Tiket Piala Dunia 2026 Nyaris Rp35 Miliar, Presiden FIFA: Kalau Ada yang Beli, Saya Kasih Hot Dog - Semua Halaman - Bolasport.
Tiket Piala Dunia 2026 Nyaris Rp35 Miliar, Presiden FIFA: Kalau Ada yang Beli, Saya Kasih Hot Dog - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 6 Mei 2026 | 16:00 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) membela tingginya harga tiket untuk final Piala Dunia 2026. (JIM WATSON/AFP)
BOLASPORT.COM - Presiden FIFA, Gianni Infantino, merespons protes beberapa pihak terkait mahalnya tiket Piala Dunia 2026.
Mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026 terlihat dari harga yang ditetapkan FIFA melalui situs resmi penjualan kembali tiketnya.
Dalam situs resmi penjualan kembali tiket (resale), tiket untuk laga final ajang tersebut mencapai 2 juta dolar AS (Rp34,7 miliar) per tiket.
Sebagai perbandingan, tiket ini jauh lebih mahal ketimbang tiket final edisi sebelumnya yang digelar di Qatar.
Pada Piala Dunia 2022, tiket termahal yang resmi dijual hanya 1600 dolar AS atau setara 27,8 juta rupiah.
Dengan meroketnya harga tersebut, Gianni Infantino berdalih jika harga yang dijual di situs resminya bukanlah 2 juta dolar AS.
Menurutnya, mahalnya harga tiket tersebut di situs resmi karena tingginya permintaan untuk menyaksikan partai pemungkas ajang tersebut.
"Jika orang menjual kembali tiket final seharga 2 juta dolar AS, pertama-tama itu tidak berarti tiket tersebut benar-benar berharga 2 juta dolar AS," kata Infantino, dikutip BolaSport.com dari France24.
"Dan yang kedua, bukan berarti seseorang akan membeli tiket-tiket ini. Jika seseorang membeli tiket final seharga 2 juta dolar, saya pribadi akan membawakannya hot dog," lanjutnya.
Baca Juga: Tiket Piala Dunia 2026 - Murah untuk Negara Peserta, Mahal bagi Penonton Netral
Infantino menyebut harga tiket yang ditawarkan sesuai dengan permintaan pasar, mengingat meningkatnya nilai di dunia entertainment.
Bahkan pria keturunan Italia ini berdalih meroketnya harga tiket Piala Dunia 2026 karena dilindungi hukum Amerika Serikat (AS).
Di Negeri Paman Sam, tiket bisa diperjualbelikan lagi oleh pihak ketiga sehingga baginya wajar jika harganya melonjak.
Gianni Infantino menegaskan kembali jika ada yang berani membayar mahal, itu karena keinginan penonton menyaksikan Piala Dunia 2026. Secara langsung.
Pria berusia 56 tahun itu sebelumnya mengeklaim jika sudah ada 500 juta permintaan tiket untuk edisi 2026.
"Kita harus melihat pasar. Kita berada di pasar hiburan yang paling maju di dunia. Jadi kita harus menerapkan harga pasar," tambahnya.
"Di AS, penjualan kembali tiket juga diperbolehkan."
"Jadi, jika Anda menjual tiket dengan harga yang terlalu rendah, tiket tersebut akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi."
"Kenyataannya, meskipun orang mengatakan bahwa harga tiket yang kita jual tinggi, tiket tersebut tetap berakhir di pasar dengan harga yang lebih tinggi lagi, lebih dari dua kali lipat harga kita," lanjutnya.
Sementara itu, melonjaknya harga tiket ini juga dibarengi dengan melonjaknya hadiah yang akan diberikan ke peserta Piala Dunia 2026.
Sebelumnya hadiah yang akan diberikan mencapai 727 juta dolar AS (Rp12,5 triliun) yang akan dibagikan ke 48 peserta.
Namun menurut kabar terakhir, FIFA berencana meningkatkan hadiah uang tersebut karena keluhan dari tim peserta.
Seluruh tim peserta dikabarkan khawatir dengan biaya operasional yang tinggi selama berpartisipasi di ajang tersebut.