Alwi Farhan Terpukul sejak Kekalahan Thomas Cup, Indra Wijaya Sampaikan Nasihat Penting - Semua Halaman - Bolasport
Alwi Farhan Terpukul sejak Kekalahan Thomas Cup, Indra Wijaya Sampaikan Nasihat Penting - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Home Bulu Tangkis Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:30 WIB
Alwi Farhan disebut terpukul sejak kekalahan Thomas Cup 2026 hingga Indra Wijaya beri nasihat menuju Singapore Open 2026. (PBSI)BOLASPORT.COM - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, rupanya sangat terpukul dan kena mental setelah kekalahan pada Thomas Cup 2026.
Absennya Alwi Farhan dari dua turnamen Super 500, Thailand Open dan Malaysia Masters, bulan ini tampaknya tidak lepas dari upaya pelatih untuk menenangkannya.
Alwi dan sejumlah pemain disebut masih sangat terpukul setelah kegagalan Indonesia pada Thomas Cup 2026.
Indonesia mencetak sejarah terburuk dengan kegagalan lolos fase grup setelah dikalahkan Prancis pada laga terakhir penyisihan grup.
Hal yang paling disorot adalah kegagalan sektor tunggal putra yang sangat berada di bawah ekspektasi.
Jonatan Christie dan Alwi Farhan gagal menyumbangkan angka di dua laga krusial sejak melawan Thailand dan Prancis.
Saat Jonatan yang notabene pemain senior dan independen sudah kembali ke Wolrd Tour, Alwi masih belum kelihatan lagi.
Singapore Open 2026 pekan depan, 26-31 Mei 2026 barulah menjadi tantangan Alwi untuk memulai lembaran baru lagi.
Namun Alwi ternyata menderita mental yang terpukul lebih berat.
Baca Juga: Malaysia Masters 2026 - Tuan Rumah Bisa Kunci Gelar, 3 Negara Segel Tiket Final Duluan
Hal itu diungkapkan pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Indra Wijaya.
Indra mengakui ada beban mental yang akhirnya membuat Alwi merasa bersalah atas kekalahan Indonesia dari Prancis di Thomas Cup 2026.
"Alwi cukup terpukul juga dengan kekalahannya," tutur Indra Wijaya dikutip Bolasport dari Kompas.com.
"Dia merasa tanggung jawabnya tidak bisa diselesaikan dengan baik," tandasnya.
Indra menyadari mental anak didiknya sedang terguncang.
Namun pelatih yang juga kakak dari Candra Wijaya ini berharap Alwi dapat menerima kekalahan dan bangkit lebih kuat.
Pasalnya, ini semua merupakan bagian dari proses berkembang meski kenyataannya memang menjadi pil pahit.
"Tapi bagi saya apa ya, proses yang seperti ini memang kekalahannya menyakitkan," kata Indra.
"Semoga kekalahan Piala Thomas bisa jadi satu pecutan keras," imbuhnya.
Indra juga menambahkan bahwa Alwi harus siap untuk segala kemungkinan hasil di masa depan.
Memiliki mental baja dan bangkit dari situasi sulit juga menjadi bagian dari kehidupan atlet.
"Harus disadari bahwa tekanan-tekanan begitu tuh ya memang sudah mulai tugasnya mereka untuk terbiasa menghadapinya," tutur Indra.
Kesempata Alwi untuk bangkit dan revans terbuka di Singapore Open 2026.
Berdasarkan hasil drawing, ia akan menghadapi wakil Prancis Toma Junior Popov di babak 32 besar.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:30 WIB
BOLASPORT.COM - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, rupanya sangat terpukul dan kena mental setelah kekalahan pada Thomas Cup 2026.
Absennya Alwi Farhan dari dua turnamen Super 500, Thailand Open dan Malaysia Masters, bulan ini tampaknya tidak lepas dari upaya pelatih untuk menenangkannya.
Alwi dan sejumlah pemain disebut masih sangat terpukul setelah kegagalan Indonesia pada Thomas Cup 2026.
Indonesia mencetak sejarah terburuk dengan kegagalan lolos fase grup setelah dikalahkan Prancis pada laga terakhir penyisihan grup.
Hal yang paling disorot adalah kegagalan sektor tunggal putra yang sangat berada di bawah ekspektasi.
Jonatan Christie dan Alwi Farhan gagal menyumbangkan angka di dua laga krusial sejak melawan Thailand dan Prancis.
Saat Jonatan yang notabene pemain senior dan independen sudah kembali ke Wolrd Tour, Alwi masih belum kelihatan lagi.
Singapore Open 2026 pekan depan, 26-31 Mei 2026 barulah menjadi tantangan Alwi untuk memulai lembaran baru lagi.
Namun Alwi ternyata menderita mental yang terpukul lebih berat.
Baca Juga: Malaysia Masters 2026 - Tuan Rumah Bisa Kunci Gelar, 3 Negara Segel Tiket Final Duluan
Hal itu diungkapkan pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Indra Wijaya.
Indra mengakui ada beban mental yang akhirnya membuat Alwi merasa bersalah atas kekalahan Indonesia dari Prancis di Thomas Cup 2026.
"Alwi cukup terpukul juga dengan kekalahannya," tutur Indra Wijaya dikutip Bolasport dari Kompas.com.
"Dia merasa tanggung jawabnya tidak bisa diselesaikan dengan baik," tandasnya.
Indra menyadari mental anak didiknya sedang terguncang.
Namun pelatih yang juga kakak dari Candra Wijaya ini berharap Alwi dapat menerima kekalahan dan bangkit lebih kuat.
Pasalnya, ini semua merupakan bagian dari proses berkembang meski kenyataannya memang menjadi pil pahit.
"Tapi bagi saya apa ya, proses yang seperti ini memang kekalahannya menyakitkan," kata Indra.
"Semoga kekalahan Piala Thomas bisa jadi satu pecutan keras," imbuhnya.
Indra juga menambahkan bahwa Alwi harus siap untuk segala kemungkinan hasil di masa depan.
Memiliki mental baja dan bangkit dari situasi sulit juga menjadi bagian dari kehidupan atlet.
"Harus disadari bahwa tekanan-tekanan begitu tuh ya memang sudah mulai tugasnya mereka untuk terbiasa menghadapinya," tutur Indra.
Kesempata Alwi untuk bangkit dan revans terbuka di Singapore Open 2026.
Berdasarkan hasil drawing, ia akan menghadapi wakil Prancis Toma Junior Popov di babak 32 besar.