480 Siswa Ramaikan MilkLife SenengMinton yang Digelar di Purwokerto - Semua Halaman - Bolasport
480 Siswa Ramaikan MilkLife SenengMinton yang Digelar di Purwokerto - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Upaya menanamkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak usia dini terus digencarkan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang digelar di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis (30/4/2026).
Sebanyak 480 siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1–3 dari 16 sekolah ambil bagian dalam perlombaan bernuansa bulu tangkis yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation disponsori oleh MilkLife yang berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah tersebut.
Kota Purwokerto menjadi pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang juga akan diselenggarakan di empat kota lainnya di Jawa Tengah, yakni Magelang (24 September), Solo (1 Oktober), Semarang (28 Oktober), dan Kudus (31 Oktober–1 November).
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 merupakan sebuah komitmen untuk menanamkan nilai sportivitas sekaligus membangun fondasi rasa cinta terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini.
Melalui permainan yang didesain menyenangkan dan interaktif, diyakini mampu membuka jalan untuk proses pembibitan atlet secara terstruktur dan sistematis, sehingga nantinya menjadi salah satu penggerak roda regenerasi pebulutangkis handal Indonesia.
Baca Juga: Hasil Uber Cup 2026 - Jepang Selamat dari Terkaman Thailand, Susul China ke Semifinal
"Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulutangkis."
"Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga."
"Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa," ujar Yoppy.
Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika mengapresiasi antusiasme para siswa serta sekolah yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tepok bulu tersebut.
Yuni menegaskan pentingnya konsistensi membangun pondasi ekosistem bulutangkis dari level grassroot.
Hal ini akan berdampak signifikan terhadap prestasi di level atas, sehingga semakin luas basis partisipasi peserta akan selaras dengan peluang munculnya talenta-talenta unggul.
“Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal."
"Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi."
"Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” ucap Yuni.
Yuni menambahkan, dengan tuaian animo positif dari peserta MilkLife Festival SenengMinton 2026, Pengprov PBSI Jawa Tengah akan memperkuat jalur pembinaan lanjutan sehingga potensi atlet dapat diakomodir dan dibina lebih lebih lanjut.
Dalam jangka panjang, langkah tersebut dapat memperkuat jalur prestasi atlet menuju level provinsi, nasional hingga internasional.
“Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan."
"Selain itu, kami juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang agar peserta yang sudah tertarik memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan."
"Kolaborasi dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Yuni.
Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono S.Pd, mengapresiasi langkah pengenalan olahraga bulutangkis dengan konsep menyenangkan ini.
Menurutnya, seluruh langkah regenerasi atlet bulutangkis harus terjaga baik dari jenjang usia dini hingga profesional.
Baca Juga: Hasil Uber Cup 2026 - Jepang Selamat dari Terkaman Thailand, Susul China ke Semifinal
“Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung proses pengenalan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026."
"Tak dipungkiri, prestasi yang telah diraih pebulutangkis Indonesia harus disambung oleh generasi mendatang."
"Sehingga pengenalan dan pembinaan menjadi sangat penting untuk menindaklanjuti regenerasi atlet baik di tingkat daerah maupun provinsi."
"Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendorong siswa mengembangkan bakat mereka bersama klub,” ucap Puji.
Penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 menerapkan sistem individu dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat untuk setiap kategori.
Pada kategori kelas 3, para peserta harus melewati lima jenis tantangan yakni Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target dan Zig Zag Run.
Sedangkan bagi peserta kategori kelas 1 dan 2, tantangan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan tersebut.
Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri.
Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri.
Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari 8 putra dan 6 putri.
Rasa cinta pada bulutangkis terpancar dari Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung yang menorehkan catatan waktu tercepat 01:00.73 di kategori putri.
Pada edisi sebelumnya, Gita mampu finis di posisi ketiga.
Hal itu menambah motivasi Gita untuk semakin tekun berlatih dengan sang ayah yang juga menjadi pemain bulu tangkis.
“Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah."
"Waktu Festival SenengMinton 2025 lalu, aku dapat hadiah raket karena juara tiga."
Baca Juga: Uber Cup 2026 - Line-up Indonesia Vs Denmark, 1 Tunggal Putri Tuan Rumah Turun pada Nomor Ganda
"Itu raket pertamaku, aku jadi tambah semangat untuk berlatih. Lalu kali ini aku membuktikan hasil latihan dengan jadi juara."
"Setelah ini aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal,” kata Gita.
Dukungan sekolah juga menjadi faktor kuat dalam penyebaran virus positif olahraga bulu tangkis.
Guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto Gito Sugeng Ridhono yang tak henti ikut memberikan dukungan pada muridnya dari pinggir lapangan bercerita sekolahnya gencar melakukan pengenalan badminton melalui kegiatan ekstrakurikuler, bahkan telah memiliki fasilitas lapangan tersendiri.
Ia berharap perlombaan maupun turnamen bulutangkis dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga dapat mengakomodir bakat-bakat para siswa.
Para pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026 di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria.
Selain itu, seluruh peserta dan guru yang ikut berpartisipasi juga mendapatkan goodie bag dari sponsor.
Berikut daftar pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026 di Purwokerto (nama peserta - nama sekolah - catatan waktu):
Kelas 1 Putra
Juara : Rafaesyza Falah Alfarezi - SDN 1 Sokanegara - 00:42.88
Runner-up : Arzan Ghiffari Widiyanto - SDI Darul Falah Tambak - 00:43.42
Semifinalis : Zafier Nadief Farzana - SDN 1 Sokanegara - 00:44.10
Kelas 1 Putri
Juara : Hani Pertiwi Efendi - SDN 1 Karangpucung - 00:46.07
Runner-up : Hanifah Fathiatur Rahma - SDN 4 Kranji - 00:47.44
Semifinalis : Hanifah Nur Sabiya - SDN 1 Patikraja - 00:47.77
Kelas 2 Putra
Juara : Muhammad Gibran Ramadhan - SDN 1 Patikraja - 00:40.72
Runner-up : Abdurrahman Fawwaz Kurniadi - SDI Darul Falah Tambak - 00:43.36
Semifinalis : Evano Rayyan Alfarezel - SDN 1 Purwokerto Wetan - 00:43.61
Kelas 2 Putri
Juara : Kirana Sasi Fidelisa Waluyo - SDN 1 Klahang - 00:43.48
Runner-up : Kalula Shaqueena Elyoena - SDIT Harapan Bunda Purwokerto - 00:44.58
Semifinalis : Attaya sabira Fajrin - SDN 1 Karangpucung - 00:45.57
Kelas 3 Putra
Juara : Muhammad Abid Al Khalifi - SDIT Harapan Bunda Purwokerto - 00:56.01
Runner-up : Alfazain Adam Diandra - SDN 1 Patikraja - 00:59.60
Semifinalis : Ariendra Elsi Musyaffa - SDI Darul Falah Tambak - 01:00.00
Kelas 3 Putri
Juara : Gita Felicia - SDN 1 Karangpucung - 01:00.73
Runner-up : Syakilla Adistya Alzahra - SDN 1 Klahang - 01:04.69
Semifinalis : Keinnara El Zhafira Shanum - SDN 1 Kranji - 01:05.19