0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Spesial Thomas Cup Thomas-Uber Cup Uber Cup

    Thomas dan Uber Cup 2026: Shuttlecock Kencang Jadi Ujian Awal Indonesia di Horsens - Kompas TV

    7 min read

     

    Thomas dan Uber Cup 2026: Shuttlecock Kencang Jadi Ujian Awal Indonesia di Horsens

    Close Ads x

    Kompas.tv - 22 April 2026, 21:38 WIB

    thomas-dan-uber-cup-2026-shuttlecock-kencang-jadi-ujian-awal-indonesia-di-horsens

    Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose (kanan)/Febi Setianingrum (kiri), saat menjalani sesi latihan jelang Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Rabu (22/4/2026). (Sumber: ANTARA/HO-PBSI)

    HORSENS, KOMPAS.TV - Belum juga mulai bertanding di kejuaraan Thomas dan Uber Cup 2026, tim bulu tangkis Indonesia sudah mendapat “peringatan dini”. 

    Saat menjalani latihan resmi di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Rabu (22/4/2026), para pemain langsung dihadapkan pada karakter kok atau shuttlecock yang melaju lebih cepat dari biasanya—faktor teknis yang bisa menjadi penentu hasil pertandingan.

    Dengan waktu latihan yang terbatas, para atlet Indonesia tak punya banyak pilihan selain segera beradaptasi.

    Fokus utama diarahkan pada kontrol permainan menghadapi kecepatan shuttlecock serta penyesuaian terhadap kondisi arena yang dinilai berbeda dibandingkan turnamen internasional pada umumnya.

    Baca Juga: Simulasi Jadi Penutup TC, Tim Thomas & Uber Indonesia Siap Tempur di Horsens

    Pemain ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose, mengakui perubahan karakter bola langsung terasa sejak pertama kali mencoba lapangan.

    “Hari ini coba lapangan hanya sebentar, tapi langsung terasa bolanya agak kencang. Itu yang harus cepat kami adaptasi,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI.

    Berbeda dengan shuttlecock, faktor lain seperti pencahayaan dan arah angin, justru tidak menjadi kendala berarti. 

    Rekan Rachel, Febi Setianingrum, menyebut kondisi lapangan relatif normal.

    “Dari lapangan normal, tidak silau dan angin juga tidak terlalu ada,” kata Febi.

    Artinya, tantangan utama benar-benar terletak pada kecepatan shuttlecock yang berpotensi memengaruhi tempo permainan, terutama dalam reli cepat dan pengambilan keputusan di lapangan.

    Selain aspek teknis, karakter arena di Forum Horsens juga menjadi sorotan. Dengan kapasitas sekitar 4.000 penonton, venue ini tergolong kecil untuk ukuran turnamen besar. 

    Baca Juga: Mohammad Zaki Ubaidillah Antusias Sambut Debutnya di Thomas Cup 2026

    Namun, kondisi tersebut justru diprediksi menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih padat dan intens.

    Rachel menilai situasi ini bisa menjadi keuntungan bagi tim Indonesia. Dukungan suporter yang terasa lebih dekat diyakini dapat mendongkrak motivasi bertanding.

    “Arenanya kecil, jadi dukungan suporter bisa lebih terdengar dan itu bisa menambah motivasi kami,” ujarnya.

    Di sektor ganda putri, pasangan Rachel/Febi membawa dinamika tersendiri. Rachel kembali memperkuat tim Uber untuk kedua kalinya. Sementara Febi akan menjalani debut di ajang beregu paling prestisius tersebut.

    Meski berstatus debutan, Febi bukan tanpa pengalaman. Ia sebelumnya sudah tampil di kompetisi beregu dalam Kejuaraan Asia 2026. 

    Hal itu menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan pertandingan.

    “Walau ini pertama kali di Piala Uber, dia sudah pernah main di ajang beregu. Kami ingin hasil yang lebih baik,” kata Rachel.

    Baca Juga: Jadwal dan Line-up Skuad Tim Indonesia di Piala Thomas-Uber 2026

    Febi pun mengaku antusias menyambut kesempatan ini, meski tidak menampik adanya rasa tegang.

    “Senang dan excited bisa gabung tim Uber. Pasti ada tegang karena debut, tapi kekompakan tim bikin saya lebih yakin,” ujarnya.

    Tim Uber Indonesia tergabung di Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia. Persaingan diprediksi akan berlangsung ketat sejak laga pertama.

    Indonesia dijadwalkan menghadapi Kanada pada 25 April pukul 17.00 WIB, dilanjutkan melawan Australia pada 26 April pukul 23.30 WIB, sebelum menutup fase grup kontra Taiwan pada 28 April pukul 15.00 WIB.

    Di sektor tunggal putri, Indonesia mengandalkan Putri Kusuma Wardani yang tengah menunjukkan tren peningkatan performa. 

    Ia akan didukung Ester Nurumi Tri Wardoyo, Thalita Ramadhani Wiryawan, serta Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

    Sementara di sektor ganda, Indonesia memiliki banyak opsi rotasi pemain seperti Siti Fadia Silva Ramadhanti, Febriana Dwipuji Kusuma, Amallia Cahaya Pratiwi, Meilysa Trias Puspitasari, Rachel, dan Febi.

    Sementara itu, tim putra Indonesia juga menghadapi jadwal yang menuntut konsistensi sejak awal fase grup.

    Baca Juga: Jelang Thomas-Uber 2026, Ini Dominasi Indonesia dan China Sepanjang Sejarah

    Indonesia akan membuka laga melawan Aljazair pada 24 April pukul 23.30 WIB, yang menjadi peluang untuk mengamankan poin awal.

    Ujian sesungguhnya hadir saat menghadapi Thailand pada 26 April pukul 13.30 WIB, sebelum menutup fase grup melawan Prancis pada 28 April pukul 23.30 WIB.

    Di sektor tunggal, Indonesia masih bertumpu pada Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

    Keduanya akan didukung pemain muda seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah sebagai bagian dari regenerasi.

    Sektor ganda menjadi salah satu kekuatan utama, dengan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai tumpuan. 

    Kehadiran pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menambah kedalaman tim, sementara duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mulai diproyeksikan sebagai kekuatan masa depan.

    Dengan laju shuttlecock yang lebih cepat dan atmosfer arena yang khas, kemampuan adaptasi menjadi kunci bagi Indonesia. 

    Jika mampu menaklukkan tantangan teknis sejak awal, peluang Merah Putih untuk melangkah jauh di Thomas dan Uber Cup 2026 akan tetap terbuka lebar. 

    Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia yang Akan Berlaga di Thomas-Uber 2026, PBSI Ungkap Targetnya

    Sumber : Kompas TV/Antara

    Komentar
    Additional JS