0
Terkini
    Home Berita Championship Featured Liga Indonesia PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Insiden di Jayapura Bikin PSSI Pikir-pikir Cabut Larangan Suporter Away - detik

    3 min read

     

    Insiden di Jayapura Bikin PSSI Pikir-pikir Cabut Larangan Suporter Away

    Kondisi Stadion Lukas Enembe Pascakericuhan. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

    Jakarta - Insiden kericuhan di Jayapura membuat PSSI kembali mempertimbangkan wacana pencabutan larangan suporter away. Federasi menilai situasi sepakbola Indonesia masih membutuhkan evaluasi besar soal keamanan pertandingan.

    Kericuhan terjadi usai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam playoff promosi ke Super League di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026).

    Hasil tersebut membuat Persipura gagal promosi ke Super League musim depan. Tim Mutiara Hitam pun dipastikan tetap bermain di kompetisi level kedua untuk musim kelima secara beruntun.

    Kekecewaan suporter kemudian memicu kericuhan. Sejumlah pendukung masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, hingga membakar kendaraan yang terparkir di sekitar area stadion.

    Sekjen PSSI Yunus Nusi menyebut insiden di Jayapura menjadi bahan evaluasi penting bagi federasi dan klub.

    "Kami bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kami inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama," kata Yunus Nusi kepada wartawan, Sabtu (9/5).

    "Kami berharap khususnya menyangkut suporter, teman-teman klub untuk bersama-sama membina, bersama-sama saling menjaga agar ke depan pertandingan demi pertandingan ditonton oleh masyarakat umum, ditonton oleh keluarga dengan enak, dengan baik, tanpa ada keributan apa pun," ujarnya menambahkan.

    Larangan Suporter Away Belum Dicabut

    PSSI juga belum memastikan kapan larangan suporter away akan dicabut.

    Aturan tersebut sudah diterapkan sejak Tragedi Kanjuruhan dan masih dianggap menjadi salah satu cara untuk meminimalisir potensi kericuhan antarsuporter.

    Yunus menegaskan PSSI masih menunggu laporan lengkap dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait pelaksanaan kompetisi musim ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

    "Yang jelas sampai dengan saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut dan kami minta kepada PT LIB (I.League) untuk sesegera juga menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini pada proses penyelenggaraan Super League, Championship mulai dari awal sampai akhir," ucap Yunus Nusi.

    "Kita lihat perkembangannya seperti apa, LIB juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum, Eksekutif Komite akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka home dan away untuk suporter," tuturnya.

    PSSI Masih Evaluasi Sistem Home-Away Suporter

    PSSI menilai pembukaan kembali akses suporter tandang masih membutuhkan kajian mendalam. Federasi tidak ingin mengambil risiko di tengah situasi keamanan pertandingan yang masih kerap memunculkan kericuhan.

    Insiden di Jayapura pun kembali menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan suporter masih menjadi pekerjaan besar sepakbola Indonesia.

    (mro/krs)

    Komentar
    Additional JS