Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh - tvOneNews
tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan di Asia Tenggara, kali ini bukan karena performa tim nasional, melainkan dampak dari perkembangan kompetisi domestik yang dinilai tertinggal.
Media Vietnam, Soha, secara terbuka menyoroti posisi sepak bola Indonesia yang dianggap kalah jauh dari Vietnam dalam hal kualitas liga.
Dalam laporannya, mereka bahkan menyebut Vietnam kini sudah melampaui China dan meninggalkan Indonesia serta Malaysia.
- Dok. AFC
"Vietnam melampaui China, meninggalkan Indonesia dan Malaysia jauh di belakang dalam peringkat dunia," tulis media Vietnam, Soha, dalam tajuk laporannya.
Sorotan ini muncul setelah situs statistik sepak bola Opta merilis pembaruan peringkat liga-liga dunia.
Penilaian tersebut didasarkan pada performa klub di kompetisi internasional, baik di level regional maupun kontinental.
Hasilnya cukup mengejutkan. V.League—kompetisi kasta tertinggi Vietnam—berhasil naik ke posisi 117 dunia.
Di level Asia, mereka menempati peringkat ke-14, sementara di kawasan Asia Tenggara hanya kalah dari Liga Thailand.
Sebaliknya, Liga 1 Indonesia harus puas berada di posisi 155 dunia, tertinggal cukup jauh. Bahkan, menurut Soha, jarak ini menunjukkan perbedaan kualitas yang semakin melebar dalam beberapa tahun terakhir.
- Instagram @persib/@persija
"Saat ini, V.League berada di peringkat di atas Liga Super Tiongkok (peringkat 119 dunia) dan jauh di depan Liga Super Indonesia (peringkat 155) dan Liga Super Malaysia (peringkat 173)," jelas Soha.
Media Vietnam itu juga menegaskan bahwa keberhasilan V.League tidak datang secara instan. Mereka menyebut konsistensi klub-klub Vietnam di kompetisi Asia sebagai faktor utama.
"Klub-klub V.League juga menunjukkan tekad yang lebih besar dan investasi yang kuat saat berpartisipasi dalam turnamen regional dan kontinental," lanjutnya.
Pada musim 2025/2026, klub CAHN FC berhasil melaju hingga babak 16 besar Piala AFC. Sementara itu, Nam Dinh FC bahkan mencatatkan prestasi lebih tinggi dengan menembus semifinal Liga Champions AFC.
Tak hanya itu, musim sebelumnya CAHN FC juga sempat mencapai final Liga Champions AFC, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Buriram United lewat adu penalti.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa klub Vietnam kini semakin kompetitif di level Asia.
Soha juga menilai investasi yang lebih serius serta semangat bersaing yang tinggi menjadi kunci kemajuan tersebut.
Menariknya, laporan Opta juga menunjukkan bahwa kekuatan V.League tidak hanya bertumpu pada satu atau dua klub saja.
Secara keseluruhan, kualitas liga Vietnam dinilai lebih merata dibandingkan beberapa kompetitor, termasuk Liga China.
Sementara itu, jika melihat peta kekuatan Asia, Liga Jepang (J1 League) masih menjadi yang terdepan berkat profesionalisme dan sistem kompetisi yang matang.
Namun, Liga Arab Saudi mulai memberikan tekanan besar setelah mendatangkan banyak bintang dunia.
Lantas, bagaimana dampaknya bagi Timnas Indonesia?
Kondisi ini tentu menjadi sorotan serius. Kualitas liga domestik memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pemain lokal yang menjadi tulang punggung tim nasional.
Jika Liga 1 Indonesia (Super League) terus tertinggal, maka bukan tidak mungkin Timnas Indonesia juga akan kesulitan bersaing secara konsisten di level Asia Tenggara, apalagi di kancah yang lebih tinggi. (asl)