0
Terkini
    Home Berita Featured Piala Asia U-17 Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia U-17

    Pengamat Sorot Mentalitas Timnas U17 Indonesia Saat Tertinggal - Kompas

    7 min read

     

    Pengamat Sorot Mentalitas Timnas U17 Indonesia Saat Tertinggal

    KOMPAS.com - Kekalahan 0-2 dari Qatar pada laga kedua Grup B Piala Asia U17 2026 menjadi pukulan bagi Indonesia.

    Partai Timnas U17 Indonesia vs Qatar telah digelar pada Sabtu (9/5/2026) di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

    Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, melihat masih ada sisi positif yang bisa menjadi modal penting Timnas U17 Indonesia untuk laga terakhir melawan Jepang.

    Baca juga: Kegagalan Piala Thomas Jadi Momentum PBSI Benahi Pembinaan Akar Rumput

    Menurutnya, Timnas U17 Indonesia sebenarnya menunjukkan perkembangan dibanding pertandingan pertama saat menang tipis atas China.

    Siasat Iran Ambil Pasokan China, "Kelabui" Blokade AS Pakai Kereta Kontainer

    Tim tampil lebih agresif dan mampu menciptakan peluang lebih banyak saat menghadapi Qatar.

    “Tentunya ini adalah hasil yang harus membuat kita bersabar dulu ya. Karena ini memang sifatnya grup yang bisa dikatakan grup neraka dan kita akhirnya menelan kekalahan di laga kedua dan akan melakukan laga yang menurut saya berat di laga ketiga melawan Jepang,” tuturnya kepada KOMPAS.com.

    Baca juga: Timnas U17 Indonesia Takluk dari Qatar, Kuniawan Soroti Transisi dan Mental Pemain

    Dalam laga melawan Qatar, Indonesia memang tampil berani sejak menit awal. Anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto bahkan mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen dan berkali-kali menekan pertahanan Qatar.

    Peluang emas hadir pada menit ke-16 ketika Indonesia mendapatkan penalti. Namun eksekusi Mathew Baker berhasil digagalkan penjaga gawang lawan, Bakri Mohamed.

    Baginya, kegagalan penalti itu menjadi salah satu titik penting yang memengaruhi jalannya pertandingan.

    Baca juga: Arema FC Kalah, Suporter Protes Tuntut Singo Edan Berbenah

    “Di laga kedua berhadapan dengan Qatar menurut saya dari segi menciptakan peluang sudah lebih bagus dari laga pertama," kata Rizal Pahlevi.

    "Tapi memang ini adalah pertandingan yang sifatnya cukup kejam karena kita menciptakan banyak peluang yang sifatnya bisa dikonversi menjadi gol tapi sayang tidak bisa dimaksimalkan,”

    “Termasuk penalti di babak pertama dimana Mathew memiliki reputasi sebagai pengambil penalti khususnya di laga persahabatan melawan Arab Saudi pun dia mencetak gol dengan cara yang begitu baik,” imbuhnya.

    Baca juga: Kata-kata Kurniawan DY Usai Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Qatar 0-2

    Mental Saat Tertinggal Jadi Sorotan

    Setelah gagal memanfaatkan peluang, Indonesia justru kehilangan momentum di babak kedua. Timnas U17 Qatar mulai lebih efektif dan berhasil mencetak dua gol lewat Ayokunle Tokode dan Dhiaeddine Larbi Benyatla.

    “Di pertandingan melawan Qatar ini kita ada faktor kurang beruntung dan akhirnya kita harus puas, tidak bisa memaksimalkan peluang penalti tersebut. Di babak kedua ketika Qatar mencetak gol tampaknya itu menjadi sebuah pukulan tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto ini,” ujar pengamat dari Jakarta itu.

    Masalah mental saat tertinggal memang masih menjadi pekerjaan rumah Timnas U17 Indonesia dalam setahun terakhir.

    Para pemain Timnas U17 Indonesia berpose jelang duel Timnas U17 Indonesia vs Qatar di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) pukul 23.30 WIB.

    Lihat Foto

    Baca juga: Jalan Terjal Garuda Muda di Piala Asia U17 2026

    “Saya menyoroti dalam periode 1 tahun terakhir sejak angkatan tahun lalu Timnas U17 ini memiliki sesuatu atau skenario yang mana kita selalu menemukan kesulitan saat dalam keadaan tertinggal terlebih dahulu,” ujar Rizal Pahlevi.

    “Itu menjadi karakteristik yang menurut harus menjadi bahan evaluasi. Karena itu menjadi kondisi yang masih terbukti sulit untuk mengembalikan keadaan atau setidaknya menyamakan kedudukan setelah ketinggalan,” sambungnya.

    Harapan Masih Terbuka

    Meski kalah, peluang Indonesia untuk lolos ke perempat final Piala Asia U17 2026 belum sepenuhnya tertutup.

    Tetapi, tantangan besar sudah menanti karena pada laga terakhir babak penyisihan Grup B, Indonesia harus menghadapi Jepang, Selasa (12/5/2026) mendatang.

    “Yang praktis sejauh ini sudah meraih kemenangan dari dua laga dan mencetak 5 gol serta kebobolan 2 gol saja. Itu tentunya adalah tim sebenarnya yang bisa kita katakan akan menyulitkan di laga terakhir,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu.

    Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Qatar 0-2, Garuda Muda Tumbang

    Meski begitu, ia tetap melihat peluang selama Putu Ekayana dkk mampu bermain disiplin dan menjaga rasa percaya diri.

    “Kita bisa berharap pada laga terakhir tersebut dan sekaligus berharap laga lain juga menguntungkan bagi kita,” pungkasnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Iran Ubah Strategi Propaganda, Pakai Meme dan AI Serang AS-Israel

    Komentar
    Additional JS