Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Indra Sjafri Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Bukan Soal Talenta, Indra Sjafri Beberkan Fakta Pahit Sepak Bola Indonesia: Nggak Paham Taktik - Viva

    5 min read

     

    Timnas Indonesia

    Jumat, 26 Juni 2026 - 16:32 WIB

    VIVA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengungkap persoalan mendasar yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola nasional.

    Baca Juga

    Menurutnya, Indonesia memiliki banyak pemain yang piawai mengolah bola, tetapi belum memahami aspek taktik dalam permainan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, performa Timnas Indonesia memang menunjukkan perkembangan yang signifikan. Era kepelatihan Shin Tae-yong berhasil membawa Skuad Garuda tampil di Piala Asia dan menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Baca Juga

    Timnas Indonesia

    Photo :

    • Kitagaruda.id

    Namun, perjalanan tersebut tidak berlanjut setelah Shin Tae-yong diberhentikan oleh PSSI dan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert.

    Baca Juga

    Di bawah arahan pelatih asal Belanda itu, Indonesia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026. Tim Garuda terhenti di putaran keempat kualifikasi usai menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.

    Tak lama kemudian, Kluivert juga mengakhiri masa jabatannya dan kini kursi pelatih diisi oleh John Herdman.

    Saat ini, Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi Piala AFF 2026. Herdman telah memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.

    Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

    Di tengah persiapan tersebut, Indra Sjafri menyampaikan pandangannya mengenai akar persoalan yang masih menghambat perkembangan sepak bola Indonesia.

    Pelatih yang dikenal piawai menemukan talenta muda dari berbagai daerah itu menilai persoalan terbesar bukan terletak pada bakat pemain, melainkan pemahaman mereka terhadap permainan.

    Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman menjadi contoh pemain yang berhasil ditemukan dan dibina oleh Indra Sjafri sejak usia muda.

    Saat ditanya mengenai kesalahan yang paling sering ditemui setelah proses pencarian bakat atau scouting, Indra memberikan jawaban yang cukup tegas.

    "Jujur pemahaman taktikal, jadi mereka bisa main bola tapi enggak paham taktik. Kapan dia harus dribling, kapan dia harus passing, untuk apa dia dribling, untuk apa dia passing, belum paham dia," ungkap Indra Sjafri, dikutip dari kanal YouTube VINDES.

    Meski demikian, ia meyakini kekurangan tersebut masih dapat diperbaiki melalui proses pembinaan yang tepat.

    "Menurut saya itu bisa diolah lagi. Makanya itu gunanya pelatih," ujarnya.

    Indra juga menyoroti besarnya potensi talenta sepak bola di Indonesia jika pembinaan usia dini dilakukan secara maksimal.

    "Makanya untuk anak usia 4-15 tahun kita kan 47 juta, masa sih 10 persen nggak ada pemain bola? Marah banget Tuhan ke kita kan," tuturnya.

    Selain kualitas pemain, Indra menilai jumlah pelatih di Indonesia juga masih menjadi kendala besar dibandingkan negara-negara yang sepak bolanya lebih maju.

    "Permasalahan lain yang diungkap oleh pelatih yang mempersembahkan trofi juara Piala AFF U-19 itu adalah pelatih kita baru 19.000. Jepang pelatihnya 86 ribu," katanya.

    Menurut Indra, peningkatan kualitas dan kuantitas pelatih merupakan salah satu kunci utama untuk membangun fondasi sepak bola Indonesia agar mampu bersaing secara konsisten di level internasional.

    Assim Madibo

    FIFA Beri Sanksi Berat, Assim Madibo Bisa Main Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Jika Skenario Ini Terjadi

    Assim Madibo berpeluang bebas dari sanksi FIFA sebelum Qatar menghadapi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 usai insiden tekel keras yang bikin lawannya patah kaki.

    img_title

    VIVA.co.id

    26 Juni 2026

    Komentar
    Additional JS