Surabaya Juara Umum Kejurprov IPSI Jatim 2026 BHS Cup, Pasuruan Jadi Kejutan | beritajatim
Surabaya Juara Umum Kejurprov IPSI Jatim 2026 BHS Cup, Pasuruan Jadi Kejutan | beritajatim.com
Ringkasan Berita:
- Surabaya menjadi juara umum Kejurprov IPSI Jatim 2026 BHS Cup.
- Kontingen Surabaya meraih 3 emas, 6 perak, dan 7 perunggu.
- Kabupaten Pasuruan tampil mengejutkan dengan raihan 3 emas dari 8 atlet.
- DPRD Jatim menegaskan pencak silat harus dijaga sebagai budaya asli Indonesia.
Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya berhasil meraih juara umum dalam gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI Jawa Timur 2026 bertajuk BHS Cup yang digelar di Gelora Pancasila Surabaya, Jumat (22/5/2026).
Kontingen Surabaya memuncaki klasemen akhir dengan raihan tiga medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu dari total 28 atlet yang diturunkan.
Sementara itu, Kabupaten Pasuruan tampil mengejutkan dengan hanya membawa delapan atlet, namun mampu menyamai perolehan tiga medali emas.
Dominasi Surabaya sebenarnya sudah terlihat sejak babak semifinal. Dari 16 kelas yang berhasil menembus semifinal, sembilan di antaranya lolos ke partai final.
Namun, sejumlah laga krusial disebut lepas akibat perubahan regulasi pertandingan yang terjadi hanya dua pekan sebelum kejuaraan dimulai.
Pelatih Kepala Kontingen Surabaya, Nur Azmi Rifai, mengakui target medali emas timnya belum sepenuhnya tercapai meski berhasil mempertahankan status juara umum.
“Kami memang menargetkan emas lebih banyak. Tapi dengan 16 semifinalis dan sembilan finalis, capaian ini tetap luar biasa. Evaluasi terbesar kami ada pada pemahaman peraturan karena regulasi berubah dua minggu sebelum pertandingan,” ujarnya saat ditemui di Gelora Pancasila.
Menurut Nur Azmi, perubahan aturan tersebut cukup memengaruhi performa atlet yang sebelumnya telah menjalani program latihan dan simulasi pertandingan sejak Januari 2026.
“Kami sudah berlatih hampir lima bulan dengan acuan aturan lama. Ketika aturan berubah mendadak, tentu ada penyesuaian yang belum maksimal. Beberapa kekalahan terjadi di poin akhir dan ada keputusan yang masih debatable,” katanya.
Meski demikian, Surabaya tetap optimistis menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Sebagai tuan rumah Porprov, Surabaya memasang target minimal lima medali emas.
“Di Porprov Malang kami dapat lima emas. Untuk Porprov Surabaya target tetap lima emas, kalau lebih itu bonus,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan Kejurprov IPSI tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, pencak silat memiliki posisi strategis sebagai warisan budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga eksistensinya di tengah perkembangan zaman.
“Pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting menjaga budaya asli Indonesia tetap hidup dan berkembang,” tegas Cahyo saat penutupan kejuaraan.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya fokus membangun kekuatan fisik, tetapi juga karakter dan mental sebagai generasi penerus bangsa.
“Olahlah rasa, olah pikiran, dan olah jiwa. Atlet pencak silat harus memiliki karakter kuat dan kepribadian yang mencerminkan budaya Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cahyo turut memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil meraih juara agar tetap semangat.
“Yang kalah punya peran penting melahirkan pemenang. Yang menang juga jangan berjumawa karena kemenangan hari ini belum tentu terulang di pertandingan berikutnya,” katanya.
Berikut daftar lima besar klasemen akhir Kejurprov IPSI Jatim 2026 BHS Cup:
- Surabaya — 3 emas, 6 perak, 7 perunggu
- Kabupaten Pasuruan — 3 emas
- Kota Malang — 2 emas, 1 perak, 1 perunggu
- Bangkalan — 2 emas, 2 perunggu
- Pamekasan — 2 emas, 1 perunggu
Panitia juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara. Juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp5 juta, dan juara ketiga Rp3 juta. [way/beq]