Viktor Axelsen Resmi Gantung Raket di Usia 32 Tahun, Cedera Punggung Jadi Alasan Utama - Kompas TV
Viktor Axelsen Resmi Gantung Raket di Usia 32 Tahun, Cedera Punggung Jadi Alasan Utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis. Viktor Axelsen resmi mengumumkan pensiun dari karier profesional di usia 32 tahun, mengakhiri perjalanan panjang sebagai salah satu tunggal putra terbaik dalam sejarah olahraga ini.
Dalam pernyataan resminya, Rabu (15/4/2026), pebulu tangkis asal Denmark itu mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dirinya tak lagi mampu bersaing di level tertinggi akibat masalah fisik yang terus berulang, khususnya pada bagian punggung.
“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Karena masalah punggung yang terus kambuh, saya tidak lagi bisa berlatih dan berkompetisi di level tertinggi,” ujar Axelsen dikutip dari laman resmi BWF.
Baca Juga: Daftar Harga Tiket Indonesia Open 2026: Dijual Mulai 5 Mei, Termurah Rp40 Ribu
“Menerima kenyataan ini sangat sulit, tetapi saya sudah sampai pada titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan untuk melanjutkan,” ungkapnya.
Cedera tersebut diketahui berkaitan dengan operasi punggung yang dijalani Axelsen pada April 2025.
Meski sempat berusaha kembali ke performa terbaiknya, kondisi fisik yang tidak lagi optimal membuatnya harus mengambil keputusan besar untuk mengakhiri karier.
Sepanjang kariernya, Axelsen dikenal sebagai salah satu pemain paling dominan di era modern.
Ia mengoleksi dua medali emas Olimpiade, masing-masing di Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024, serta satu medali perunggu dari Olimpiade Rio 2016.
Tak hanya itu, Axelsen juga dua kali menjuarai Kejuaraan Dunia (2017 dan 2022), serta mencatatkan dominasi di ajang BWF World Tour Finals dengan tiga gelar beruntun pada 2021 hingga 2023.
Secara keseluruhan, ia mengoleksi lima gelar turnamen penutup musim tersebut, serta 10 gelar Super 1000—level tertinggi dalam rangkaian turnamen BWF.
Konsistensi menjadi salah satu kekuatan utama Axelsen.
Baca Juga: Penasaran Juara di Kandang, Jonatan Christie Jadikan Indonesia Open 2026 Target Utama
Ia tercatat menghabiskan lebih dari 100 pekan berturut-turut sebagai pemain nomor satu dunia, sebuah pencapaian yang hanya bisa dilampaui oleh legenda Malaysia, Lee Chong Wei, dalam total durasi.
Dengan tinggi badan mencapai 194 cm, Axelsen turut mengubah standar fisik dalam nomor tunggal putra.
Ia mengombinasikan kekuatan, jangkauan luas, dan kontrol taktik yang matang untuk mendominasi berbagai turnamen besar.
Gaya bermainnya bahkan disebut-sebut menantang pakem lama yang dibangun oleh legenda seperti Lin Dan.
Di luar lapangan, pengaruh Axelsen juga terasa luas. Ia dikenal fasih berbahasa Mandarin sebagai bentuk pendekatan dengan penggemar di Asia.
Setelah meraih emas Olimpiade pertamanya, ia juga memutuskan pindah ke Dubai untuk membangun basis latihan independen.
Dari sana, ia turut berkontribusi dalam pengembangan pemain muda dunia, termasuk Lakshya Sen dan Loh Kean Yew.
Merefleksikan kariernya, Axelsen menegaskan bahwa bulu tangkis bukan sekadar profesi, melainkan bagian dari hidupnya.
Baca Juga: PBSI Nilai Daya Saing Pebulu Tangkis Indonesia Meningkat, Meski Belum Raih Gelar di Tur Eropa 2026
“Sejak pertama kali memegang raket, saya bermimpi menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah memberikan segalanya untuk olahraga ini. Ini bukan hanya karier bagi saya, ini adalah hidup saya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun.
“Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan betapa berterima kasihnya saya kepada kalian semua. Dukungan dari seluruh dunia sangat berarti bagi saya,” ujar Axelsen.
Meski memutuskan gantung raket, Axelsen menegaskan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia bulu tangkis.
“Ini adalah perpisahan bagi Viktor Axelsen sebagai pemain, tetapi bukan berarti saya meninggalkan bulu tangkis selamanya. Saya telah memberikan segalanya, dan bulu tangkis telah memberikan segalanya kembali kepada saya," pungkasnya.
Keputusan ini menandai berakhirnya era salah satu pemain paling dominan dalam sejarah tunggal putra.
Namun, warisan dan pengaruh Viktor Axelsen diyakini akan terus hidup dalam perkembangan bulu tangkis dunia.
Baca Juga: Tiket Indonesia Open 2026 Mulai Rp40 Ribu, Ini Rincian Lengkapnya
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya