Air Mata Perpisahan Guardiola Luruh di Stadion Etihad - Republika
Air Mata Perpisahan Guardiola Luruh di Stadion Etihad
Selama 10 tahun, Guardiola mengubah City menjadi mesin trofi.
EPA/GARY OAKLEY Bernardo SIlva (kiri) dan pelatihnya Pep Guardiola berpelukan saat pertandingan Liga Primer Inggris di markas Manchester City, Stadion Etihad, Senin (26/5/2026)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Matahari masih menyinari Stadion Etihad, Manchester pada Ahad (24/5/2026) petang saat Manchester City menjalani laga terakhir Liga Primer Inggris musim ini melawan Aston Villa. Hasilnya tak jadi perhatian karena City sudah dipastikan gagal mempertahankan gelar juara.
Lebih dari semuanya, fans City datang ke stadion ingin menyaksikan untuk terakhir kali sosok yang mereka sanjung mendampingi tim kesayangan mereka di pinggir lapangan.
Sponsored
Sosok itu adalah Pep Guardiola. Duel City kontra Villa bukan sekadar pertandingan penutup musim, melainkan juga menjadi laga terakhir Guardiola sebagai pelatih City setelah satu dekade penuh trofi. Dalam polesan tangan dinginnya, Guardiola membuat City mendominasi. Pria Spanyol itu juga merevolusi sepak bola Inggris.
Pep tampak tenang sepanjang laga. Ia duduk di bangku cadangan, sesekali memberi instruksi pendek. Bahkan ketika rekrutan anyarnya, Antoine Semenyo, membawa Villa unggul lewat tendangan voli, Guardiola nyaris tak bereaksi. Seolah, ia sedang menikmati setiap detik terakhirnya di Etihad.
Namun semuanya berubah pada menit ke-59. Papan pergantian pemain terangkat. Nomor 20 milik Bernardo Silva muncul. Kapten City itu berjalan keluar lapangan dengan mata sembab. Seluruh pemain City dan Aston Villa memberikan guard of honour. Tepuk tangan menggema dari tribun.
Guardiola yang berdiri di sisi lapangan akhirnya runtuh oleh emosinya sendiri. Air matanya luruhke pipi saat Bernardo Silva menghampiri dan memeluknya. Dua sosok yang menjadi bagian penting dominasi City dalam beberapa tahun terakhir itu berpelukan cukup lama di depan ribuan pendukung yang ikut larut dalam suasana haru.
Momen tersebut seperti merangkum seluruh perjalanan Guardiola di Manchester City. Sebuah era yang dipenuhi kemenangan, rekor, dan sepak bola indah.
Selama 10 tahun, Guardiola mengubah City menjadi mesin trofi. Enam gelar Liga Primer Inggris, satu Liga Champions, tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris berhasil diraihnya. City juga menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai liga empat musim beruntun. Hanya Ferguson dari Manchester United, dengan 13 gelar, yang meraih lebih banyak trofi liga utama Inggris dibandingkan Guardiola, seperti dikutip dari BBC.
Tak heran sejak beberapa jam sebelum kick-off, kawasan Etihad sudah dipenuhi lautan biru. Syal, bendera, dan merchandise bergambar Guardiola laris manis diburu suporter yang ingin menjadi bagian dari akhir era bersejarah ini.
Sebuah spanduk besar terbentang di tribun Timur saat pemain memasuki lapangan. Tulisan itu berbunyi: “10 Years with Pep — Game Changer, History Maker, City Forever.” Tepat di sisi lain stadion, nama Guardiola kini juga resmi diabadikan menjadi nama tribun utara baru Etihad, yakni Tribun Pep Guardiola.
Ayah Guardiola, Valenti Guardiola yang sudah berusia 95 tahun, hadir langsung di stadion. Pep mengaku bangga nama keluarganya akan selamanya menjadi bagian dari Etihad.
Pelatih Aston Villa Unai Emery bahkan memberikan penghormatan khusus sebelum pertandingan dimulai. Emery menyebut Guardiola sebagai satu-satunya “jenius sepak bola” yang pernah ia hadapi sepanjang karier kepelatihannya.
Hasil pertandingan akhirnya tak berpihak pada City. Aston Villa menang lewat dua gol Ollie Watkins. Namun, peluit akhir justru menjadi awal dari gelombang emosi yang lebih besar di Etihad.
Guardiola berdiri di tengah lapangan untuk memberikan pidato perpisahan. Suaranya beberapa kali bergetar dan tercekat ketika seluruh stadion menyanyikan chant “We’ve got Guardiola” untuk terakhir kalinya.
Halaman 2 / 2
"Banyak kenangan. Lupakan gelar-gelarnya, yang penting adalah kenangan. Kita semua," kata Guardiola. "Semua orang di sini luar biasa."
Guardiola mengatakan, andai masih punya energi, ia akan tetap bertahan. Namun, ia mengatakan orang baru harus menggantikannya melakukan pekerjaan ini. "Waktu kita di sini sangat baik. Terima kasih kepada semua orang, tribun baru ini indah," kata Guardiola.
Pria Spanyol berusia 55 tahun itu meninggalkan City dengan catatan luar biasa: 416 kemenangan dari 593 pertandingan dan rasio kemenangan mencapai 70,2 persen. Rata-rata 2,28 poin per pertandingan miliknya juga menjadi yang tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris untuk pelatih dengan minimal 20 laga.
City masih menjadi satu-satunya tim yang meraih 100 poin dalam satu musim Liga Primer Inggris. Guardiola menaikkan standar Liga Primer Inggris yang sebelumnya sudah tinggi.
Di tengah perpisahan Guardiola, Manchester City juga mengucapkan salam perpisahan kepada Bernardo Silva dan John Stones yang kontraknya habis akhir musim ini.
Silva adalah pemain yang paling banyak tampil membela City pada era Guardiola, yakni 460 kali. Silva mengaku tak akan pernah menemukan cinta sebesar yang ia rasakan di City. Sementara Stones menyebut kariernya di Manchester sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.
Etihad juga menyambut kembali Ilkay Gundogan dan Ederson yang musim lalu hengkang ke Turki. Mereka ikut menerima penghormatan khusus bersama staf utama Guardiola seperti Manel Estiarte, Lorenzo Buenaventura, dan pelatih kiper Xabi Mancisidor yang juga meninggalkan klub.
Kini Manchester City bersiap memasuki era baru bersama Enzo Maresca yang disebut tinggal selangkah lagi diumumkan sebagai pelatih baru. Guardiola pun hanya memberi satu pesan sederhana kepada penerusnya untuk menjadi diri sendiri.
"Itulah hal terpenting. Cara mereka berkomunikasi, cara mereka bermain, mereka harus menjadi diri mereka sendiri," ujar Pep.
Tentang apa pun masa depan City nanti, Etihad hanya ingin mengingat satu hal. Mereka pernah memiliki Pep Guardiola yang mengantarkan mereka berkali-kali mengangkat trofi juara..
Berita Terkait
Usai Juara Super League, Persib Ganti Pelatih Baru
Sport - 3 jam yang lalu
Sujud Terakhir di Anfield, Momen Haru Perpisahan Mohamed Salah Bersama Liverpool
Sport - 23 jam yang lalu
Bruno Fernandes Cetak Rekor Baru Assist di Liga Primer Inggris dalam Semusim
Sport - 24 May 2026, 23:42
Malam Penentuan Nasib Tottenham dan West Ham di Liga Primer Inggris
Sport - 24 May 2026, 13:30
Lepas Jabatan Pelatih Manchester City, Guardiola: Saya Tahu Ini Waktunya
Sport - 22 May 2026, 19:55