Anggaran Pelatnas Disunat Hampir 5 Kali Lipat, Kemenpora Sulap 3 Miliar Jadi 61 Miliar untuk Asian Games 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Anggaran Pelatnas Disunat Hampir 5 Kali Lipat, Kemenpora Sulap 3 Miliar Jadi 61 Miliar untuk Asian Games 2026 - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 2 Juni 2026 | 22:39 WIB
Tim perahu naga Indonesia pada Asian Games 2022 di Wenzhou Dragon Boat Centre, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). (NOC INDONESIA)
BOLASPORT.COM - Keterbatasan fiskal yang sedang terjadi di Tanah Air berdampak ke persiapan atlet yang akan berlaga pada Asian Games 2026.
Asian Games 2026 akan berlangsung sekitar tiga bulan lagi yang digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September-4 Oktober 2026.
Namun, kabar kurang mengenakkan disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Erick menyampaikan bahwa anggaran dalam persiapan mendukung program pemusatan latihan bagi para atlet mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dia mengungkapkan anggaran untuk pelatnas Asian Games 2026 hanya tersedia 81 miliar rupiah.
Jumlah tersebut jauh menurun jika dibandingkan dengan edisi terakhir Asian Games 2022 yang diselenggarakan pada tahun 2023.
Saat itu, dana untuk mendukung program pelatnas tersedia sebesar 389,81 miliar rupiah yang dibagi untuk 31 cabang olahraga dan 415 atlet.
Artinya, dana pelatnas 81,04 miliar rupiah tahun ini hampir lima kali lebih rendah daripada ketika menuju Asian Games 2022.
Baca Juga: Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia Lolos ke Asian Games 2026, PBVSI Tunggu Keputusan Tampil
"Tentu dengan segala keterbatasan kami, memang hari ini anggaran pelatnas yang ada hanya Rp 81 miliar. Ini sangat jauh menurun," kata Erick dikutip BolaSport.com dari Kompas.com.
Di sisi lain, anggaran untuk fasilitas pengiriman kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 mengalami peningkatan.
Anggaran pengiriman untuk para atlet ditetapkan sebesar Rp 61 miliar, sementara pada edisi terakhir berjumlah Rp 41,2 miliar.
Nominal ini didapat setelah Kemenpora mengatur ulang rencana anggaran sehingga alokasi dana untuk Asian Games 2026 dapat meningkat.
Erick membeberkan ketika dia mulai menjabat sebagai Menpora pada September 2025, anggaran yang tersedia untuk program Asian Games 2026 hanya Rp 3 miliar.
Adapun total anggaran Kemenpora untuk tahun 2026 adalah Rp 1,15 triliun.
Nominal tersebut berkurang 50 persen lebih dari sebelum dikeluarkannya instruksi efisiensi oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2025.
"Tentu dengan keikhlasan seluruh deputi yang hadir, saya apresiasi, kami akhirnya terus menyisir anggaran hingga akhirnya mendapatkan Rp 61 miliar," kata Erick Thohir, dikutip dari ANTARA.
Di sisi lain, rendahnya anggaran untuk persiapan sangat memprihatinkan.
Erick menilai tantangan lebih besar menanti untuk menyamai pencapaian sebelumnya yaitu tujuh medali emas ketika Asian Games 2022.
Saat itu tim menembak paling sukses dengan menyumbang 2 emas diikuti perahu naga, wushu, panjat tebing, balap sepeda, dan angkat besi yang masing-masing meraih 1 emas.
Baca Juga: Hadapi Asian Games 2026, PERBASI Panggil 24 Pemain untuk Timnas 5x5 Putri
Selain faktor anggaran yang menipis, tiga nomor yang sebelumnya menyumbang emas juga tidak akan dilombakan di Asian Games 2026.
Tiga nomor itu ialah 10m running target dan 10m running target mixed dari cabor menembak dan balap perahu tradisional.
"Dan tentu ini yang kembali kami prihatin, karena ini juga direktif presiden karena Asian Games ini multievent. Dan kalau kita lihat data-data statistik," ucap Erick lagi.
"Tapi kalau persiapannya tadi, dengan anggaran yang cukup besar saja hanya mendapat tujuh."
"Sekarang dengan Rp 81 miliar tentu ini risiko yang kita harus, kembali saya tidak menyerah, saya akan mencoba maksimal dengan keterbatasan dana yang ada."