Gagal di Thomas Cup 2026, Regenerasi Dinilai Jadi Masalah Utama Bulu Tangkis Indonesia - Media Indonesia
Gagal di Thomas Cup 2026, Regenerasi Dinilai Jadi Masalah Utama Bulu Tangkis Indonesia
KEGAGALAN tim putra Indonesia yang tersisih di babak grup Piala Thomas 2026 dinilai imbas terlambatnya regenerasi. Masalah pembinaan tersebut menjadi faktor yang membuat skuad di Piala Thomas kali ini kalah saing di tengah perkembangan negara-negara lain.
Untuk pertama kalinya, Indonesia gagal melewati fase grup meski berstatus pemegang gelar terbanyak di ajang tersebut. Pengamat bulu tangkis Daryadi menilai ada jurang generasi yang terlalu lebar. Gap antargenerasi mencapai 10 tahun sehingga tidak ada pelapis antara senior dan junior.
Di sektor tunggal putra, ketergantungan masih bertumpu pada Jonatan Christie (28 tahun) dan Anthony Sinisuka Ginting (29 tahun) sedangkan pemain seperti Alwi Farhan (20) dan Zaki Ubaidillah (18) masih dalam tahap berkembang.
Gap serupa terjadi di sektor ganda putra. Nama-nama senior seperti Fajar Alfian (31 tahun), serta pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (30 tahun) menjadi andalan di Piala Thomas kali ini. Sementara itu, generasi muda seperti Raymond Indra (22 tahun) dan Nikolaus Joaquin (20 tahun) belum matang.
"Jadi ada generasi yang hilang di tengah-tengah itu. Kita tidak punya pemain yang kelahiran 2000-2001. Dari Jojo dan Ginting langsung loncat ke Alwi kelahiran 2005 lalu Ubed kelahiran 2007," kata Daryadi kepada Media Indonesia, Rabu (29/4).
Menurutnya, kondisi sekarang membuat penggemar bulu tangkis harus realistis dalam beberapa tahun ke depan karena regenerasi tidak bisa instan. Dibutuhkan waktu dan konsistensi untuk membuat pemain siap di level elite.
"Kita telat untuk mendapatkan pasangan (muda). Raymond/Joaquin usianya 20 tahun lalu bandingkan dengan Fajar yang usianya sudah 31 tahun. Jadi agak kejauhan juga, kita memang mau tidak mau harus sabar karena mereka masih perlu waktu untuk bisa matang," kata Daryadi.
Menurutnya, peta persaingan bakal terus dinamis dan Indonesia berisiko tertinggal jika tidak mengakselerasi regenerasi. Dia mencontohkan Prancis yang sekarang jadi kekuatan baru di Eropa lantaran punya kedalaman skuad.
Negara lain, kata dia, sudah punya stok pemain berlapis-lapis dan sebagian memasuki golden age sedangkan Indonesia masih menyiapkan pemain-pemain muda.
Menurutnya, persoalan regenrasi tersebut berkaitan dengan kebijakan pembinaan di masa lalu di tubuh PBSI. Sebab itu, publik perlu bersabar untuk menanti pemain-pemain muda yang diorbitkan agar bisa matang.
"Ada yang salah di dua kepengurusan sebelumnya. Jadi efeknya sekarang ini ketika kita tidak menyiapkan pemain-pemain yang seharusnya ada di rentang antara Jojo-Ginting dan Alwi-Ubed. Jadi mau tidak mau kita harus bersabar menunggu Alwi sama Ubed ini benar-benar matang," kata Daryadi.
"Kita juga tidak bisa terus-terusan berharap sama Fajar. Kemudian Sabar/Reza juga mereka umurnya tidak muda," imbuhnya. (Dhk/P-3)
Berita Lainnya
Uber Cup 2026: Putri KW Blak-blakan Usai Kekalahan, Gim Kedua jadi Titik Jatuh
02/5/2026 17:30
Tunggal putri Putri Kusuma Wardani (KW) harus mengakui keunggulan pemain andalan Korea Selatan, An Se Young, pada laga pembuka Uber Cup 2026.
Regenerasi Bulu Tangkis Dimulai dari Anak-anak
01/5/2026 15:06
Pembinaan bulu tangkis usia dini diharapkan semakin meluas dan mampu melahirkan generasi baru atlet Indonesia di masa depan.
Bertemu Korea Selatan di Semifinal Piala Uber, Indonesia Siap All Out
01/5/2026 09:07
Tim bulu tangkis putri Indonesia melaju ke semifinal Piala Uber 2026 setelah mengalahkan Denmark 3-1. Indonesia akan menghadapi Korea Selatan di semifinal.
Tim Indonesia Lolos ke Semifinal Piala Uber 2026 Usai Tekuk Denmark 3-1
01/5/2026 03:33
Skuad Srikandi Indonesia melaju ke semifinal Piala Uber 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Denmark 3-1 di Forum Horsens. Simak hasil lengkapnya.
Putri Kusuma Wardani Pimpin Indonesia Waspadai Denmark di Perempat Final Piala Uber 2026
30/4/2026 17:18
Dia menegaskan Indonesia harus tampil penuh semangat sejak laga pembuka hingga terakhir.
Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas 2026, Fajar Alfian Minta Maaf
30/4/2026 03:57
Tim Piala Thomas Indonesia mencatat sejarah kelam setelah gagal lolos dari fase grup Piala Thomas 2026 usai kalah dari Prancis. Fajar Alfian berjanji bangkit.
7 Fakta Piala Thomas dan Dominasi Indonesia
02/5/2026 16:50
Trofi Piala Thomas adalah karya seni yang luar biasa. Terbuat dari perak berlapis emas, piala ini memiliki tinggi sekitar 28 inci.
Asal Usul Nama Piala Thomas: Kisah Sir George Thomas dan Sejarah Turnamen Beregu Putra
02/5/2026 16:44
Sepanjang kariernya, Sir George memenangkan 21 gelar All England, sebuah rekor yang menunjukkan dominasinya di era awal bulu tangkis modern.
Sejarah Piala Thomas: Dari Sir George Thomas hingga Dominasi Indonesia di Bulutangkis Dunia
02/5/2026 16:38
Nama turnamen ini diambil dari Sir George Alan Thomas, seorang olahragawan serba bisa asal Inggris. Ia bukan hanya seorang pemain bulu tangkis hebat dengan 21 gelar All England.
Malaysia Tersingkir di Piala Thomas 2026, Dibantai Tiongkok 0-3 di Perempat Final
01/5/2026 20:03
Kepastian kemenangan Tiongkok ditentukan tunggal putra Li Shi Feng yang mengalahkan Justin Hoh dua gim langsung 21-14, 21-13 pada partai ketiga.
Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas 2026, Fajar Alfian Minta Maaf
30/4/2026 03:57
Tim Piala Thomas Indonesia mencatat sejarah kelam setelah gagal lolos dari fase grup Piala Thomas 2026 usai kalah dari Prancis. Fajar Alfian berjanji bangkit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved









