0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Juara Kasus Liga Indonesia Lintas Peristiwa Persib Bandung Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    Ponsel milik Frans Putros hilangan. Ada 122 kecelakaan dan 2 korban tewas akibat tindak kekerasan sepanjang perayaan hattrick Persib Bandung.- Tirto

    12 min read

     

    Sisi Lain Persib Juara & Cerita yang Tercecer di Asia Afrika



    tirto.id - Jalan Asia Afrika menjelma jadi lautan biru yang bergemuruh oleh kepulan asap suar dan nyanyian kemenangan. Bobotoh dari segala penjuru kota mulai iring-iringan sejak pagi hari, Minggu (24/5/2026).

    Sukacita menggema, konvoi bergerak menuju titik akhir pengangkatan piala juara skuad Pangeran Biru. Suara klakson lebih nyaring dan berirama ketimbang hari biasanya. Suara-suara yang pekan lalu masih tertahan, sebelum akhirnya Persib meraih gelar juara ketiga kalinya di kompetisi Super League Indonesia.

    Skuad Maung Bandung memulai konvoi merayakan ‘bintang kelima’ dari arah Gedung Sate. Tim racikan Bojan Hodak ini menyusuri sejumlah rute, di antaranya Jalan Diponegoro, Ir. H. Juanda atau Dago, LLRE Martadinata, dan berakhir di Jalan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika untuk pengangkatan piala.

    Sepanjang konvoi, ribuan bobotoh tumpah ruah memadati jalanan. Panji-panji berkibar, sorak sorai bergemuruh bagi para pemain, lalu tak terhitung suar yang dinyalakan. Para bobotoh pun menyeragamkan diri dengan jersey tim kebanggaan: Persib Bandung.

    Noda di Tengah Lautan Biru Asia Afrika

    Persib Bandung saat konvoi

    Warga menyapa tim dan ofisial Persib Bandung saat konvoi juara BRI Super League 2025-2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/YU

    Namun, di balik megahnya pesta perayaan bintang kelima Maung Bandung, terselip kisah-kisah yang tercecer. Kota Kembang rupanya tak mampu menampung luapan daya euforia massa konvoi. Buntutnya, terjadilah sejumlah insiden yang menodai kebahagiaan.

    Kejadian tak menyenangkan bahkan turut dialami langsung oleh para punggawa Persib. Mulai dari ulah bobotoh yang sengaja mengambil kacamata seorang pemain, pemain yang saling dorong dengan massa, hingga puncaknya insiden Frans Putros kehilangan gawai miliknya.

    Kala itu Putros dan skuad Persib Bandung memutuskan berjalan kaki di kawasan Asia Afrika. Langkah tersebut dilakukan saat momen pengangkatan piala, imbas membludaknya massa.

    Sesaat kemudian, Putros menyadari dirinya kehilangan ponsel pintar. Detik-detik reaksi pemain berkebangsaan Irak saat menyadari gawainya hilang, beredar di dalam sosial media. Konten tersebut pun langsung ramai diperbincangkan warganet.

    Informasi kehilangan terkonfirmasi, sebab sejumlah pemain Persib juga mengunggah informasi kehilangan dalam sosial media masing-masing. Salah satunya dilakukan Julio Cesar, pemain bertahan Maung Bandung.

    AttentionPutros lost his cellphoneHelp to find. (Perhatian. Putros kehilangan telepon seluler. Tolong bantu mencari),” tulis Julio dalam unggahan story akun Instagram pribadinya dikutip Selasa (26/5/2026).

    Media Officer Persib Bandung, Jatnika Sadili, pun turut membenarkan informasi hilangnya ponsel pintar milik Putros. “Betul [gawai Putros hilang saat konvoi,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, pada Minggu (24/5/2026).

    Di sisi lain, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden kehilangan tersebut.

    Anton mengonfirmasi pula, Putros kehilangan gawai ketika perjalanan menuju JPO Asia Afrika untuk perayaan mengangkat piala juara. “Sedang melakukan penyelidikan terkait hilangnya HP pemain Persib kemarin. Ada beberapa saksi yang kami mintai keterangan,” jelas Anton dalam pesan singkat.

    Jatnika dan Anton belum memberi respons saat kontributor Tirto mencoba mengkonfirmasi progres penanganan insiden ini, pada Selasa (26/5/2026). Sementara pencarian pelaku juga dilakukan para bobotoh dan warganet secara digital.

    Warganet sempat menyoroti sejumlah rekaman atau cuplikan video detik-detik sebelum Putros menyadari ponsel pintar miliknya hilang. Beberapa orang lantas jadi tertuduh.

    Klarifikasi Moza & Kesiapan Tempuh Jalur Hukum

    Seorang bobotoh, Muhammad Moza, turut tertuduh sebagai pelaku pencurian gawai milik Putros. Gelagatnya dicurigai warganet sebagai pelaku lantaran posisinya berdekatan dengan pemain bernomor punggung 55 itu.

