0
News
    Home Berita Eredivisie Featured KNVB Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Skandal Paspor Bek Timnas Indonesia Makin Runyam, KNVB Sebut 133 Laga Eredivisie Musim Ini Terancam Diulang - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Skandal Paspor Bek Timnas Indonesia Makin Runyam, KNVB Sebut 133 Laga Eredivisie Musim Ini Terancam Diulang - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:56 WIB


    NAC Breda masih tidak terima dengan putusan KNVB atas kasus Bek timnas Indonesia, Dean James (kiri) dan mengajukan opsi kort geding (putusan cepat) yang akan diputuskan pada Hari Senin (4/5/2026) (BARBARA GINDL/AFP)

    BOLASPORT.COM - Putusan KNVB soal kasus paspor pemain Timnas IndonesiaDean James di Liga Belanda masih tidak dapat diterima oleh NAC Breda.

    NAC Breda awalnya menuduh Dean James sebagai pemain ilegal dalam laga lawan Go Ahead Eagles.

    Dean James dituduh tidak memiliki izin kerja yang sah usai menerima kewarganegaraan Indonesia sejak Maret 2025.

    KNVB memutuskan untuk tidak mengulang laga Go Ahead Eagles vs NAC Breda yang dimenangkan Go Ahead Eagles dengan skor 6-0.

    NAC Breda tidak terima dengan keputusan tersebut.

    Dalam rilis resmi klub pada 15 April lalu, pihak klub resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Utrecht.

    NAC Breda mengajukan opsi kortgeding (pengadilan kilat) dalam hukum Belanda untuk penyelesaian kasus ini.

    Sebagai informasi, kortgeding adalah prosedur untuk mengajukan keputusan dalam waktu singkat yang ada dalam hukum Belanda.

    Opsi ini diambil karena kompetisi sepak bola Belanda musim 2025/2026 hampir berakhir, sehingga butuh keputusan instan.

    Baca Juga: Gara-gara Isu Paspoortgate, Dean James Harus Puasa Media Sosial Agar 'Tak Gila'

    Menurut laporan ESPN, kedua belah pihak (KNVB dan NAC Breda) sudah menyampaikan argumennya masing-masing terkait kasus ini.

    Pengadilan Utrecht akan mengumumkan keputusan atas kasus ini pada Senin (4/5/2026).

    Dalam proses hearing di pengadilan Utrecht, KNVB mengaku ada dua ancaman sangat serius terhadap iklim kompetisi sepak bola Belanda andai Pengadilan Utrecht mengabulkan permintaan NAC Breda.

    Pertama, ada 11 pemain yang akan terancam status kelayakannya di Liga Belanda gara-gara izin kerja yang diduga tidak sah.

    11 pemain yang dimaksud berasal dari Indonesia, Suriname, dan Cape Verde yang kini berkarier di Liga Belanda.

    Ancaman kedua yang lebih mengerikan tentu di kelangsungan kompetisi sepak bola itu sendiri.

    KNVB berargumen bahwa ada 133 pertandingan Eredivisie harus diulang pada musim 2025/2026.

    Tentu, mengulang 133 laga akan jadi skandal besar bagi sepak bola Belanda.

    Baca Juga: Setelah Bek Timnas Indonesia Dean James, Tim Geypens Juga Selamat dari Skandal Paspor

    Pasalnya, kompetisi bakal berakhir pada akhir bulan ini dan waktunya sudah tidak memungkinkan lagi.

    Kemungkinan tersebut terjadi karena ada agenda Piala Dunia 2026 yang digelar pada awal Juni mendatang.

    Marianne van Leeuwen selaku Perwakilan Dewan Kompetisi KNVB saat diwawancara ESPN mengaku bahwa Eredivisie 2025/2026 terancam tidak dapat dituntaskan andai Pengadilan Utrecht mengabulkan permintaan NAC Breda.

    "Kami pikir kekacauan akan terjadi karena begitu banyak klub lain yang telah mengajukan keberatan," kata Marianne van Leeuwen, atas nama dewan kompetisi KNVB.

    "Jika NAC menang, klub-klub lain juga akan mengajukan proses pengadilan singkat (kortgeding) dan sejenisnya. Itu bisa berarti kompetisi tidak dapat diselesaikan," kata Van Leeuwen.

    Pengacara KNVB berpendapat selama proses hukum singkat bahwa setidaknya 133 pertandingan Eredivisie telah dimainkan di mana pemain yang berpotensi tidak memenuhi syarat mungkin telah tampil.

    "Saya rasa kami tidak lalai. Kewarganegaraan adalah masalah yang sangat sensitif terhadap privasi. Pertama untuk para pemain, kedua untuk pemberi kerja, yaitu klub," ujar Van Leeuwen.

    Isu tersebut langsung diberitakan di arus utama media-media besar dunia seperti The Athletic, Euro News, hingga DAZN.

    Patut ditunggu apa keputusan dari Pengadilan Utrecht, Senin mendatang. Diharapkan para pemain Timnas Indonesia akan menemukan jalan terbaik dari kasus tersebut.

    Komentar
    Additional JS