0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Australian Open Berita Bulu Tangkis Featured Spesial

    China Kunci 1 Trofi di Australian Open setelah Mengenaskan di Istora, Awas Indonesia Rusak Pesta di Sektor Lainnya - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    China Kunci 1 Trofi di Australian Open setelah Mengenaskan di Istora, Awas Indonesia Rusak Pesta di Sektor Lainnya - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:37 WIB

    Reaksi ganda campuran China, Cheng Xing/Zhang Chi, setelah menjadi runner-up di Indonesia Open 2026. Negeri Tirai Bambu gagal meraih satupun gelar di Istora pekan lalu. (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - China menjadi negara pertama yang memastikan gelar juara di Australian Open 2026. Kemenangan dua pasangan andalan yang akan bentrok di laga puncak menjadi obat pelipur lara.

    Tim bulu tangkis China berangkat ke Australian Open 2026 dengan rasa malu.

    Bagaimana tidak, rekor mengenaskan pecah saat tak satu pun gelar juara diraih pada Indonesia Open 2026 pekan lalu.

    Untuk pertama kali setelah empat tahun, China gagal meraih podium tertinggi di turnamen BWF World Tour Super 1000, level tertinggi turnamen bulu tangkis terbuka.

    Ganda putri Liu Sheng Shu/Tan Ning dan ganda campuran Cheng Xing/Zhang Chi selaku harapan terakhir sama-sama menderita karena titel runner-up.

    Baca Juga: Rekap Final Indonesia Open 2026 - Dongeng Pahit Raymond/Joaquin, Tuan Rumah Gondol 2 Runner-up

    Obat pelipur lara setidaknya tak harus menunggu lama.

    Di Australian Open 2026 yang bertaraf Super 500 (dua tingkat lebih rendah dari Super 1000), gelar juara dapat diamankan lebih cepat.

    Dua ganda campuran andalan Negeri Tirai Bambu kompak meraih kemenangan dalam partai-partai pembuka semifinal di Quaycentre, Sydney, Australia, Sabtu (13/6/2026).

    Kemenangan tidak diraih dengan mudah karena memerlukan gim ketiga.

    Guo Xin Wa/Chen Hang Hui sempat direpotkan Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand) sebelum menang dengan skor 21-9, 19-21, 21-17.

    Demikian juga Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping yang menumpas perlawanan Presley Smith/Jennie Gai (Amerika Serikat) dengan skor 21-16, 18-21, 21-7.

    Hasil ini di sisi lain juga menjaga marwah Guo/Chen dan Feng/Huang sebagai dua unggulan teratas di Australian Open.

    Sebagai dua pasangan top 10, mereka tidak wajib untuk tampil di ajang-ajang Super 500 walau di sisi lain ada syarat minimal dua kali tampil.

    Bagi Feng/Huang yang merupakan pasangan nomor satu dunia, Australian Open adalah event Super 500 pertama mereka tahun ini.

    Sementara Guo/Chen lebih dulu berlaga di Indonesia Masters 2026 dan Malaysia Masters 2026 dengan hasil terbaik adalah tersingkir di semifinal.

    China berpeluang untuk menambah raihan gelar dari tiga sektor lainnya.

    Baca Juga: Jadwal Semifinal Australian Open 2026 - Setelah Rentetan Gagal Juara, All Indonesian Finals Berpeluang Terjadi Lagi

    Indonesia akan menjadi pengadang dengan dua wakilnya yang akan berebut tiket final dengan pemain-pemain dari Kandang Naga.

    Di tunggal putra, Moh Zaki Ubaidillah perlu mewaspadai balas dendam Dong Tian Yao yang dia kalahkan di final Indonesia Masters Super 100 tahun lalu.

    Dong Tian Yao ke semifinal dengan sensasi karena dia mengalahkan deretan pemain top yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Chou Tien Chen, dan Ng Ka Long Angus.

    Ubed diharapkan tak mau kalah. Apalagi juara Thailand Masters sudah dekat dengan kesempatan meraih gelar yang pertama di level Super 500.

    Sementara di ganda putri, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian selaku unggulan teratas bakal menghadapi juara bertahan, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

    Rachel/Febi akan membawa bekal kemenangan dari pertemuan yang terakhir ats Jia/Zhang di Kejuaraan Asia 2026 dengan skor 16-21, 21-19, 21-9.

    Sedangkan di sektor ganda putra China menunggu pemenang dari perang saudara antara Liang Wei Keng/Wang Chang di semifinal.

    Lagi-lagi ada Indonesia yang siap menantang. Di laga lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi akan menghadapi Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng (China).

    Komentar
    Additional JS