0
News
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Gelandang Jerman Keturunan Surabaya Ini Ogah Buru-buru! Timnas Indonesia Masih Nunggu Lampu Hijau - Viva

    4 min read

     

    Gelandang Jerman Keturunan Surabaya Ini Ogah Buru-buru! Timnas Indonesia Masih Nunggu Lampu Hijau

    Pemain Berdarah Surabaya, Laurin Ulrich

    Jumat, 1 Mei 2026 - 13:08 WIB

    VIVA Banyumas – Laurin Ulrichpemain keturunan dari Surabaya yang kini bermain di FC Magdeburg, masih fokus di Jerman meski diminati Timnas Indonesia.

    Nama Laurin Ulrich kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan suporter Timnas Indonesia. Gelandang muda yang kini berkarier di Jerman itu disebut-sebut berpeluang memperkuat Timnas Indonesia berkat garis keturunannya dari Surabaya.

    Pemain berusia 21 tahun tersebut saat ini membela FC Magdeburg pada musim 2025/2026 dengan status pinjaman dari VfB Stuttgart. Langkah ini terbukti menjadi titik penting dalam perkembangan kariernya.

    Bersama Magdeburg, Ulrich mendapatkan menit bermain yang konsisten. Ia telah mencatatkan 31 penampilan dengan torehan dua gol dan tiga assist. Performa stabilnya juga tercermin dari rating rata-rata 7,05 versi FotMob, yang menunjukkan perannya sebagai pengatur tempo di lini tengah.

    Capaian ini menjadi lonjakan signifikan dibandingkan saat ia memperkuat SSV Ulm 1846, di mana ia hanya tampil lima kali dengan waktu bermain terbatas. Kini, Ulrich berkembang menjadi motor serangan tim.

    Di bawah asuhan pelatih Petrik Sander, Ulrich tak hanya beroperasi sebagai gelandang serang, tetapi juga mampu bermain fleksibel di sisi kiri. Kemampuan ini membuatnya semakin menonjol, meski performa tim belum sepenuhnya stabil.

    Di luar kiprahnya di klub, nama Laurin Ulrich ramai diperbincangkan di Indonesia karena statusnya sebagai pemain keturunan. Ia diketahui memiliki garis keluarga dari Surabaya, yang membuatnya memenuhi syarat membela Timnas Indonesia secara regulasi.

    Ulrich juga bukan pemain biasa. Ia pernah dipercaya mengenakan ban kapten di tim kelompok usia Jerman, menandakan kualitas dan kepemimpinannya di lapangan.

    Pendekatan dari Indonesia sendiri sudah terjadi sebelumnya. Pada awal 2025, komunikasi sempat terjalin terkait peluangnya bergabung dengan Timnas Indonesia.

    Hal ini ia ungkapkan melalui kanal resmi podcast klub. Namun, saat itu ia memilih tetap fokus bersama Jerman.

    “Saya tahu ada permintaan (untuk membela Timnas Indonesia), tapi saya kini bermain untuk Jerman. Saya menilai itu penting bagi saya,” ujar Laurin, dikutip dari Podcast FC Magdeburg.

    Ia menegaskan bahwa prioritasnya adalah melanjutkan karier dalam sistem sepak bola Jerman demi perkembangan profesionalnya.

    Meski begitu, peluang memperkuat Timnas Indonesia belum sepenuhnya tertutup. Ulrich mengaku masih membuka kemungkinan untuk masa depan, yang menjadi sinyal positif bagi Timnas Indonesia.

    “Namun, saya tidak akan pernah bilang tidak. Jadi, saya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan (membela Timnas Indonesia),” tegas Ulrich.

    Di tengah proses regenerasi skuad Garuda di bawah pelatih John Herdman, kehadiran pemain muda dengan pengalaman Eropa dan fleksibilitas tinggi seperti Ulrich tentu bisa menjadi tambahan berharga bagi Timnas Indonesia di masa mendatang.

    Komentar
    Additional JS