0
Terkini
    Home Adhyaksa FC Berita Championship Featured FIFA liga 2 Liga Indonesia Persipura Jayapura PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Singgung Pantauan FIFA, PSSI Beri Peringatan dan Sesalkan Kerusuhan yang Terjadi usai Laga Persipura Vs Adhyaksa - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Singgung Pantauan FIFA, PSSI Beri Peringatan dan Sesalkan Kerusuhan yang Terjadi usai Laga Persipura Vs Adhyaksa - Semua Halaman - Bolasport.com


    BOLASPORT.COM - Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, melontarkan peringatan keras seusai terjadi kericuhan atau kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Papua setelah laga Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC Banten. Ia mengingatkan bahwa nasib sepak bola Tanah Air saat ini masih di pantau oleh FIFA.

    Duel Persipura Vs Adhyaksa FC tersaji dalam laga play-off penentuan promosi Championship 2025/2026, tersaji di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026).

    Dalam laga ini, tim tuan rumah memang jauh lebih diunggulkan dan dengan harapan bisa meraih kemenangan.

    Namun, pertandingan tak berjalan sesuai dengan harapan meski tim asuhan Rahmad Darmawan dalam laga ini tampil cukup bagus dan meyakinkan.

    Persipura tampil menekan sejak menit pertama dan bahkan beberapa peluang di dapatkan.

    Akan tetapi, tim berjulukan Mutiara Hitam tersebut harus mengakui keunggulan Adhyaksa seusai kalah 0-1.

    Kekalahan tersebut membuat Persipura pun kehilangan tiket promosi ke Super League musim depan.

    Baca Juga: Buntut Persipura Gagal Promosi ke Super League, Oknum Suporter Rusak Fasilitas Stadion hingga Bakar Mobil

    Setelah kekalahan dan gagal promosi ini menimbulkan kericuhan atau kerusuhan setelah pertandingan.

    Bahkan buntut dari kerusuhan tersebut wasit asal Uzbekistan Asker Nadjfaliev sempat tertahan di stadion.

    Ini karena gol Adilson Da Silva itu membuat mimpi pemain Persipura dan juga pendukung mereka merasa kecewa.

    Pasalnya, Persipura sudah lama absen dari kompetisi kasta tertinggi, sehingga ini menjadi pukulan telak.

    Buntut kegagalan tersebut suporter pun melupakan kekecewaaan melalui aksi perusakan fasilitas stadion.

    Perusakan tersebut dimulai dari bangku hingga layar monitor VAR dan peralatan junalis di lapangan.

    Kerusuhan ini langsung pecah setelah wasit meniup peluit panjang, sehingga aparat pun harus melakukan kerja ekstra.

    Kekecewaan itu bahkan membuat akses keluar masuk stadion dipalang oleh massa yang marah.

    Bahkan sang pengadil Asker dikabarkan tertahan di stadion hingga malam hari.

    PSSI pun tak tinggal diam, dan Yunus Nusi menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusuhan yang pecah pasca laga krusial antara Persipura melawan Adhyaksa FC.

    Menyikapi insiden tersebut, Sekjen PSSI Yunus Nusi mengingatkan para suporter bahwa aksi anarkis hanya akan memperburuk citra sepak bola Indonesia saat ini.

    Pasalnya, sepak bola Indonesia masih dalam pantauan ketat olehh FIFA, sehingga Yunus Nusi pun mengirim peringatan tegas untuk semua pihak.

    “PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di Jayapura dan tentu kita prihatin dengan keributan ini,” ujar Yunus Nusi sebagaimana dalam keterangan yang diterima BolaSport.com, Sabtu (9/5/2026).

    Yunus Nusi mengaku bahwa ini tak pernah terpikirkan, karena para pendukung Persipura diketahui sangat mencintai sepak bola.

    “PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam. Karena kami tahu bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola,” kata Yunus Nusi.

    “Tentu dengan cinta akan sepak bola pasti kalian ingin menjaga ketertiban dan keamanan di stadion Lukas Enembe,” ucapnya.

    Kericuhan yang pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura tidak hanya mencoreng sportivitas menurutnya.

    Akan tetapi, juga mengancam perjalanan transformasi sepak bola nasional.

    Yunus Nusi menyayangkan kegagalan suporter dalam menerima hasil pertandinggan kalah-menang.

    Ia juga menegaskan bahwa keributan yang terjadi ini merugikan seluruh pihak, terutama di tengah upaya Indonesia menjaga kepercayaan FIFA.

    “Dan ini tentu juga menggores perjalanan sepak bola kita yang kita tahu bersama ini kita sedang sementara dimonitori dan diawasi oleh FIFA,” jelas Yunus Nusi.

    Untuk itu, dalam kesempatan ini, Yunus Nusi memberi peringatan keras kepada suporter agar kejadian seperti ini tak akan terulang.

    Baca Juga: Takdir Pahit Persipura Belum Dikaruniai Promosi ke Kasta Tertinggi, 3 Play-off Beruntun Hasilkan Tetap Bertahan di Liga 2

    Menurutnya, sepak bola sudah biasa ada kalah dan menang dalam pertandingan, sehingga semua pihak harus bisa menerima dengan lapang dada.

    “Dan, PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi dan kita butuh kesabaran, kesadaran, bahwa menang dan kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan,” jelas Yunus Nusi.

    “Kita harus tahu dan bahwa pertandingan itu kalah, menang, atau seri dan itu pasti akan terjadi. Tidak akan mungkin tidak.”

    Ia tak hanya memberikan peringatan dan merasa prihatin dengan apa yang terjadi buntut kerusuhan yang terjadi seusai Persipura Vs Adhyaksa FC tersebut.

    Sekjen PSSI ini berharap suporter pun bisa lebih dewasa agar kejadian seperti itu tak akan terulang lagi, karena Indonesia pun masih dipantau FIFA.

    Untuk itu, ia berharap semua pihak bisa saling menjaga dan berharap semua tak akan terjadi seperti itu lagi.

    “Maka, ke depannya tolong kawan-kawan bila sepak bola kita ini akan terlihat maju di waktu yang akan datang, bila sepak bola ini akan menjadi tontonan yang menarik bagi keluarga kita, terhadap tim kesayangan kita, ayo kita bersama-sama untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masing-masing stadion,” ungkap Yunus Nusi.

    “Kita mulai dari kita sendiri, kita mulai dari suporter yang menjadi andalan klub kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting.”

    “Dan, bila terjadi kericuhan dan keributan semua juga rugi. Tidak ada yang diuntungkan. Sekali lagi, PSSI sangat menyayangkan dan prihatin akan kejadian ini,” tuturnya.

    Komentar
    Additional JS