0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured ILeague Liga Indonesia PSBS Biak Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    Hasil Club Licensing I.League, PSBS Biak Jadi Satu-satunya Tim Super League yang Gagal Lolos - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Hasil Club Licensing I.League, PSBS Biak Jadi Satu-satunya Tim Super League yang Gagal Lolos - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:45 WIB

    (Dari kiri ke kanan) Asep Saputra sebagai Direktur Kompetisi I.League, Essy Asiah selaku Ketua Komite Club Licensing, dan Sadikin Aksa selaku Direktur Bisnis dan Komersial I.Legue. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - I.League selaku operator kompetisi mengeluarkan hasil club licensing untuk musim 2025/2026 dan dari 18 klub yang ada. Satu tim dipastikan gagal lolos yakni PSBS Biak.

    PSBS Biak musim 2025/2026 ini memanh menjadi sorotan, karena mereka dipastikan resmi terdegradasi dari Super League musim depan.

    Tim berjulukan Badai Pasifik memang musim ini mendapat banyak perhatian.

    Ini karena PSBS Biak dilanda beberapa masalah salah satunya soal isu finansial.

    Baca Juga: Bawa Perubahan Besar! I.League Bangga Championship Sukses Cetak Sejarah Berkat VAR dan Persaingan Sengit

    Bahkan belum lama ini banyak pemain yang mengeluh karena gaji telat beberapa bulan.

    Super League di musim ini, di babak Super League 2024-2025, untuk regulasi nasional kompetisi di Super League, itu ada 17 klub yang granted di lisensi klub nasional untuk Super League,” ujar Asep Saputra kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    “Satu klub tidak mendapatkan lisensi di siklus ini untuk Super League, pada kompetisi di Super League, karena ada beberapa poin kriteria yang kategorinya A tidak terpenuhi,” ucapnya.

    Ia mengatakan bahwa memang hanya 17 klub yang lolos, dan satu yang gagal karena memang performanya juga lagi menurun.

    “Dari 18 klub yang menjalani kompetensi, ada 17 klub yang granted Super League. Satunya tidak, adalah PSBS Biak,” kata Asep Saputra.

    PSBS Biak memang tidak ideal karena saat ini mereka bermain di Sleman dan ini dipastikan jauh dari rumahnya sendiri.

    Untuk itu, tak hanya masalah finansial, tetapi juga masalah kandang, situasi tak ideal ini membuat PSBS Biak terdegradasi.

    Bahkan musim ini mereka harus finis di posisi juru kunci meski saat ini Super League masih menyisakan dua pertandingan.

    Lebih lanjut, Asep Saputra menyebut akan ada konsekuensi yang akan dialami oleh PSBS Biak.

    Mereka bisa mendapat hukuman pengurangan poin untuk musim 2026/2027.

    Namun, Asep belum bisa menyebut berapa pengurangan poin yang didapatkan oleh PSBS Biak.

    Baca Juga: Persib Dihukum AFC Imbas Insiden Lawan Ratchaburi di GBLA, Main Tanpa Suporter 2 Laga dan Denda Rp3,5 Miliar

    Tetapi, tim pun bisa mengajukan banding, meski sampai saat inibelum ada.

    “Ada da konsukuensi sanksi pengurangan poin, klub sudah ada keputusan itu,” jelas Asep Saputra.

    “Ketika kami merilis musim baru, bisa ada tim yang memulai dengan minus poin. Tapi tetap ada fase banding,” ungkapnya.

    Dengan itu, 17 klub lainnya dinyatakan lolos club licensing dan memenuhi syarat untuk tampil pada musim 2026/2027.

    Selain mereka, tiga klub promosi dari Championship musim 2025/2026 juga berhasil mengantongi lisensi untuk tampil di Super League musim depan.

    Tiga klub tersebut yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC.

    Ketiganya dinilai tidak memiliki kendala dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun infrastruktur.

    Komentar
    Additional JS