Belum Terkalahkan, Begini Skenario Iran Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia - Republika
Gol dramatis Iran yang bisa membawa mereka langsung lolos dianulir penilaian VAR.
EPA/CHRIS TORRES Tim nasional Republik Islam Iran difoto sebelum pertandingan penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 Iran melawan Selandia Baru, di Los Angeles, California, AS, 15 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE - Keputusan VAR menganulir gol dramatis Iran, membuat negara itu memeroleh hasil imbang 1-1 melawan Mesir pada laga penentu kedua tim dalam Grup G di Stadion Seattle, Amerika Serikat, Sabtu pagi WIB. Meski tak terkalahkan, kelolosan Iran ke babak selanjutnya kini tergantung penampilan tim-tim lain pada laga sisa fase grup Piala Dunia 2026 ini
Sementara Mesir ke fase gugur setelah finis di posisi kedua klasemen akhir Grup G dengan torehan lima poin dari tiga laga. Mereka di bawah Belgia yang berada di peringkat pertama dengan poin yang sama, tetapi unggul dalam selisih gol. Sedangkan Iran berada di peringkat ketiga dan berstatus menunggu hasil dari Grup E, F, I, J guna menentukan posisi ketiga terbaik untuk lolos ke fase gugur.
Mesir membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui Mahmoud Saber. Gol itu lahir setelah Mahmoud "Trezeguet" Hassan mengirimkan umpan yang dimaksimalkan Saber untuk menaklukkan kiper Iran Alireza Beiranvand. Tim asal Afrika itu pun unggul 1-0.
Iran tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons gol tersebut. Pada menit ke-14, Ramin Rezaeian mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan berjalan semakin terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.
Sepanjang babak pertama dan kedua, kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Mesir tercatat melepaskan 15 upaya mengarah ke gawang, sedangkan Iran membalas dengan 13 percobaan.
Laga juga berlangsung keras. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Mesir dan empat kartu kuning bagi Iran. Kedua kesebelasan melakukan total 27 pelanggaran selama laga.
Drama terjadi pada masa injury time. Iran sempat mengira berhasil membalikkan keadaan ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol pada menit ke-90+3.
Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui video assistant referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut sehingga kedudukan tetap 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.
Hasil imbang tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup G.
Skenario Iran
Sedangkan catatan Iran di Grup G adalah nol kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Saat ini, Iran belum tersingkir dari kompetisi karena mereka menempati posisi ketiga dan termasuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik sebelum pertandingan besok.
Posisi Iran untuk lolos ke babak gugur belum aman karena tim-tim lain bisa finis di peringkat ketiga besok dengan perolehan poin yang lebih banyak daripada Iran. Tim-tim tersebut meliputi Ghana, Aljazair, dan RD Kongo.
Agar aman, Iran sangat bergantung pada hasil pertandingan besok di mana Kroasia, Aljazair, dan RD Kongo diharapkan kalah. Situasi menjadi rumit karena Kroasia dan Ghana akan saling berhadapan besok; jika Kroasia mengalahkan Ghana, tim asal Afrika tersebut akan finis di peringkat ketiga dengan empat poin dan menggeser posisi Iran dalam klasemen tim peringkat ketiga. Sebaliknya, jika Kroasia kalah, posisi mereka akan berada di bawah Iran, sehingga harapan Iran untuk lolos tetap terjaga.
Aljazair atau Austria akan finis di peringkat ketiga Grup J. Saat ini, Aljazair menempati peringkat ketiga dengan tiga poin, dan hasil imbang melawan Austria akan membuat mereka mengoleksi empat poin. Iran membutuhkan Austria untuk mengalahkan Aljazair agar perolehan poin tim asal Afrika tersebut tetap di angka tiga.
Kemenangan RD Kongo atas Uzbekistan juga bisa membuat Iran terlempar dari posisi delapan besar klasemen tim peringkat ketiga, karena kemenangan tersebut akan memberi mereka empat poin. Jika RD Kongo gagal meraih poin penuh saat melawan Uzbekistan, peluang Iran untuk melaju ke babak gugur akan semakin besar karena Iran akan memiliki poin lebih banyak dibandingkan mereka.
Halaman 2 / 2
Patut dicatat, tim nasional Iran menjalani Piala Dunia 2026 dalam situasi yang jauh berbeda dibandingkan sebagian besar peserta lainnya. Di tengah ketegangan politik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, skuad berjuluk Team Melli harus menghadapi berbagai kendala logistik yang dinilai memengaruhi persiapan maupun performa mereka di turnamen.
