0
News
    Home Berita Featured Jay Idzes Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif PSV Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Kisah Pedih Jay Idzes: Dicoret PSV, Bangkit dari Nol, Kini Jadi Tembok Kuat Timnas Indonesia - Viva

    4 min read

     

    Kisah Pedih Jay Idzes: Dicoret PSV, Bangkit dari Nol, Kini Jadi Tembok Kuat Timnas Indonesia

    Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes.

    Kamis, 23 April 2026 - 14:56 WIB

    VIVA Banyumas – Perjalanan menuju puncak karier sepak bola tidak selalu dihiasi kemudahan. Hal ini tergambar jelas dalam kisah kapten Timnas IndonesiaJay Idzes, yang harus melewati berbagai rintangan sebelum akhirnya mencapai titik kesuksesan.

    Cerita Jay Idzes menjadi inspirasi bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju pencapaian yang lebih besar.

    Sejak usia muda, Jay Idzes sudah menunjukkan minat dan bakat besar di dunia sepak bola. Namun, ujian berat datang saat dirinya baru berusia 14 tahun.

    Ia harus menerima kenyataan pahit ketika akademi besar asal Belanda, PSV Eindhoven, memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya. Keputusan tersebut menjadi pukulan berat bagi seorang pemain muda yang memiliki mimpi besar.

    "Saat usia 14 tahun di PSV, mereka bilang saya harus pergi. Itu adalah pukulan telak karena saya pikir saya akan bermain di sana selamanya," ungkap Jay Idzes dalam sebuah sesi wawancara dikutip dari kanal YouTube Yukka Harlanda, Rabu (22/4/2026).

    Meski mengalami kekecewaan mendalam, Jay Idzes tidak membiarkan dirinya terpuruk. Ia memilih untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan kariernya dengan bergabung bersama VVV-Venlo dan Helmond Sport. Langkah tersebut menjadi titik awal bagi dirinya untuk membangun kembali karier dari nol.

    Namun, perjalanan Jay Idzes kembali diuji ketika akademi tempat ia berlatih mengalami kebangkrutan setelah dua musim berjalan. Kondisi ini memaksanya untuk kembali mencari klub baru demi mempertahankan mimpinya sebagai pesepak bola profesional.

    Dalam situasi sulit tersebut, Jay Idzes menunjukkan mentalitas kuat dengan melanjutkan kariernya ke FC Eindhoven.

    Tidak berhenti di situ, ia kemudian mendapatkan kesempatan emas untuk bermain bersama Go Ahead Eagles selama tiga musim. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk kualitas permainan dan mentalnya.

    Kerja keras Jay Idzes akhirnya membuahkan hasil. Kini, ia berhasil menembus kompetisi yang lebih tinggi dengan memperkuat Venezia di Serie B Italia yang tengah berambisi promosi ke Serie A. Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan konsistensi dapat membawa seseorang menuju kesuksesan.

    Dalam refleksi perjalanan hidupnya, Jay Idzes mengungkapkan bahwa setiap kejadian memiliki makna tersendiri, bahkan yang terlihat sebagai kegagalan sekalipun.

    "Jika saya tetap di PSV, mungkin karier saya tidak akan seperti ini. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Kamu tidak bisa mengontrol apa yang terjadi, tapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu bereaksi," tuturnya penuh keyakinan.

    Filosofi tersebut menjadi pegangan kuat bagi Jay Idzes dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia percaya bahwa rasa syukur dan sikap positif adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan.

    "Jika PSV tidak mengeluarkan saya, mungkin sekarang saya hanya bekerja kantoran di Belanda. Saya bersyukur atas masa lalu karena itu membentuk saya yang sekarang," pungkas Jay.

    Kisah Jay Idzes ini tidak hanya relevan bagi pecinta sepak bola, tetapi juga bagi siapa saja yang sedang berjuang menghadapi kegagalan.

    Komentar
    Additional JS