan daftar resmi skuad yang telah didaftarkan kepada FIFA, hanya delapan dari 48 peserta Piala Dunia 2026 yang seluruh pemainnya lahir di negara yang mereka wakili.
Baca juga: Kenapa Kian Banyak Pemain Piala Dunia Bela Negara Bukan Tempat Lahirnya?
Delapan negara tersebut, yakni:
Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Keajaiban Afrika Selatan, Brasil Juara Grup
- Arab Saudi
- Afrika Selatan
- Panama
- Brasil
- Kolombia
- Austria
- Republik Ceko
- Swedia.
Artinya, sebanyak 40 negara lainnya memiliki setidaknya satu pemain yang lahir di luar negeri.
Para pemain tersebut tetap berhak membela negara yang mereka wakili karena memiliki garis keturunan, kewarganegaraan, orang tua, atau memenuhi aturan kelayakan FIFA lainnya.
Sportaran menulis, fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana sepak bola modern semakin dipengaruhi mobilitas penduduk dan diaspora yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Belanda hampir masuk daftar
Salah satu kasus yang cukup menarik datang dari Belanda. Sekilas, De Oranje tidak bisa dimasukkan ke dalam daftar negara dengan skuad yang seluruh pemainnya lahir di dalam negeri.
Baca juga: Kenapa Pemain Mesir Ada yang Dipanggil Zico dan Trezeguet?
Penyebabnya adalah gelandang Guus Til yang tercatat lahir di Zambia.
Namun, kasus Til sebenarnya lebih bersifat administratif daripada mencerminkan latar belakang migrasi.
Ayahnya bekerja di Zambia sehingga Til lahir di negara Afrika tersebut. Ketika berusia tiga tahun, ia telah kembali ke Belanda dan tumbuh besar hingga berkembang sebagai pesepak bola profesional di negara itu.
Baca juga: Arti Emblem Khusus di Jersey Piala Dunia 2026, dari Harry Kane hingga Messi
Karena itu, Til tetap dianggap sebagai produk pembinaan sepak bola Belanda meski tempat kelahirannya berada di luar negeri.
Curacao justru sebaliknya

Lihat Foto
Di sisi lain, Curacao menjadi contoh paling mencolok mengenai pentingnya diaspora dalam sepak bola modern.
Baca juga: Dubes Meksiko: Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Negara yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia itu hampir seluruh skuadnya lahir di Belanda. Dari 26 pemain yang dibawa, sebanyak 25 pemain lahir di Negeri Kincir Angin.
Hanya satu pemain yang lahir langsung di wilayah Curacao, yakni Tahith Chong yang lahir di ibu kota Willemstad.
Fenomena tersebut tidak lepas dari status Curacao yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda.
Banyak warga Curacao bermigrasi ke Belanda sehingga lahirlah generasi pesepak bola yang kemudian memilih membela tanah leluhurnya.
Baca juga: Bersinar di Arsenal, Kenapa David Raya Masih Jadi Pelapis di Spanyol?
Qatar datangkan pemain dari berbagai negara
Keberagaman asal kelahiran pemain juga tampak jelas di skuad Qatar.
Negara Asia tersebut memiliki pemain yang lahir di sedikitnya 10 negara berbeda, mulai dari kawasan Afrika, Eropa hingga Amerika Selatan.
Sementara itu, salah satu nama paling terkenal adalah Michael Olise.
Baca juga: Dubes Meksiko Ungkap Misi di Balik Piala Dunia 2026, Berbagi Kultur Sepak Bola
Winger Bayern Muenchen tersebut lahir dan besar di London, Inggris.
Namun, ia memilih membela tim nasional Perancis karena memiliki hubungan keluarga melalui sang ibu yang berasal dari negara tersebut.
Contoh lain datang dari tuan rumah Amerika Serikat.
Baca juga: Ramalan Jesse Marsch Jitu: Hat-trick Jonathan David Bawa Kanada Gilas Qatar 6-0
Bek kiri Antonee Robinson lahir di Milton Keynes, Inggris, tetapi memenuhi syarat membela Amerika Serikat melalui garis keturunan ayahnya.
Saudara kandung bela negara berbeda

Lihat Foto
Perbedaan pilihan negara juga terjadi dalam beberapa keluarga pesepak bola.
Baca juga: Pemain AS di Liga Indonesia Bahas Piala Dunia dan Puji Masa Depan Skuad Garuda
Pada Piala Dunia 2026 terdapat empat pasangan saudara kandung yang membela tim nasional berbeda.
Mereka adalah:
- Desire Doue (Perancis) dan Guela Doue (Pantai Gading)
- Nico Williams (Spanyol) dan Inaki Williams (Ghana)
- Harry Souttar (Australia) dan John Souttar (Skotlandia)
- Derrick Luckassen (Ghana) dan Brian Brobbey (Belanda) yang merupakan saudara tiri.
Fenomena seperti ini pernah terjadi sebelumnya.
Kasus saudara kandung tampil di Piala Dunia untuk dua negara berbeda paling terkenal jatuh pada Jerome Boateng yang membela Jerman dan Kevin-Prince Boateng yang memperkuat Ghana di Piala Dunia 2010 dan 2014.
Baca juga: Saat Striker Didikan John Herdman Samai Catatan Messi di Piala Dunia 2026...
Bahkan, keduanya sempat saling berhadapan di lapangan pada dua edisi tersebut.
Cerminan dunia yang semakin global
Profesor Gijsbert Oonk, sejarawan Belanda sekaligus pakar migrasi dan studi identitas dari Erasmus University, menilai fenomena tersebut merupakan cerminan perubahan masyarakat dunia.
Sebagaimana dilansir BBC, menurut Oonk, sekitar 4 persen populasi dunia saat ini tinggal di negara yang bukan tempat mereka dilahirkan. Angka tersebut bahkan lebih tinggi pada kelompok pekerja berkeahlian tinggi dan atlet elite.
Baca juga: Bukan Sekadar Main Bola di Jalanan, Liga Akamsi Disebut Penting bagi Masa Depan Timnas Indonesia
Kondisi itu membuat semakin banyak pesepak bola memiliki lebih dari satu pilihan negara untuk dibela di level internasional.
Bagi banyak tim nasional, terutama negara-negara yang memiliki sejarah kolonial panjang atau komunitas diaspora besar, pemain keturunan kini menjadi bagian penting dalam pembangunan skuad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang