0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia BWF Featured Spesial Thomas Cup Thomas-Uber Cup

    Perkara Ganda Putra Dikunci ketika Prancis ke Final, BWF Disarankan Ubah Aturan Thomas & Uber Cup - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

    Perkara Ganda Putra Dikunci ketika Prancis ke Final, BWF Disarankan Ubah Aturan Thomas & Uber Cup - Semua Halaman - Bolasport.com

    Rabu, 6 Mei 2026 | 11:40 WIB
    Penulis : 
    Walau menjadi ganda putra utama Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, baru bertanding pada partai kelima saat Indonesia menghadapi Prancis di fase grup Thomas Cup 2026. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Keberhasilan Prancis lolos ke final Thomas Cup 2026 menjadi sejarah tetapi juga menimbulkan perdebatan karena strategi susunan pemainnya. Evaluasi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dinantikan.

    Prancis berhasil lolos ke final Thomas Cup 2026 dengan memaksimalkan keunggulan mereka di sektor tunggal putra yang didukung aturan urutan tanding alias order of play.

    Kekuatan Negeri Mode memang terletak di sektor tunggalnya berkat gebrakan Christo Popov (rank 4 dunia), Alex Lanier, (rank ke-10), dan Toma Junior Popov (rank ke-17).

    Susunan pemain yang dimiliki memungkinkan Prancis memaksakan ketiga partai tunggal dihelat pada tiga pertama dari pertandingan berformat best-of-five ini.

    Komentar muncul dari ganda putra andalan India, Chirag Shetty, yang tidak sempat bertanding saat negaranya dikalahkan Prancis 0-3 di semifinal.

    Walau tak mau menyentuh aspek adil atau tidak adil karena sesuai aturan Thomas & Uber Cup, dia berharap ada perubahan untuk ke depannya.

    "Saya pikir setidaknya satu, entah ganda pertama atau ganda kedua, harus dipertandingkan di tiga partai pertama," ucapnya, dilansir dari Sportstar.

    "Itu karena orang-orang yang datang ke stadion hanya melihat tiga partai tunggal dan tidak ada partai ganda kalau selesai dalam tiga pertandingan."

    Prancis diuntungkan dengan aturan yang menyebut bahwa pemain yang bertanding rangkap harus mendapat jeda dan memainkan pertandingan tunggalnya lebih dulu.

    Pasalnya, ganda putra pertama mereka juga pemain tunggal pertama dan tunggal ketiga mereka yaitu Christo Popov/Toma Junior Popov yang berperingkat 21 dunia.

    Popov bersaudara tidak hanya bermain rangkap baru-baru ini saja melainkan sejak lama.

    Walau sering kalah dini sebagai ganda putra di BWF World Tour, mereka mencatat prestasi penting seperti menjadi Juara Eropa tahun lalu.

    Toma Junior Popov dan Christo Popov mencapai final Kejuaraan Eropa secara back-to-back. Sementara di BWF World Tour, pencapaian terbaik mereka ialah lolos ke final pada German Open 2025.
    Toma Junior Popov dan Christo Popov mencapai final Kejuaraan Eropa secara back-to-back. Sementara di BWF World Tour, pencapaian terbaik mereka ialah lolos ke final pada German Open 2025. (CRISTINA QUICLER/AFP)

    Lesatan Alex Lanier hingga menjadi tunggal putra kedua (bahkan sempat jadi yang pertama) turut menjadi faktor penting di balik formasi yang mengunci susunan pertandingan ini. 

    Karena order of play tidak bisa diganti saat Prancis menurunkan formasi terbaik mereka, negara lain harus bersabar untuk menggunakan keunggulan di ganda putra.

    Formasi Prancis tak hanya mendorong partai ganda putra ke dua partai terakhir tetapi juga memaksa pasangan pertama tampil belakangan.

    Indonesia turut menjadi korban ketika disingkirkan Prancis di babak penyisihan grup dengan kekalahan telak 1-4.

    Tekanan membuncah ketika Indonesia gagal mencuri poin dari tiga partai pertama walau Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting punya peluang menang.

    Pada partai keempat, ganda putra kedua, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, runtuh di bawah tekanan ketika diwajibkan menang.

    Pasangan peringkat ke-9 dunia itu kalah 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi yang berada di luar 50 besar ranking dunia.

    Kemenangan duet utama, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, atas Popov bersaudara pada partai terakhir pun tidak ada artinya.

    Selain Indonesia dan India, Prancis juga mengalahkan negara pemenang trofi Thomas Cup lain yaitu Jepang di perempat final dengan skor 0-3.

    Prancis akhirnya kalah di final dari China (1-3), satu-satunya negara yang amunisinya unggul secara peringkat dan head-to-head pada ketiga partai tunggal.

    Kekalahan Prancis lainnya juga dialami dari negara yang punya keunggulan di tunggal putra yaitu Thailand pada laga pertama fase grup.

    Kemenangan pemain nomor dunia, Kunlavut Vitidsarn, atas Christo Popov pada partai pembuka menentukan arah pertandingan.

    Satu perubahan yang bisa membuka lebih banyak permutasi untuk urutan pertandingan adalah dihapuskannya keharusan bagi pemain rangkap untuk memainkan partai tunggalnya lebih dulu.

    Masih ada waktu dua tahun lagi sebelum Thomas & Uber Cup 2028 yang rencananya akan dihelat di Indonesia.

    OPSI ORDER OF PLAY THOMAS CUP SAAT INIMS1-MD1-MS2-MD2-MS3

    MS1-MD2-MS2-MD1-MS3

    MS1-MS2-MD1-MS3-MD2

    MS1-MS2-MD2-MS3-MD1

    MS1-MS2-MS3-MD1-MD2

    MS1-MS2-MS3-MD2-MD1

    MS1-MD1-MS2-MS3-MD2

    MS1-MD2-MS2-MS3-MD1

    *) MS = tunggal putra, MD = ganda putra

    Komentar
    Additional JS