0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Bali Berita Featured Real Madrid Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Bek Madrid Latihan di Bali, Souto Sentil Mentalitas Pemain Indonesia - detik

    3 min read

     

    Bek Madrid Latihan di Bali, Souto Sentil Mentalitas Pemain Indonesia

    Dean Huijsen. (Foto: Getty Images/Angel Martinez)

    Jakarta -

    Dean Huijsen tak masuk skuad Spanyol di Piala Dunia 2026. Bek Real Madrid lantas memilih berlibur ke Bali sambil tetap latihan fisik sekeras mungkin.

    Pada Piala Dunia 2026 tak ada pemain Real Madrid di skuad Spanyol. Ini adalah sejarah pertama yang terjadi di dunia sepakbola Tim Matador.

    Huijsen kemudian memilih untuk pergi ke Bali. Selain berlibur, pemain berusia 21 tahun itu juga berlatih di Bali United Training Center.

    Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, merespons penampakan Huijsen yang berlatih di Bali. Dia mengingatkan bahwa sekelas pemain top saja memilih tetap berlatih keras saat libur panjang.

    [Gambas:Instagram]

    "Ketika kamu bersantai, elite dunia sedang membantai diri dalam latihan," buka pernyataan Souto di feed Instagram pribadinya dengan unggahan foto Huijsen dalam kondisi ruku.

    "PFL (Pro Futsal League) berakhir hari ini. Mayoritas pemain di Indonesia sudah masuk dalam mode liburan total."

    "Dean Huijsen, pemain profesional Real Madrid. Dia baru saja melewati musim yang sangat melelahkan dan pukulan mental karena tercoret dari skuad Piala Dunia bersama Spanyol. Dia bisa saja berpesta atau sekadar rebahan di pantai. Namun, media lokal justru dipenuhi gambar dirinya yang sedang melakoni sesi latihan harian yang sangat keras di bawah terik matahari tropis."

    Souto adalah sosok pelatih asal Spanyol yang berhasil membuat futsal Indonesia menggila di pentas Asia. Dia mempertanyakan mentalitas pemain-pemain di Indonesia.

    Timnas Futsal Indonesia nantinya punya agenda internasional di bulan September 2026. Salah satu agenda yang tengah dirancang adalah keikutsertaan dalam turnamen di Shijiazhuang, China.

    "Mengapa seorang pemain elite dunia berlatih hingga batas kemampuan di masa liburannya, sementara di sini banyak yang menghilang dari radar atau bermain tarkam (sesuatu yang saya benci karena membunuh perkembangan pemain)."

    "Perbedaannya adalah mentalitas. Istirahat bukan berarti lepas kendali. Menurunkan kondisi dari 100 ke 0 selama 6 sampai 8 minggu adalah bunuh diri profesional."

    "September 2026 sudah di depan mata. Apakah kamu memutuskan untuk bekerja memikirkan masa depanmu atau masa lalumu?" Souto menegaskan.

    (ran/rin)

    Komentar
    Additional JS