Gondol 7 Medali Asian MMA Championships 2026, Indonesia Pede Menatap Asian Games 2026 - Jawa Poz
Gondol 7 Medali Asian MMA Championships 2026, Indonesia Pede Menatap Asian Games 2026
Tim nasional Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia meraih tujuh medali (satu emas, satu perak dan lima perunggu) dari Asian MMA Championships 2026 di Tashkent, Uzbekistan. (Istimewa)
JawaPos.com - Tim nasional Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia membawa kabar gembira dari Asian MMA Championships 2026 di Tashkent, Uzbekistan. Tujuh medali dibawa pulang atlet Indonesia di bawah naungan PB Pertacami dengan rincian satu emas, satu perak dan lima perunggu.
Ajang yang berlangsung pada 22 sampai 24 Mei 2026 itu juga merupakan Kualifikasi ke Asian Games 2026 di Jepang dan AIMAG 2026. Dengan hasil positif itu, indonesia pun lolos Kualifikasi kedua ajang bergengsi tersebut.
Total tujuh medali yang didapat timnas MMA Indonesia disumbang lima atlet senior dan dua junior. Pada kategori U-18, medali perak dipersembahkan Lukas Oliver Lubis Sedlak pada nomor U-18 Traditional MMA 65 kg Boys. Sementara medali perunggu diraih Manayra Maritza Hersianti Siagian di nomor U-18 Modern MMA 50 kg Girls.
Di level senior, Novia Pesik sukses memberikan medali emas pada nomor Modern MMA 49 kg Women. Kemudian ada empat perunggu yang didapat Indonesia lewat Vallensia Fahira Hotmauli di nomor Modern MMA 54 kg Women, Dwi Ani Retno Wulan di nomor Traditional MMA 54 kg Women, Panca Julian Saputra di nomor Traditional MMA 60 kg Men, serta Ananda Wahyu Setyo Prabowo di nomor Traditional MMA 77 kg Men.
Para atlet timnas MMA Indonesia itu sudah kembali ke tanah air pada Selasa (26/5). Kepulangan mereka disambut Waketeum PB Pertacami Jovinus Carolus Legawa dan sekjen Rafiq Radinal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
”Kita sambut 13 atlet MMA dari Uzbekistan yang dikirim ketua kita Tommy Paulus Hermawan. Kita mampu memenuhi target disana dengan raihan tujuh medali. Ajang ini juga menjadi kualifikasi ke Asian Games dan AIMAG (Asian Indoor and Martial Arts Games). Jadi prestasinya sudah bagus dan mudah-mudahan bisa lebih baik lagi,” ujar Rafiq.
Dengan tujuh medali ini, Indonesia berhasil menempati peringkat tujuh bersama dengan Tim Saudi Arabia pada Asia Mixed Martial Arts Championships yang diikuti dari 23 negara Asia. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang mampu masuk dalam 7 besar Asia.
”Puji Tuhan, saya sangat bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di negeri orang. Perjuangan saya melewati latihan yang diberikan berbuah manis. Saya sebelumnya pernah kalah di partai puncak dengan lawan saya di final ini. Puji Tuhan saya bisa membalasnya kali ini. Saya belajar banyak dari pertarungan sebelumnya. Persiapan kami selama dua bulan berjalan dengan baik,” kata Novia.
Ketua PB Pertacami Tommy Paulus Hermawan senang dengan hasil di Uzbekistan. Indonesia berhasil meloloskan beberapa atlet MMA pada kualifikasi menuju Asian Games yang akan dipertandingkan pada tanggal 20 sampai 22 September 2026 Nagoya, Jepang dan AIMAG pada November 2026 mendatang di kota Riyadh, Arab Saudi.
”Para Atlet sudah berjuang dengan tampil prima di Tashkent, kami melihat perkembangan yang sangat positif dari sisi performa, daya tahan mereka serta teknik atlet-atlet Indonesia tampil semakin matang, khususnya dalam aspek grappling, transisi dari striking menjadi permainan grappling, serta kontrol waktu saat pertandingan,” papar Tommy.
”Mereka mampu beradaptasi dengan tempo dan karakter lawan-lawan dari berbagai negara negara Asia. Hasil ini menjadi bahan evaluasi dan persiapan kami menuju Asian Games, AIMAG, GAMMA Continental Championships, dan GAMMA World Championships 2026,” ujar Tommy.
Perjuangan ke-13 atlet Indonesia membawa pulang tujuh medali dari Uzbekistan tidak mudah. Contohnya apa yang dialami Ananda Wahyu Setyo Prabowo. Atlet asal Pacitan ini babak belur demi mendapatkan sekeping perunggu.
Mata kanan Ananda lebam akibat benturan dengan atlet dari Taiwan di babak perempat final. Mata Ananda berbenturan dengan kepala lawan. Mata kanan Ananda pun bengkak parah.
”Untungnya saya masih bisa menang lawan Taiwan itu. Tapi di semifinal, luka di mata saya ini mengganggu pengelihatan sehingga saya kalah melawan atlet Kirgistan. Saya kena satu pukulan pertama langsung blur pengelihatan. Makanya cuma dapat perunggu,” tutur Ananda.
Editor: Latu Ratri Mubyarsah