Pemutihan Kartu di Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC, Ini Presiksi Line Up Kedua Tim - Tribunnews
Pemutihan Kartu di Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC, Ini Presiksi Line Up Kedua Tim
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman dan Garudayaksa FC dipastikan tampil dengan kekuatan penuh saat berlaga di partai final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).
Kepastian itu didapat setelah adanya kebijakan pemutihan kartu kuning untuk laga final kompetisi kasta kedua ini.
Sesuai regulasi dari i-League, seluruh akumulasi kartu kuning pemain dihapus jelang partai puncak.
Dengan begitu, pemain yang sebelumnya terancam absen akibat hukuman akumulasi kini dapat kembali dimainkan.
Kebijakan tersebut berlaku untuk kedua tim finalis yang akan saling berebut trofi juara Championship musim ini.
Bagi PSS Sleman, aturan tersebut menjadi keuntungan besar. Sebab, Super Elja sebelumnya harus kehilangan bek senior Fachruddin Aryanto pada laga terakhir penyisihan grup akibat akumulasi kartu kuning.
Kini, pemain berpengalaman asal Klaten itu dipastikan bisa kembali memperkuat lini pertahanan Laskar Sembada.
Rekomendasi Untuk Anda
Fachruddin diprediksi bakal kembali berduet dengan bek asing asal Brasil, Lucas Gama atau yang akrab disapa Lucao, di jantung pertahanan PSS.
Kombinasi keduanya diharapkan mampu meredam agresivitas lini depan Garudayaksa FC.
Baca juga: Prediksi Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC: Super Elja Lebih Diunggulkan
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyambut positif keputusan pemutihan kartu kuning tersebut.
Menurutnya, aturan itu membuat kedua tim dapat tampil dengan kekuatan terbaik di laga final.
“Itu rule dari i-League. Jadi kita mensyukuri, semua pemain bisa full team nanti di pertandingan,” ujar Ansyari Lubis, Jumat (8/5/2026).
Mantan pelatih PSMS Medan itu mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa pemain PSS yang sudah berada dalam ancaman akumulasi kartu.
Namun, dengan adanya pemutihan, mereka tetap bisa tampil tanpa hambatan.
“Ada yang sudah dua kali, ada yang tiga kali kartu kuning. Fachruddin sudah selesai jalani akumulasi kartu kuning. Mungkin kayak Kevin Gomes, dia sudah tiga kali kuning, sekarang ada pemutihan,” jelasnya.
Selain diuntungkan dengan kekuatan penuh, PSS juga memiliki modal penting karena tampil di hadapan pendukung sendiri.
Laga final akan digelar di Stadion Maguwoharjo yang diprediksi dipenuhi ribuan suporter Super Elja.
Ansyari menilai dukungan suporter bakal menjadi tambahan energi bagi para pemainnya untuk tampil maksimal di laga penentuan tersebut.
“Ya pastilah kita punya suporter yang luar biasa. Dukungan suporter pasti menjadikan energi buat pemain, dan mudah-mudahan kita bisa membahagiakan suporter,” katanya.
Meski tampil di kandang sendiri dan dibebani ekspektasi tinggi, Ansyari memastikan kondisi mental para pemain tetap sangat baik.
Ia menyebut skuad PSS saat ini bermain tanpa tekanan dan menikmati momen final.
“Enjoy, semuanya sudah nothing to lose. Jadi saya bilang final ini bonus. Nikmatin pertandingan dan semua pemain juga menikmati,” ucapnya.
PSS diperkirakan tetap menggunakan formasi andalan 4-3-3.
Di bawah mistar, Ega Rizky dipercaya menjadi pilihan utama.
Lini belakang bakal dihuni Saiful Djoge, Fachruddin Aryanto, Lucao, dan Kevin Gomes.
Di sektor tengah, Figo Dennis, Dominikus Dion, dan Frederic Injai diprediksi menjadi motor permainan.
Sementara trio lini depan kemungkinan ditempati Riko Simanjuntak, Gustavo Tocantins, dan Terens Puhiri.
Sementara itu, Garudayaksa FC juga diprediksi turun dengan kekuatan terbaiknya menggunakan skema serupa.
Tim tersebut akan mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman seperti Adittia Gigis, Andik Vermansyah hingga striker Everton Nascimento.
Prediksi Susunan Pemain
PSS Sleman (4-3-3):
Ega Rizky; Saiful Djoge, Fachruddin Aryanto, Lucao, Kevin Gomes; Figo Dennis, Dominikus Dion, Frederic Injai; Riko Simanjuntak, Gustavo Tocantins, Terens Puhiri.
Garudayaksa FC (4-3-3):
Yoewanto Beny; Alfin Faiz, M Bagus Nirwanto, Vytas Gaspuitis, Adittia Gigis; Andik Vermansyah, Agus Nova, Asep Berian; Christian Frydek, Everton Nascimento, Feby Eka Putra.