Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas, Tinggalkan Warisan Berharga untuk Sektor yang Dulu Disepelekan - Semua Halaman - Bolasport
Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas, Tinggalkan Warisan Berharga untuk Sektor yang Dulu Disepelekan - Semua Halaman - Bolasport
BOLASPORT.COM - Pelatnas PBSI kehilangan salah satu aset di tunggal putri setelah Gregoria Mariska Tunjung memutuskan untuk mengundurkan diri.
PBSI mengumumkan pengunduran diri Gregoria Mariska Tunjung karena alasan kesehatan pada Jumat (15/5/2026).
Keputusan Gregoria untuk mundur dari pelatnas menandai babak baru dalam perjuangannya di tengah penyakit vertigo sejak tahun lalu.
Sakit vertigo membuat peraih medali perunggu Olimpiade itu tidak hanya sulit menjaga kebugaran untuk bertanding tetapi juga berlatih.
Kiprah Jorji di tepok bulu harus tersendat sejak April tahun lalu. Sejak batal memperkuat tim Indonesia di Sudirman Cup 2025, dia hanya mengikuti tujuh turnamen lagi.
Event beregu SEA Games menjadi penampilan terakhir sosok yang memecah dahaga panjang tunggal putri Indonesia selama bertahun-tahun.
"Selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria telah memberikan banyak momen membanggakan bagi bulutangkis Indonesia melalui kerja keras, semangat juang, dan komitmen tanpa henti di setiap pertandingan."
"PP PBSI menghormati keputusan Gregoria untuk mundur dari Pelatnas demi fokus pada proses pemulihan kondisi kesehatannya," demikian pernyataan PBSI.
Gregoria bergabung ke Pelatnas pada 2014. Atlet kelahiran 11 Agustus 1999 dari Wonogori masuk ke grup pelatnas potensi yang berisi pemain-pemain muda.
Jorji menunjukkan potensinya dengan mencapai final turnamen Grand Prix Gold (sekarang setara Super 300) sejak usia 16 tahun di Syed Modi International 2017.
Pada tahun yang sama, pemain jebolan PB Mutiara Cardinal berhasil menjadi Juara Dunia Junior lalu meraih perunggu di perorangan SEA Games.
Sinar Gregoria makin terlihat ketika dia membantu tim putri Indonesia meraih perunggu dengan lolos ke semifinal Asian Games 2018.
Menjadi tunggal putri pertama tim walau masih remaja, Gregoria tak terkalahkan dengan korban dia mencangkup pemain top dunia seperti Sung Ji-hyun dan Akane Yamaguchi.
Harus berkembang saat senior-seniornya mundur dari pelatnas, Gregoria menghadirkan harapan walau sempat melalui kebuntuan yang panjang.
Kebuntuan dialaminya dengan sederet hasil kalah dini antara 2019 dan 2022. Keraguan terhadap dirinya sendiri membuat Jorji sempat berniat untuk mundur dari bulu tangkis.
Tekad untuk mencoba lagi membuahkan hasil. Gregoria memecahkan kebuntuan demi kebuntuan bagi tunggal putri Indonesia selama satu dekade lebih.
Dia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menembus 10 besar dunia, lolos ke turnamen Finals, menjadi juara turnamen setara Superseries setelah sekian lama menanti.
Reputasinya kian meningkat dengan memandu tim putri meraih perak Uber Cup dan sendirian meraih perunggu Olimpiade pada 2024.
Dari nomor yang paling jarang disebut untuk target juara, bulu tangkis Indonesia justru mendapat satu-satunya medali pada Olimpiade Paris 2024. Gregoria kalah di semifinal setelah laga sengit kontra An Se-young. (PBSI/BADMINTON PHOTO/YOHAN NONOTTE)Akan tetapi, ketika kariernya terlihat akan menanjak, takdir berkata lain. Pemulihan fisik Gregoria telah diprediksi akan berlangsung lama.
Setelah kambuh lagi pada akhir tahun lalu, PBSI mengajukan proteksi ranking dunia baginya yang dimulai sejak 30 Desember 2025.
Proteksi berlaku minimal tiga bulan sampai satu tahun.
Apabila kembali ke lapangan, Gregoria bisa menggunakan ranking lamanya untuk mendaftar ke turnamen level tinggi.
Kini, perjuangan Gregoria dilanjutkan adik-adiknya seperti Putri Kusuma Wardani hingga Thalita Ramadhani Wiryawan yang baru saja membuat sensasi.
Setidaknya, sektor yang sempat terlihat suram telah hidup kembali berkat sederet prestasi yang ditunjukkanya.
"Terima kasih untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan inspirasi yang telah diberikan untuk badminton Indonesia."
"Semoga Gregoria segera pulih sepenuhnya dan terus meraih hal-hal terbaik di masa depan," tulis PBSI menutup pernyataannya.
Baca Juga: Ternyata Gregoria Mariska ke Final Kumamoto Masters dengan Kondisi Belum 100 Persen Pulih