0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    8 Pasang Kakak Beradik Beraksi di Piala Dunia 2026 - TVRINews

    5 min read

     

    8 Pasang Kakak Beradik Beraksi di Piala Dunia 2026 - TVRINews.com


    TVRINews – Mexico City, Meksiko

    Delapan kakak beradik dipastikan turun di Piala Dunia FIFA 2026, meskipun tidak semua membela tim nasional yang sama.

    Setelah semua 48 negara mengumumkan 26 nama resmi pemain yang akan diturunkan di Piala Dunia 2026, ada sejumlah hal menarik muncul. Mungkin salah satu yang paling heboh adalah adanya delapan pasang kakak beradik berhasil menembus tim nasional sepak bola negaranya. 

    Pun begitu, tidak semua dari delapan duo bersaudara itu membela tim yang sama. Kasus menjadi menarik karena empat keluarga akan menyaksikan saudara kandung mewakili negara yang berbeda. 

    Fenomena ini menjadikan warisan dan pilihan internasional sebagai salah satu alur cerita paling manusiawi dalam turnamen terbesar sejagat empat tahunan ini.

    Di antara delapan pasang bersaudara ini, Prancis menjadi yang paling menarik karena mereka memiliki sekaligus dua kakak beradik baik yang berbeda negara, serta yang satu tim nasional. 

    Empat Kakak Beradik Membela Negara Berbeda 

    Doue Bersaudara

    FIFA menyoroti Doue saudara, dengan bek kanan Strasbourg, Guela, yang mewakili Pantai Gading dan pemain sayap Paris Saint-Germain (PSG) Desire bermain untuk Prancis. 

    Debut pada 23 Maret 2024, Guela memiliki 20 penampilan dan tiga gol untuk Pantai Gading. Sementara Desire memiliki enam penampilan dan dua gol untuk Prancis sejak debut pada 23 Maret 2025. 

    Williams Bersaudara

    Williams bersaudara juga menjadi salah satu nama besar yang terpecah. Inaki sang sayap kanan dan adiknya Nico, pemain sayap kiri, sama-sama bermain untuk Athletic Club. 

    Tetapi, Inaki (31) memilih negara leluhurnya Gana dan memiliki lebih dari 25 penampilan dengan dua gol sejak debut pada 23 September 2022. 

    Adapun Nico mewakili Spanyol mulai 24 September 2022 dan memiliki 30 penampilan dan enam gol, serta berhasil memenangi Euro 2024 bersama negaranya.

    Luckassen dan Brobbey 

    Bek tengah Gana Derrick Luckassen (30) dan striker Belanda Brian Brobbey (24) adalah dua bersaudara, dengan Luckassen bermain di klub Siprus, Paphos, sementara Brobbey bermain untuk klub Liga Premier Sunderland dengan 11 penampilan dan satu gol.

    Souttar Bersaudara

    Souttar bersaudara melengkapi kelompok dengan kewarganegaraan terpecah. John (29) bermain sebagai bek tengah untuk Rangers FC dan Timnas Skotlandia dengan 24 caps dan dua gol sejak debut pada 7 September 2018. 

    Sementara, Harry (27) juga bermain sebagai bek tengah baik di Leicester City maupun Timnas Australia. Debut pada 10 Oktober 2019, Harry memiliki peran yang lebih besar di skuad Socceroos setelah menjadi pemain reguler di turnamen sepak bola hingga memiliki caps 38 dengan 11 gol.

    Duo Bersaudara Membela Negara yang Sama 

    Hernandez Bersaudara

    Lucas Hernandez (30) dan Theo Hernandez (28) sama-sama mewakili Prancis. Lucas dari PSG merupakan bagian dari skuad juara Piala Dunia 2018. Sedangkan Théo dari Al-Hilal yang kini berada di posisi lebih tinggi dibanding sang kakak dalam hierarki bek kiri saat ini. 

    Lucas debut untuk Timnas Prancis pada 23 Maret 2018 dan mengantongi 42 caps. Sementara, Theo yang debut untuk Les Bleus pada 7 September 2021 sudah 43 kali berseragam Les Bleus di lapangan dengan mencetak dua gol.  

    Timber Bersaudara

    Timnas Belanda sepertinya langganan memiliki kakak beradik maupun saudara kembar dalam satu skuad. Sebut saja Erwin dan Ronald Koeman di era akhir 1980-an sampai pertengahan 1990-an serta si kembar Franck dan Ronald de Boer di era awal 1990-an sampai awal 2000-an.

    Kini, di Piala Dunia 2026, Belanda kembali memiliki kembar Quinten dan Jurrien Timber. Sama-sama baru 24 tahun, Quinten yang bermain sebagai gelandang di Olympique Marseille masih berjuang untuk mendapatkan status. Sementara Jurrien, bek Arsenal, nama yang lebih mapan di skuad Oranje. 

    Debut pada 26 Maret 2024, Quentin sudah 11 kali membela Timnas Belanda dengan satu gol. Sedangkan Jurrien lebih dulu membela Belanda, mulai 2 Juni 2021, dan sudah 23 kali berseragam Tim Oranye. 

    Duarte Bersaudara

    Tanjung Hijau memiliki Laros Duarte (29) dari klub Puskas Akademia dan Deroy Duarte (26) yang memperkuat Ludogorets. Sama-sama bermain sebagai gelandang, Deroy diyakini berada di posisi yang lebih tinggi dibanding sang kakak dalam urutan lini tengah.

    Bacuna Bersaudara

    Leandro (34) dan Juninho Bacuna (28) adalah dua bersaudara dalam skuad Curacao. Leandro yang bermain sebagai gelandang atau bek kanan adalah kapten dan figur senior, sementara Juninho sebagai gelandang tengah menambahkan pengalaman lini tengahnya sendiri.

    Potensi Pertemuan Kakak Beradik di Piala Dunia 2026

    Hasil undian babak penyisihan grup dirasa menguntungkan bagi para kakak adik yang berbeda kewarganegaraan karena telah memisahkan setiap pasangan.

    Pantai Gading berada di Grup E sementara Prancis berada di Grup I. Itu artinya Duoe bersaudara tidak dapat bertemu di awal turnamen. Sementara, Spanyol berada di Grup H dan Gana di Grup L, sehingga menghalangi pertemuan Williams sebelum babak gugur.

    Hal yang sama berlaku untuk Luckassen dan Brobbey, karena Gana berada di Grup L dan Belanda di Grup F. Souttar bersaudara juga terpisah, dengan Skotlandia di Grup C dan Australia di Grup D.

    Itu berarti momen pertemuan saudara kandung membutuhkan babak 32 besar atau lebih jauh. Pertemuan Williams akan menarik perhatian besar. Namun, duel Duoe bersaudara mungkin akan membawa lebih banyak emosi karena keduanya pernah bermain di Rennes sebelum memilih jalur internasional yang berbeda.

    Untuk saat ini, Piala Dunia 2026 telah mengonfirmasi delapan kisah saudara kandung, empat dipersatukan oleh negara dan empat dipisahkan oleh warisan. Bagan pertandingan akan menentukan apakah ada yang akan menjadi sejarah di lapangan.

    Komentar
    Additional JS