0
News
    Home Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Spesial Thomas Cup Thomas-Uber Cup

    Thomas Cup 2026 - Senyum Lebar Popov Bersaudara di Atas Ironi 3 Tunggal Putra Indonesia - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Thomas Cup 2026 - Senyum Lebar Popov Bersaudara di Atas Ironi 3 Tunggal Putra Indonesia - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Rabu, 29 April 2026 | 16:00 WIB

    Toma Junior Popov dan Christo Popov berbangga setelah mengalahkan Indonesia pada fase grup Thomas Cup 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

    BOLASPORT.COM - Kekalahan Indonesia dari Prancis pada fase grup Thomas Cup 2026 meninggalkan kekecewaan besar di sektor tunggal putra.

    Sorotan besar tertuju pada sektor tunggal putra Indonesia setelah tak satupun memenangi partai dalam pertandingan melawan Prancis di fase Grup D.

    Taktik Prancis yang menugaskan dua tunggal putra andalan mereka, Toma Junior Popov dan Christo Popov bermain rangkap menjadi strategi jitu.

    Tiga partai tunggal putra membuat Les Bleus lebih diuntunhkan dan meredam kekuatan terbesar Indonesia di sektor ganda.

    Namun, lebih dari itu, hal yang jauh lebih disayanhkan dari sisi kacamata Indonesia, adalah kegagalan tiga pemain tunggal putra.

    Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbangkan angka. 

    Jonatan dan Alwi sangat disayangkan gagal bersinar di Thomas Cup tahun ini.

    Di dua pertandingan krusial mereka justru tidak berdaya.

    Jonatan kalah dari Christo Popov di partai pembuka.

    Baca Juga: Thomas Cup 2026 Jadi Sejarah Buruk Indonesia, Sabar/Reza Ungkap Penyebab Gagal Kalahkan Ganda Pelapis Prancis

    Ia takluk dua gim langsung dengan skor 19-21, 14-21. Kekalahan straight game juga diderita Alwi yang gagal tampil maksimal lagi ketika menemui lawan bebuyutannya sejak junior, Alex Lanier.

    Juara Indonesia Masters 2026 ini tumbang dengan skor 16-21, 19-21.

    Kekalahan paling menyesakkan dirasakan Anthony Ginting, yang lagi-lagi harus tertikung menyakitkan ketika menghadapi Toma Junior Popov yang bermain di partai ketiga.

    Keunggulan Ginting 12-8 pada gim penentu menguap ketika ia sempat terjatuh keras dan memegang kaki kirinya.

    Seketika itu momentum lepas dari Ginting, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Toma Popov yang percaya diri melakukan misi pengejaran hingga berbalik menang 20-22, 21-15, 22-20.

    Kegagalan tiga tunggal putra yang diandalkan Indonesia jelas menjadi luka menyayat bagi Indonesia, karena sektor yang dipenuhi nama tenar justru tampil mengecewakan.

    Ketika tiga tunggal putra Merah-Putih merana, Toma Junior Popov yang turut berperan besar dalam ketangguhan tim Prancis tersenyum bahagia.

    Lebih bahagia lagi karena penentu kemenangan ada di sektor ganda putra mereka yang justru tidak kuat. Eloi Adam/Leo Rossi mengalahkan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

    "Kami sangat bangga,” kata Toma Junior Popov dikutip Bolasport dari laman resmi BWF.

    “Leo dan Eloi menunjukkannya di lapangan ini. Mereka mampu melakukan hal-hal luar biasa. Mereka memenangkan medali perak di Kejuaraan Eropa di Horsens. Mungkin itulah mengapa tim menempatkan mereka untuk ganda putra ini," timpalnya tentang kemenangan di partai keempat.

    "Dan saya pikir kami telah melakukan tugas kami dengan baik, dan kami menunjukkannya."

    "Selamat kepada mereka, dan selamat kepada semua pemain tunggal putra (Prancis)," tandas Popov.

    Baca Juga: Thomas Cup 2026 - Tak Dapat Selamatkan Tiket 8 Besar saat Indonesia Diobok-obok Prancis, Sabar/Reza Minta Maaf

    Sementara itu, adiknya, Christo Popov, juga tersenyum.bahagia dan bangga dengan tim putra Prancis yang tahun ini juga menjadi Juara Beregu Eropa.

    Mengalahkan Indonesia menjadi suatu kehormatan besar bagi Prancis dalam sejarah Thomas Cup.

    "Jika Anda memberi tahu saya 2, 3, 4 tahun yang lalu bahwa kami mengalahkan Indonesia, itu seperti, siapa saja ya yang akan memenangkan poinnya?," kata Christo Popov.

    “Tapi ya, saya pikir hari ini kami benar-benar menunjukkan kemampuan kami sebagai sebuah tim. Saya pikir kami tidak hanya menang pertandingan demi pertandingan, tetapi kami menang sebagai sebuah tim hari ini."

    "Dan mereka yang bermain dan tidak bermain benar-benar bersemangat, dan saya pikir mereka juga memberi kami banyak energi."

    "Terutama pada momen-momen penting, seperti akhir partai pertama bagi saya dan pertandingan luar biasa Toma melawan Anthony Ginting. Bisa dibilang ini adalah pertandingan tim yang sangat besar, dan kami sangat bangga dan senang bisa memenangkannya bersama," tandas Popov.

    Kekalahan dari Prancis membuat Indonesia berakhir di peringkat ketiga klasemen akhir Grup D Thomas Cup 2026, sehingga gagal lolos ke perempat final.

    Adapun Prancis lolos sebagai runner-up Grup D, membersamai Thailand yang keluar sebagai juara grup.

    Undian perempat final Thomas Cup 2026 baru akan berlangsung setelah semua laga fase grup selesai.

    Komentar
    Additional JS