Buntut Gagal Lolos Lisensi, 11 Klub Terancam Sanksi Poin Minus di Kompetisi Musim Depan - Semua Halaman - Bolasport
Buntut Gagal Lolos Lisensi, 11 Klub Terancam Sanksi Poin Minus di Kompetisi Musim Depan - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 13 Mei 2026 | 21:36 WIB
BOLASPORT.COM - Direktur Operasional I.League, Asep Saputra mengungkapkan hasil Club Licensing dan dipastikan dari Super League 2025/2026 sebanyak 17 klub dinyatakan lolos. Sedangkan sebanyak 11 klub Championship dinyatakan belum memenuhi syarat, sehingga terancam kena sanksi pengurangan poin awal musim 2026/2027.
I.League membeberkan bahwa sebanyak 17 klub Super League 2025/2026 dipastikan telah memenuji syarat dan lolos lisensi.
Sementara itu, satu-satunya tim Super League yang dipastikan gagal lolos lisensi yakni PSBS Biak.
Klub asal Papua tersebut memang dalam situasi yang tak mudah musim ini, karena dilanda berbagai isu.
PSBS Biak musim ini tak bisa main di rumah sendiri Papua, sehingga mereka memainkan kompetisi di Sleman.
Baca Juga: Hasil Club Licensing I.League, PSBS Biak Jadi Satu-satunya Tim Super League yang Gagal Lolos
Bahkan PSBS Biak juga dilanda isu finansial yang membuat para pemain telat digaji.
Untuk itu, PSBS Biak dipastikan tak lolos dan 8 klub dinyatakan lolos yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persik Kediri, Borneo FC, Persita Tangerang, dan Dewa United.
Sementara itu, sembilan klub dinyatakan lolos dengan catatan sanksi administratif yakni Bhayangkara FC, Arema FC, Malut United, Bali United, Semen Padang FC, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Saat mengumumkan ini, tentu saja Asep mengungkapkan juga tim dari Championship yang lolos lisensi ke Super League dan juga yang gagal.
Ini karena klub Championship yang promosi ke Super League wajib mengantongi lisensi Super League.
Saat ini terdapat sembilan klub yang memenuhi lisensi Super League termasuk tiga tim yang promosi.
Sembilan klub tersebut yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten, PSIM Yogyakarta, PSIM Yogyakarta, Barito Putera, Persipura Jayapura, Deltras FC, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru.
“Tiga klub promosi sudah mendapatkan lisensi, jadi posisi mereka aman. Sementara klub lain yang lolos lisensi meski tidak promosi tetap memiliki nilai tambah tersendiri,” kata Asep Saputra.
Asep Saputra membeberkan bahwa hanya FC Bekasi City yang meraih status lolos.
Sementara itu, 11 klub lainnya belum memenuhi persyaratan karena masih terdapat kekurangan pada aspek kategori A.
Klub-klub yang gagal memenuhi aspek wajib tersebut terancam mendapatkan sanksi pengurangan poin pada awal musim depan.
“Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan di hukum di sana,” jelas Asep Saputra.
“Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin teman-teman media pada waktunya akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin.”
Walaupun klub-klub tersebut masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
Jadi sekali lagi ini baru keputusan tingkat pertama, tapi klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei,” ucap Aseo.
“Kalau ada yang banding, kalau tidak ada yang banding, tetap sama. So far belum ada. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei 2026.
Asep juga membeberkan bahwa perkembangan klub dari Liga Nusantara pun meningkat.
Pasalnya, meski kompetisi tersebut masih dalam transisi menuju profesional, tetap sejumlah klub telah menunjukkan progres positif.
“Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted. Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,” tuturnya.
Sekedar informasi, delapan klub memperoleh lisensi AFC Champions League Two (ACL 2) dengan status full granted, yakni PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang.
Sedangkan klub lainnya memperoleh status lolos dengan catatan yakni Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.