Belanda Tersingkir, Koeman Ogah Minta Maaf Pakai 5 Bek Lawan Maroko - CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia --
Ronald Koeman buka suara tentang pilihannya memainkan lima bek melawan Maroko yang berujung tersingkirnya Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Belanda terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Maroko lewat drama adu penalti usai imbang 1-1 di waktu normal.
Selepas pertandingan, Koeman ditanya soal alasannya kukuh memainkan lima bek saat melawan Maroko di Stadion Monterrey, Meksiko.
Pilihan Redaksi
"Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat fase grup. Itu sebuah hal positif, tetapi kami juga kurang ofensif," kata Koeman dikutip Reuters.
"anda bisa memikirkan taktik apa pun yang Anda suka, tetapi kami jauh lebih sedikit kebobolan melawan tim yang jauh lebih kuat daripada Swedia dan Tunisia. Dan, jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan dengan cara yang sama," ujarnya menambahkan.
Pelatih 63 tahun itu meyakini, seluruh pihak akan memuji taktik yang dipilih jika Maroko tak mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time babak kedua. Gol tersebut memaksa laga ditentukan lewat babak adu penalti.
"Saya juga yakin jika Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol telat itu, akan ada berbagai macam pujian untuk saya sebagai pelatih Belanda. Tetapi, sekarang mungkin saya akan dicaci maki karena memilih memainkan lima bek. Tetapi sekali lagi, saya yakin itu perlu dilakukan," ujarnya.
Koeman juga menegaskan, keputusannya untuk bermain dengan lima bek bukan karena takut lawan Maroko. Melainkan strategi yang diperlukan setelah menganalisa kekuatan tim lawan.
"Ini bukan tentang rasa takut. Intinya bukan itu sama sekali. Mengapa harus takut? Maksud saya, kami memiliki tiga penyerang di lapangan."
"Ini tentang posisi bertahan yang lebih baik, bukan karena takut, tetapi berdasarkan analisis lawan, dan kita dapat membahas tentang hal ini hingga besok malam. Anda punya pendapat sendiri, dengan segala hormat, itu tidak masalah. Tapi, saya juga punya pandangan yang berbeda," tuturnya.
(jun/jun/wiw)
