Hasil Final AVC Champions League 2026 - Sejarah Bola Voli Indonesia, Bhayangkara Juara untuk Gelar Pertama di Asia - Semua Halaman - Bolasport
Hasil Final AVC Champions League 2026 - Sejarah Bola Voli Indonesia, Bhayangkara Juara untuk Gelar Pertama di Asia - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 17 Mei 2026 | 21:08 WIB
BOLASPORT.COM - Tim bola voli putra Indonesia, Jakarta Bhayangkara Presisi, mencatatkan sejarah dengan berhasil meraih gelar juara AVC Champions League 2026.
Bhayangkara tampil impresif untuk mengalahkan tim asal Iran, Foolad Sirjan Iranian dalam pertarungan empat set.
Mereka menang dengan skor 3-1 (25-20, 24-26, 25-23, 25-23) pada laga yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Minggu (17/5/2026).
Jalannya Pertandingan
Poriya Hossein pada percobaan serangan pertamanya langsung berhasil membuka keran skor untuk Foolad.
Namun, kesalahan Poriya dalam servis memberikan poin penyama kedudukan. Spike Simon Aties dalam memanfaatkan overpass membawa Bhayangkara berbalik unggul di awal laga.
Bhayangkara bahkan mulai memimpin tiga angka pada 4-1, keunggulan bertahan sampai 8-4 setelah back-to-back service ace dihasilkan Noumory Keita.
Farhan Halim ikut menyumbang poin lewat poin serangan dari posisi nomor empat untuk tetap menjaga keunggulan empat angka pada 9-5.
Simon Aties menunjukkan kelasnya dengan penampilan kuat di lini depan sebagai pemain dunia berusia 38 tahun itu.
Adapun Nizar Julfikar menjalankan tugasnya dengan baik sejauh ini untuk membangun set-up serangan kepada Keita dan Rok Mozic.
Keita juga membantu blok dan berhasil mencatatkan block point untuk memperlebar keunggulan menjadi lima angka pada 14-9.
Bhayangkara makin di atas angin saat memimpin dengan skor 23-17 setelah spike keras yang dilepaskan Farhan Halim.
Foolad masih membalas tiga poin, Keita akhirnya berhasil memetic poin kemenangan untuk Bhayangkara pada set pertama.
Set kedua, Bhayangkara dalam keadaan selalu tertinggal dua angka sampai skor 6-8. Kedudukan akhirnya berhasil disamakan menjadi 8-8 setelah service ace dihasilkan oleh Rok Mozic.
Foolad kemudian Kembali ungul dua angka, tapi Bhayangkara memaksa skor kembali berimbang sampai 15-15.
Bhayangkara bahkan mendapatkan momentum dengan balik memimpin dua angka pada 19-17 hingga 20-18. Tetapi, Foolad menyamakan kedudukan sampai pelatih Reidel Toiran mengambil jatah timeout.
Foolad lebih dulu mencatatkan set point dengan keunggulan satu poin, tetapi masih bisa diselamatkan oleh Keita.
Akan tetapi, Foolad yang mendapatkan set point keduanya berhasil menuntaskan set kedua setelah double block dari Poriya Hossein dan Amir Hossein Toukhteh berhasi mematahkan spike Keita.
Set ketiga, Bhayangkara mendapatkan momentum dengan unggul dua angka pada 9-7. Tetapi, kedudukan berhasil disamakan pada 10-10.
Duel berlangsung alot setelahnya sampai skor berimbang hingga 23-23. Bhayangkara bangkit dari ketertinggalan tiga angka dari 20-23.
Kesalahan set-up serangan dari lawan memberikan keuntungan untuk Bhayangkara mendapatkan set point duluan.
Keita tidak membuang kesempatan untuk menuntaskan set ketiga setelah menyambar keras umpan dari Nizar.
Set ketiga, Bhayangkara memulai dengan sangat percaya diri sampai sempat unggul empat angka pada 11-7.
Akan tetapi, Foolad menyamakan skor pada 13-13 setelah kesalahan receive dari Farhan Halim. Kedudukan terus berimbang setelahnya hingga 23-23.
Spike keras Keita menghasilkan block touch untuk match point pertama bagi Bhayangkara. Nomury Keita luar biasa menutup laga lewat service ace.
Ini menjadi gelar pertama bagi klub asal Indonesia yang menjadi juara pada Kejuaraan Voli Asia Klub sejak pertama kali digelar tahun 1999.