    Melalui akun Instagram @muhammadmoza, Moza membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan dirinya bukan seorang pencuri yang mengambil gawai milik pemain berkebangsaan Irak tersebut. Ia menjelaskan dalam sebuah video berdurasi sekira 1 menit untuk meluruskan informasi liar yang sempat beredar di jagat sosial media.

    “Pertama-tama saya ingin melakukan klarifikasi bahwa orang yang berada pada video tersebut betul adalah saya sendiri. Dan di momen tersebut, saya bisa tepat berada di belakang Putros itu dikarenakan situasi yang sangat padat dan juga mendesak,” ungkapnya, setelah Moza mengizinkan pernyataannya dikutip Tirto.

    Moza mengaku terdorong sampai ke area belakang Putros dan tetap ikut berjalan di belakangnya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari membludaknya massa yang sangat berdesak-desakan.

    Dalam narasi video yang beredar, Moza juga dituduh melakukan kontak dengan seseorang dan melancarkan aksi pencurian terhadap Putros. Ia membantah tuduhan liar terhadapnya. Ia menegaskan, tidak kenal dengan seorang lelaki berbaju hitam yang berada di sekitarnya.

    “Saya tidak melakukan perbuatan yang dituduh, baik dari mengambil dan berkontakan dengan pihak lain untuk melancarkan kegiatan. Serta saya tidak mengenal bapak-bapak baju hitam maupun orang yang menggunakan jaket dan juga penutup kepala yang berada di belakang saya sesuai yang dituduhkan di dalam video,” lanjutnya.

    Moza juga menjelaskan, saat detik-detik Putros menyadari kehilangan gawainya, ia tidak berada di lokasi tersebut. Moza siap berkoordinasi dengan pihak terkait, supaya tuduhan liar tersebut tidak semakin meluas.

    Moza pun bakal menempuh jalur hukum apabila tuduhan itu sudah dianggap pencemaran nama baik. “Saya siap menempuh jalur hukum jika terbukti dan sudah mulai masuk ke ranah pencemaran nama baik saya pribadi. Sekian klarifikasi saya,” tegas Moza.

    Bobotoh: Ini Konvoi Terburuk Persib Bandung

    Konvoi Persib

    Warga menyalakan suar saat pawai Juara Pancatakhta di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). Ribuan warga mengikuti pawai di sejumlah ruas jalan Kota Bandung untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih juara BRI Super League 2025-2026 yang merupakan juara kelima kalinya (pancatakhta) sejak era Liga Indonesia. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym.

    Urang rutin milu konvoi ti taun 2014 (Saya rutin ikut konvoi dari tahun 2014),” ungkap seorang bobotoh asal Riung Bandung, Ghani Fadilah, kepada Tirto, Selasa (26/5/2026).

    Ia menilai konvoi Persib Bandung semakin tidak kondusif dari tahun ke tahun. Apalagi usai menjuarai BRI Super League Indonesia 2025/2026, skuad Pangeran Biru menorehkan sejarah sebagai tim pertama dengan three peat atau hattrick juara di liga teratas tersebut.

    “Saya udah memprediksi konvoi tahun sekarang bakal lebih rame. Lebih banyak massa. Awalnya belum kepikiran ke arah chaos,” ungkapnya.

    Pemuda berusia 27 ini bahkan memutuskan untuk konvoi pada waktu pagi hari. Keputusannya itu dirasa tepat lantaran Kota Bandung amat kewalahan dengan adanya iring-iringan Persib Bandung. Ia juga memilih tidak begitu lama berdiam di lokasi konvoi karena massa yang terbilang membeludak.

    “Kemarin rencana awal ka Jalan Viaduct. Tapi lihat massa, edan, jadi stuck di Balaikota Bandung. Terus [skuad] Persib udah lewat. Jadi putar balik lanjut ngopi,” imbuhnya.

    Perbandingan situasi konvoi dari tahun ke tahun pun lebih mudah dinilai, kata Ghani, terlebih euforia ini sudah berjalan secara tiga tahun beruntun. Ia berani bilang bahwa konvoi kali ini merupakan yang paling buruk.

    “Dari semua aspek. Khususnya keamanan dan kenyamanan dari pemain atau official Persib, manajemen, pemkot, dan jajaran lainnya. Siga eweuh evaluasi ti acara pawai sebelumna (Kayak enggak ada evaluasi dari acara pawai sebelumnya),” tegasnya.

    Sisi Kelam Pesta Juara: Ratusan Korban & Evaluasi Total

    Konvoi Persib

    Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara BRI Super League 2025–2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). Ribuan warga mengikuti konvoi di sejumlah ruas jalan Kota Bandung untuk merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia tiga kali secara beruntun. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/tom.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mencatat terdapat 122 peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang perayaan gelar juara sejak beberapa hari terakhir. Dia pun mendapat laporan ada dua korban tewas akibat tindakan kekerasan dalam periode tersebut.

