0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured Media Malaysia Spesial Thomas Cup Thomas-Uber Cup

    Thomas Cup 2026 - Pilu Indonesia saat Dihancurkan Prancis dan Gagal Lolos Perempat Final Disorot Media Malaysia - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Thomas Cup 2026 - Pilu Indonesia saat Dihancurkan Prancis dan Gagal Lolos Perempat Final Disorot Media Malaysia - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Rabu, 29 April 2026 | 13:27 WIB


    Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, pada laga terakhir grup Thomas Cup 2026 melawan Prancis di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Kekalahan memilukan tim bulu tangkis Indonesia dari Prancis pada ajang Thomas Cup 2026 mengundang sorotan dari salah satu media Malaysia.

    Tim Merah Putih harus menerima kenyataan pahit tatkala menjalani laga terakhir penyisihan Grup D Thomas Cup 2026 melawan Prancis, Selasa (28/4/2026).

    Dalam pertandingan yang digelar di Forum Horsens, Horsens, Denmark tersebut, Jonatan Christie dkk harus kalah dengan skor telak 1-4.

    Melalui kekalahan ini, Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak perempat final dan harus tersisih dari ajang beregu putra paling bergengsi di dunia itu.

    Kegagalan dalam lolos dari babak penyisihan ini jelas menjadi catatan suram bagi Indonesia yang telah menjuarai ajang ini sebanyak 14 kali.

    Untuk jalannya pertandingan, pasukan yang diturunkan cukup kesulitan dalam meredam kekuatan Prancis sejak partai pertama.

    Diawali dari Jonatan Christie, poin melayang setelah dia tidak mampu membendung permainan solid Christo Popov dua gim langsung 19-21, 14-21 dalam tempo 55 menit.

    Situasi belum membaik pada partai kedua yang masih mempertandingkan nomor tunggal putra, di mana Alwi Farhan tak bisa berbuat banyak.

    Menghadapi rival semasa juniornya, Alex Lanier, pemain peringkat ke-14 dunia itu tumbang dalam waktu 53 menit dengan skor 16-21, 19-21.

    Baca Juga: Indonesia Gagal di Thomas Cup 2026 hingga Fajar/Fikri Tanding sambil Tahan Air Mata, Pundit Denmark Yakin Ada yang akan Dipecat

    Harapan untuk meraih kemenangan pupus usai perjuangan hebat dari Anthony Sinisuka Ginting dalam meladeni perlawanan Toma Junior Popov urung berbuah manis.

    Bertanding penuh 3 gim, pemain jebolan SGS PLN itu kalah di tangan Popov dengan skor 22-20, 15-21, 20-22 dalam tempo 85 menit.

    Pukulan bagi tim Garuda terjadi para partai keempat saat Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dibungkam duet peringkat ke-52 dunia.

    Adalah Eloi Adam/Leo Rossi yang berhasil menang atas ganda putra peringkat ke-9 dunia itu dua gim langsung 19-21, 19-21 dalam waktu 43 menit.

    Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya amunisi yang berhasil meraih kemenangan dalam laga ini.

    Pasangan peringkat ketiga dunia itu tampil solid dalam laga rubber game untuk menghajar Popov/Popov 21-18, 19-21, 21-11.

    Tak ayal, kekalahan mengejutkan yang diterima Indonesia pada Thomas Cup 2026 ini mengundang perhatian, salah satunya media Malaysia NewStraitsTimes atau NST.

    Melalui sebuah artikelnya, NST menyebut Prancis telah mengukir kejutan besar pada Thomas Cup 2026 dengan menyingkirkan Indonesia sebagai salah satu tim yang sangat berprestasi.

    "Prancis menyingkirkan juara 14 kali Indonesia dari Thomas Cup 2026 dengan kemenangan mengejutkan 4-1 dalam pertandingan terakhir Grup D mereka di Horsens, Denmark, pada hari Selasa."

    "Membutuhkan hasil yang kuat untuk tetap bersaing, Prancis tampil gemilang dengan menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam turnamen ini."

    "Kemenangan ini mampu menyingkirkan salah satu negara paling berprestasi di dunia bulu tangkis," tulis NST.

    Dengan hasil ini, Prancis melaju ke babak perempat final Thomas Cup 2026 sebagai perwakilan Grup D bersama Thailand.

    Baca Juga: Thomas Cup 2026 - Tak Dapat Selamatkan Tiket 8 Besar saat Indonesia Diobok-obok Prancis, Sabar/Reza Minta Maaf

    Komentar
    Additional JS