0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Liga Indonesia Persib Bandung Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    Persib Kecam Aksi Intimidasi di Bandara oleh Oknum setelah Lawan Persija, Kabarkan Satu Suporter Meninggal - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Persib Kecam Aksi Intimidasi di Bandara oleh Oknum setelah Lawan Persija, Kabarkan Satu Suporter Meninggal - Semua Halaman - Bolasport.com

    Rabu, 13 Mei 2026 | 12:40 WIB
    Penulis : 

    BOLASPORT.COM - Persib Bandung memberikan pernyataan terkait insiden setelah pertandingan melawan Persija Jakarta.

    Duel derbi klasik mempertemukan kedua tim dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026).

    Pertandingan ini berakhir dengan hasil 1-2 untuk kemenangan Persib dan tentunya berjalan panas sejak awal laga.

    Tensi juga sempat memanas setelah wasit meniup peluit akhir dan pemain masing-masing tim saling adu argumen.

    Tidak hanya di stadion, beberapa momen sempat menjadi sorotan termasuk dari oknum suporter.

    Persib memberikan menyayangkan aksi intimidasi yang mereka terima di bandara Sepinggan pada Senin (11/5/2026).

    Rombongan mendapatkan serangan dari oknum saat menunggu penerbangan dan ini sempat ramai dibicarakan di media sosial.

    Selain itu, mereka juga prihatin dengan kejadian yang terjadi di beberapa tempat setelah pertandingan tersebut.

    "Beberapa kejadian yang menjadi perhatian kami di antaranya adalah insiden di lapangan yang melibatkan pemain Persib, Beckham Putra, gangguan dan intimidasi yang diterima rombongan tim saat perjalanan kepulangan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, serta sejumlah insiden yang menimpa masyarakat dan Bobotoh di beberapa daerah," tulis rilis Persib.

    Susana pertandingan antara Persib melawan Persija, Minggu (10/5/2026).
    Susana pertandingan antara Persib melawan Persija, Minggu (10/5/2026). (PERSIB)

    Selanjutnya, ada aksi perusakan sebuah warung makan di Samarinda yang menimpa Bobotoh.

    Tiga suporter Persib juga menjadi korban pengeroyokan di Sukabumi dan Majalengka termasuk serangan pada momen nonton bareng di beberapa titik.

    "Kami menerima informasi terkait dugaan perusakan terhadap salah satu restoran Sunda di Kota Samarinda, insiden kekerasan yang menimpa seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat."

    "Pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang Bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung," ujarnya.

    Satu kabar duka juga terjadi saat suporter dari Karawang dalam perjalanan menonton Maung Bandung.

    Mereka berharap masalah ini harus diusut tuntas demi memberikan rasa aman kepada semua pihak.

    Pihak Persib masih menunggu proses penyelidikan yang berlangsung dan berjanji akan terus mengawal.

    "Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija."

    "Duka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola tidak seharusnya menghadirkan rasa takut, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa."

    "Kami menghormati proses penanganan dan pendalaman yang saat ini dilakukan oleh pihak berwenang terkait kejadian tersebut," ujarnya.

    Sebagai tidak lanjut, Persib sedang mengumpulkan bukti agar semua masalah ini bisa diusut tuntas.

    Termasuk agar ada tanggung jawab karena melibatkan suporter Maung Bandung dalam tensi yang masih memanas ini.

    Mereka berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak terprovokasi agar masalah lebih besar tidak terjadi.

    "Atas berbagai kejadian tersebut, saat ini Persib tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta sebagai bagian dari langkah yang akan kami tempuh secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab."

    "Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas."

    "Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama," ujarnya.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P
    Komentar
    Additional JS