Tidak seperti negara peserta lain yang dapat menetap di pusat latihan resmi di Amerika Serikat, Iran harus menjadikan Kota Tijuana, Meksiko, sebagai markas selama turnamen. Setiap kali menjalani pertandingan di wilayah AS, rombongan tim harus menyeberangi perbatasan, lalu kembali ke Meksiko sesaat setelah laga usai.
Situasi tersebut membuat rutinitas latihan, pemulihan kondisi fisik pemain, hingga persiapan taktik menjadi jauh lebih rumit dibandingkan tim-tim lain yang dapat berlatih secara stabil di satu lokasi.
Pada awalnya, otoritas Amerika Serikat hanya mengizinkan rombongan Iran memasuki wilayahnya sekitar 24 jam sebelum pertandingan pertama. Kebijakan itu kemudian sedikit dilonggarkan sehingga Iran dapat masuk dua hari sebelum laga. Namun, mereka tetap diwajibkan meninggalkan AS segera setelah pertandingan berakhir.
Masalah tidak berhenti di situ. Lebih dari selusin anggota staf pendukung, jajaran manajemen, dan pengurus federasi Iran juga dilaporkan gagal memperoleh visa Amerika Serikat. Salah satu nama yang terdampak adalah supervisor tim, Mahdi Mohammad Nabi. Absennya sejumlah personel penting tersebut dinilai mengurangi dukungan teknis maupun operasional yang dibutuhkan tim selama turnamen.
Persiapan Iran menuju Piala Dunia juga telah terganggu sejak jauh hari. Konflik militer dan ketegangan diplomatik di kawasan Timur Tengah memaksa mereka menyesuaikan jadwal latihan serta memainkan laga-laga uji coba di luar negeri.
Akibatnya, para pemain harus menghadapi beban tambahan berupa perjalanan lintas negara yang berulang, prosedur keamanan yang ketat, hingga ketidakpastian situasi politik. Kondisi tersebut diyakini memberi dampak fisik maupun mental kepada skuad Iran.
Meski demikian, Iran tetap mampu menunjukkan daya saing di fase grup. Team Melli mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru, menahan Belgia tanpa gol, dan kembali bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Hasil itu membuat Iran finis di posisi ketiga Grup G dan tetap menjaga peluang lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Pelatih Iran sebelumnya mengakui kondisi yang dihadapi timnya bukanlah situasi ideal. Ia menegaskan para pemain berusaha mengesampingkan persoalan di luar lapangan dan hanya fokus memberikan penampilan terbaik bagi negaranya.
Amir Ghalenoei, mengatakan timnya menjadi peserta yang paling dirugikan oleh situasi di luar sepak bola. "Mungkin tim kami adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia ini. Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk memulihkan kondisi. Setelah pertandingan, mereka mengatakan kepada kami, 'Kalian harus segera pergi.' Padahal waktu pemulihan sangat penting bagi kami," kata Ghalenoei.
Sejumlah pemain Iran juga mengungkapkan bahwa perjalanan bolak-balik antara Meksiko dan Amerika Serikat menguras energi. Namun, mereka menilai situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan bahwa Iran tetap mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Kapten Iran Mehdi Taremi mengakui perjalanan menuju lokasi pertandingan menjadi beban tersendiri bagi tim.
"Semuanya seperti bencana bagi kami," kata Taremi, seraya menjelaskan bahwa perjalanan yang biasanya singkat dari Tijuana ke Los Angeles berubah menjadi sekitar lima jam karena pemeriksaan keamanan dan imigrasi.
Meski menghadapi berbagai kendala, Taremi menegaskan timnya ingin tetap fokus pada sepak bola. "Tujuan dan harapan kami adalah mengejar perdamaian dan kebahagiaan," ujar penyerang yang memperkuat klub Italia tersebut.
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Ousmane Dembele Muslim Perdana yang Cetak Hat Trick di Piala Dunia
Sport - 27 June 2026, 09:01
Susunan Pemain Norwegia vs Prancis: Perebutan Status Juara Grup I Piala Dunia 2026
Sport - 27 June 2026, 02:30
Pochettino Kesal tak Ada yang Ucapkan Selamat Meski AS Juara Grup
Sport - 26 June 2026, 22:36
Kalah Dramatis dari Turki, AS Petik Pelajaran Berharga Jelang Fase Gugur
Sport - 26 June 2026, 21:57
Baru 30 Tahun, Penyerang Ceko Ini Putuskan Pensiun Setelah Timnya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Sport - 26 June 2026, 21:52