Wacana Pembalap Cadangan MotoGP, antara Perpanjangan Karier dan Kesempatan Youngster seperti Mario Aji-Veda Pratama - Bolasport
BOLASPORT.COM - Era baru MotoGP tampaknya tak sekadar perubahan regulasi teknis atau dukungan finansial. Gagasan baru soal peran pembalap cadangan tengah digodok untuk ke depannya.
Transformasi MotoGP setelah proses akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media pada tahun lalu masih berlanjut dengan ide-ide baru.
Seperti dilansir dari Motorsport.com, salah satu gagasan yang muncul adalah diperkenalkannya peran baru di setiap tim balap MotoGP yaitu pembalap cadangan.
Konsep pembalap cadangan ini lebih dulu diterapkan di Formula 1, ajang balap kelas wahid lainnya yang dimiliki Liberty Media.
Tugas pembalap cadangan berbeda dengan pembalap penguji yang selama ini dipanggil sebagai pengganti ketika ada yang cedera.
Pembalap cadangan harus hadir di setiap seri (yang jumlahnya 22 dalam semusim) dan harus siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Salah satu contoh kasusnya terjadi baru-baru ini ketika pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales, mundur setelah sesi latihan GP Amerika.
KTM sebenarnya bisa saja menggantikan Vinales dengan test rider mereka, Pol Espargaro, yang kebetulan berada di sirkuit untuk sisa akhir pekan lomba.
Baca Juga: Marquez dan Bezzecchi Diuntungkan, Kesetiaan Dapat Ganjaran saat MotoGP Masuki Era Baru Tahun Depan
Namun, langkah tersebut tidak memungkinkan karena Espargaro tidak membawa baju balap dan perlengkapan lainnya.
Espargaro hadir untuk pekerjaan lain sebagai komentator. Test rider biasanya hanya membawa wearpack kalau ada agenda tes setelah balapan di sirkuit yang sama.
Kalau aturan pembalap cadangan jadi diterapkan, adik Aleix Espargaro itu bakal bersiaga dengan baju balapnya.
Aturan pembalap cadangan ini di sisi lain bakal menguntungkan kejuaraan karena tidak ada lagi motor yang 'nganggur' di garasi.
MotoGP menghadapi kendala dalam memastikan semua pembalap tampil, apalagi sejak balapan Sprint masuk format akhir pekan balapan pada 2023.
Lebih banyak balapan artinya lebih banyak risiko. Dampaknya masih terasa hingga musim lalu ketika cuma 2 dari 22 seri yang diikuti semua pembalap reguler.
Di sisi lain, komitmen lebih besar dari pembalap cadangan jelas memengaruhi pengeluaran tim ataupun pabrikan dari aspek gaji hingga akomodasinya.
"Saya tidak berpikir (ide pembalap cadangan) memungkinkan," kata manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi.
"Kami punya masalah lebih mendesak untuk dihadapi," imbuhnya merujuk negosiasi kompensasi finansial yang menunda kontrak komitmen pabrikan setelah musim ini.
Tardozzi juga menunjuk tantangan mencari 11 pembalap yang cukup kompeten untuk berlomba di MotoGP jika setiap tim memiliki 1 pembalap cadangan.
Opsi yang ada barangkali adalah para pembalap penguji atau perpanjangan karier bagi mereka yang kehilangan kursi di MotoGP.
Masalahnya adalah tidak semua pembalap penguji tertarik untuk balapan lagi, contohnya Andrea Dovizioso di Yamaha.
Selain itu, siapa bilang menghadiri semua seri itu tapi belum tentu balapan itu menyenangkan, bahkan bagi pembalap yang masa depannya terancam.
"Saya sudah pernah menghadiri Grand Prix tetapi tidak balapan karena cedera," ucap Alex Rins, rider Monster Energy Yamaha yang namanya jarang disebut dalam bursa pembalap.
"Saya merasakannya sangat tidak mudah. Siapapun bisa merasakan hal yang sama kalau harus pergi dan melihat dari pinggir lintasan sepanjang akhir pekan."
"Saya tidak mau melakukannya, karena artinya jauh dari rumah dalam waktu yang sama dengan pembalap reguler tetapi tahu bahwa kemungkinan besar tidak akan menaiki motornya."
Sementara menurut Crash.net, konsep pembalap cadangan juga bisa dimanfaatkan pabrikan untuk memberi jam terbang bagi pembalap muda.
KTM punya pul talenta yang melimpah berkat proyek bersama Ajo dan Tech3 di kelas Moto2 dan Moto3. Lalu ada Yamaha yang bekerja sama dengan Pramac untuk skuad di Moto2.
Sedangkan Honda turun tangan lewat program Honda Team Asia yang diikuti pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3.
Hal ini telah dilakukan di F1 meski perlu dicatat tidak semua seri ajang balap jet darat memuat balapan pendukung dari Formula 2 ataupun Formula 3.
Di MotoGP, kesempatan bagi pembalap muda biasanya diberikan ketika tes privat karena kalender kejuaraannya sama.
Kalau dulu mengikuti dua kategori Grand Prix sekaligus itu lumrah, kini hampir tidak ada rider Moto2/Moto3 yang tampil sebagai pengganti di MotoGP pada musim yang sama.
Menurut Crash.net, kesempatan bagi pembalap muda juga bisa diberikan dengan mengikuti sesi latihan bebas MotoGP.
Hanya saja, diperlukan penyesuaian dalam format akhir pekan lomba.
Persaingan di semua kelas MotoGP sudah sengit sejak hari Jumat karena sesi practice/latihan yang dijadikan penyisihan untuk kualifikasi.