0
Terkini
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Spesial Taufik Hidayat

    Taufik Hidayat Soroti Performa Jeblok Tunggal Putra Indonesia di Thomas Cup 2026, Terbuka Opsi Ganti Pelatih - Semua Halaman - Juara

    5 min read

    Taufik Hidayat Soroti Performa Jeblok Tunggal Putra Indonesia di Thomas Cup 2026, Terbuka Opsi Ganti Pelatih - Semua Halaman - Juara

    JUARA.NET - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyoroti penampilan wakil tunggal putra yang tak berkutik melawan Thailand dan Prancis di Thomas Cup 2026.

    Indonesia menyuguhkan catatan terburuk sepanjang perhelatan Thomas Cup yang digelar sejak 1949.

    Tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya gagal lolos fase grup.

    Pasukan Merah Putih tertahan di peringkat ketiga pada klasemen akhir Grup D Thomas Cup 2026.

    Tim beregu yang dikapteni Fajar Alfian gagal memenangi partai penentuan melawan Prancis di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).

    Tim Thomas Indonesia kalah 1-4 dari Prancis dengan tiga sektor tunggal tak berkutik.

    Jonatan ChristieAlwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting secara berurutan dikalahkan oleh Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.

    Sebelumnya, Jonatan dan Alwi juga tidak menyumbang poin tatkala melawan Thailand.

    Beruntung Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed menjadi penyelamat bagi Indonesia pada laga penentuan sehingga menang 3-2 atas Thailand.

    Baca Juga: Herry IP Bongkar Penyebab Malaysia Gagal Wujudkan Target di Thomas Cup 2026

    Namun, hasil itu belum cukup untuk mengantarkan Indonesia ke perempat final setelah kalah perhitungan poin set dengan Thailand dan Prancis.

    Kegagalan tim beregu putra ini menjadi pukulan telak bagi PBSI.

    Taufik Hidayat selaku Wakil Ketua Umum PBSI mengutarakan potensi pergantian pelatih.

    Selain itu, Taufik juga menekankan pemilihan sektor tunggal yang perlu ditempa lagi.

    "Mungkin, kenapa tidak? (Potensi perubahan pelatih)," kata Taufik dikutip Juara.net dari BolaSport.com.

    "Apakah ada perubahan dari sektor tunggal, bisa saja karena ada promosi dan degradasi bagi atlet. Begitu juga dengan pelatih."

    "Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu."

    "Tidak hanya pelatih teknik tetapi juga tim pendukung. Kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," imbuhnya.

    Pada dasarnya, mantan tunggal putra Indonesia itu mengatakan bahwa PBSI akan melakukan evaluasi.

    Baca Juga: Tim Malaysia Gagal Bawa Pulang Medali dari Thomas Cup, Sekjen BAM Ingatkan Hal Ini

    Bukan hanya untuk pelatih, tetapi juga pemain dan komponen tim yang bertugas selama di Horsens.

    Taufik menyampaikan permohonan maaf kepada penggemar bulu tangkis Indonesia setelah pencapaian minor di Thomas dan Uber Cup 2026.

    "Kami harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi."

    "Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup," tutur Taufik.

    Tak bisa dipungkiri bahwa ketegangan dirasakan tim Indonesia terutama ketika melawan Prancis.

    Walhasil, Alwi, Jojo, hingga Ginting kompak tak bisa menyumbang poin.

    "Faktornya pressure karena keinginan tinggi setelah Thailand bisa mengalahkan Prancis," ucap Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian.

    Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, pada laga terakhir grup Thomas Cup 2026 melawan Prancis di Forum Horsens, Denmark,  Selasa (28/4/2026).Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, pada laga terakhir grup Thomas Cup 2026 melawan Prancis di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). (PBSI)

    "Namun, keinginan mengalahkan Prancis itu jadi tidak bisa terkontrol, selain soal fisik," tambahnya.

    Taufik Hidayat pun membenarkan terkait tekanan yang dirasakan pemain.

    "Sektor tunggal dilihat ranking, berada di bawah Prancis dan hasil mereka lebih bagus sebelum Thomas Cup," ucap Taufik.

    "Bisa tanya kepada pelatih tunggal, Alwi (Farhan) kenapa, apa ada tekanan."

    "Jonatan berada di luar pelatnas. Beregu tidak memikirkan diri sendiri dan mereka belum bisa keluar dari ketegangan."

    "Banyak faktor yang harus diperbaiki, terutama Alwi dan Ubed, kami evaluasi maksimal."

    "Untuk Ginting kenapa, performa bagus tetapi saat cedera lawan Prancis, fisiknya belum maksimal meski sudah berjuang maksimal," paparnya.

    Masih ada dua tahun lagi bagi Indonesia untuk meningkatkan performa jika tidak ingin kembali terjungkal di Thomas Cup.

    Sebagai atlet muda, Alwi dan Ubed menjadi dua pebulu tangkis yang perlu disiapkan lebih baik di sektor tunggal.

    Komentar
    Additional JS