    “Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun. Kami sedang melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian, kami sedang menunggu hasil penyelidikan,” ungkap Farhan kepada wartawan di Pendopo Bandung, Minggu.

    Ia menjelaskan, sejumlah korban harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara dari 122 korban ini, tercatat 70 warga Kota Bandung dan 56 lainnya berasal dari luar daerah. Sementara 39 korban dirujuk ke rumah sakit, lalu sebanyak 26 korban masih dalam perawatan.

    “Kecelakaannya berlangsung sejak kemarin [Sabtu] malam sampai tadi [Minggu] jam 12 siang. Itu report terakhir. Pokoknya dalam rangka ruang waktu antara kemarin sampai hari ini,” jelasnya.

    Farhan tidak menampik, kondisi perayaan hattrick juara Persib amat padat. Bahkan, ledakan massa dari bobotoh yang terjadi mengharuskan para pemain turun dari kendaraan dan melanjutkan dengan berjalan kaki.

    “Secara keseluruhan sekarang ini sebetulnya berjalan sangat lancar, tapi memang ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, ya, tersendat. Karena nggak ada kendaraan yang bisa tembus, jadi terpaksa jalan,” ungkap Farhan.

    Padahal, menurutnya perjalanan iring-iringan dari arah Gedung Sate sempat berlangsung lancar. Namun kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi saat memasuki kawasan Alun-alun Bandung. Kendati begitu, acara tetap berjalan sesuai rencana.

    Menanggapi seluruh insiden yang sempat dialami warga Bandung dan para pemain Persib, ia berjanji bakal melakukan sejumlah evaluasi. Mulai dari keamanan dan lokasi perayaan. Terlebih kondisi tempat perayaan kali ini berbeda dengan tahun lalu.

    “Kenapa tahun lalu tidak terjadi? Jarak pawainya hanya 2 kilometer, yang sekarang 5 kilometer. Tahun lalu ditampungnya di Gasibu, yang daya tampungnya tiga kali lipat daripada Alun-alun Kota Bandung. Jadi, kepadatan, wajar aja terjadi gitu,” ucapnya.

    Penjelasan Farhan tersebut, belum memuaskan Ghani selaku bobotoh. Dia menekankan, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa dengan mudah melakukan evaluasi.

    “Kan sudah dilakukan selama 2 tahun berturut-turut. Tahun ini yang ketiga jadi acuan penilaiannya bisa objektif, harusnya angka kasus kecelakaan atau apapun yang menyangkut keamanan bisa ditekan seminimal mungkin,” Ghani menyesalkan.

    Sementara peneliti hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto, memberikan kritik tajam terhadap penyelenggara konvoi Persib Bandung pada tahun ini. Terlebih bagi pemerintah yang masih belum mampu memberi ruang aman bagi warga saat konvoi berlangsung.

    Ia juga merasa sudah malas menanggapi masalah tersebut. Bahkan secara kualitas, kata Eko, sudah terlihat jelas bagaimana kualitas pawai hat-trick juara ini yang justru memberi kesan tidak memuaskan bagi para pemain Persib.

    "Bobotoh, tadinya saya sudah malas ya bicara masalah ini karena nggak perlu dibahas pun kita sudah bisa lihat kualitas konvoi kemarin. Pemain nggak nyaman, malah pada emosi. Bobotoh banyak yang pingsan,” ungkapnya, setelah Eko mengizinkan pernyataannya dikutip Tirto.

    “Jadi tolonglah ini ya, evaluasinya tuh yang bener bukan cuma retorika gitu. Masa ada hajat di tempat publik, udah gitu, masa nggak dipersiapkan dengan baik gitu,” sambung Eko Maung, sapaan akrabnya.

    Pengamat sepakbola ini juga menilai, para penyelenggara tidak boleh hanya sebatas memberi imbauan titik lokasi konvoi. Melainkan juga perlu lebih sigap untuk mengantisipasi massa yang membeludak. Termasuk, secara cermat menyiapkan urusan jalur evakuasi.

    “Persiapannya juga harus oke dong ya, bukan cuma ngerilis jalur konvoi. Ah itu mah sama dengan undang 'woi ayo ke sini ke sini' gitu, tapi udah ke sini mau diapain terus biar aman gimana itu nggak ada ya. Mitigasinya. Tolonglah, ini kejadian sudah fix, sudah confirm ada dua orang meninggal,” sesalnya.

    tirto.id - News Plus

    Kontributor: Muhammad Nizar
    Penulis: Muhammad Nizar
    Editor: Siti Fatimah

    Komentar
    Additional JS