Masalah Internal PSBS Biak, Pelatih Marian Mihail Tolak Mogok dan Tegaskan Degradasi Bukanlah Akhir - Semua Halaman - Bolasport
Masalah Internal PSBS Biak, Pelatih Marian Mihail Tolak Mogok dan Tegaskan Degradasi Bukanlah Akhir - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 8 Mei 2026 | 05:00 WIB
BOLASPORT.COM - Marian Mihail memberi penjelasan mengenai situasi terkini PSBS Biak seusai resmi terdegradasi.
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, muncul kembali setelah sempat menghilang pekan lalu.
Saat Badai Pasifik bertandang ke Persebaya Surabaya (2/5/2026), sosok pelatih kepala di Stadion Gelora Bung Tomo adalah Kahudi Wahyu.
Namun dalam jumpa pers pralaga melawan Dewa United pada Kamis (7/5/2026) hari ini, Mihail kembali.
Sosok 67 tahun asal Rumania itu memberi klarifikasi terkait rumor yang beredar bahwa ia telah dicopot.
"Dalam beberapa hari terakhir, banyak hal telah disampaikan secara publik mengenai posisi saya, tim dan dan situasi yang sedang terjadi di PSBS Biak," ucap Mihail dalam rilis yang diterima BolaSport.com.
"Menjelang pertandingan berikutnya, saya merasa penting untuk menyampaikan hal-hal ini secara langsung dan dengan penuh rasa hormat kepada publik, para suporter, dan sepak bola Indonesia."
"Pertama-tama, saya ingin memperjelas posisi saya. Saya memiliki kontrak yang sah dengan PSBS Biak hingga akhir musim 2027."
"Dan saya berniat untuk menghormati serta menjalankan kontrak tersebut secara profesional."
Baca Juga: Piala Asia U-17 2026 - Nasib Malang Thailand, Tak Senasib dengan Timnas U-17 Indonesia dan Vietnam
"Segala berita atau rumor lain yang beredar di media mengenai posisi saya hanyalah asumsi atau spekulasi dan tidak mencerminkan situasi resmi saya."
PSBS menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Super League musim ini.
Merespons situasi tersebut, Mihail meminta fans Napi Bongkar untuk tak berhenti berharap.
"Terkait situasi olahraga klub, degradasi bukanlah akhir dari sebuah klub sepak bola," tutur Mihail.
"Sejarah sepak bola memberikan banyak contoh klub yang pernah terdegradasi tetapi kemudian kembali lebih kuat, lebih terorganisir, dan lebih stabil, contohnya adalah PSS Sleman."
Mihail pernah melatih PSS pada 2024, dan kini klub tersebut promosi dari Championship ke kasta tertinggi.
Mengenai finansial klub, Mihail menegaskan dirinya menolak rencana mogok main.
Rencana tersebut sempat mengemuka sebelum laga kontra Dewa United, besok.
"Terkait situasi finansial, kesulitan finansial dalam sepak bola sayangnya bukan hal yang jaran terjadi, dan saya memahami bahwa klub-klub lain juga menghadapi tantangan sepanjang musim ini," urai Mihail.
"Pada 17 April 2026, perwakilan dari PSSI secara terbuka menyampaikan bahwa terdapat mekanisme dan jaminan dalam kerangka kompetisi untuk melindungi kewajiban finansial yang masih tertunda terhadap pemain, pelatih, dan staf."
"Untuk alasan tersebut, saya tidak mendukung eskalasi masalah internal ke ranah publik. Penolakan untuk bermain, aksi mogok, ataupun tindakan apa pun yang dapat merusak citra klub, Papua, ataupun sepak bola Indonesia keseluruhan," ujarnya.
Baca Juga: ASEAN Club Championship - Perkasa di Liga Malaysia, Johor Darul Ta'zim Dibantai Buriram United