Skor PSG Vs Bayern Harusnya 9-9 atau 14-14, Legenda Man United Kritik Lini Belakang Compang-camping - Semua Halaman - Bolasport
Skor PSG Vs Bayern Harusnya 9-9 atau 14-14, Legenda Man United Kritik Lini Belakang Compang-camping - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Tidak semua pihak terpukau dengan pertandingan sengit antara PSG versus Bayern Muenchen di Liga Champions.
Kedua tim mementaskan pertarungan epik pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Selasa (28/4/2026) malam waktu setempat.
Tuan rumah PSG berhasil memenangi drama sembilan gol atas Bayern Muenchen dengan skor akhir 5-4.
Puja-puji mengalir bagi kedua tim yang dianggap memeragakan salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah kompetisi.
Faktanya, laga ini memecahkan rekor sebagai partai yang melahirkan jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan semifinal Liga Champions.
Pandit sepak bola Jerman, Mats Hummels dan Christoph Kramer, ikut terbius dengan aksi kejar-kejaran skor yang terjadi di Paris.
Saking tingginya level permainan PSG dan Bayern, dua mantan pesepak bola top Die Mannschaft itu menilai seharusnya kedua tim bisa mencetak lebih banyak gol.
"Saya tak pernah mengalami hal seperti ini. Laga tersebut bisa saja berakhir dengan skor 9-9," ucap Kramer kepada Sky.
"Saya tidak pernah menyaksikan pertandingan seperti ini dengan begitu banyaknya serangan balik tajam dan peluang yang ada."
"Lima atau enam operan keliru dari kedua tim memungkinkan seseorang berlari ke depan gawang sendirian."
"Kemudian kita hampir melihat skor 14-14. Saya akan berhenti menghitungnya," kata personel timnas Jerman saat juara Piala Dunia 2014.
Mats Hummels, mantan bek Bayern Muenchen dan Dortmund yang juga bagian skuad keemasan Jerman di Piala Dunia 2014, ikut terpukau.
Baca Juga: PSG Vs Bayern Hasilkan Tsunami 9 Gol, Bikin Kesal Vincent Kompany
"Sungguh gila. Setelah skor 5-2 (untuk PSG), Anda mendapat firasat bahwa itu akan menjadi serangan besar-besaran ke gawang Bayern," ucapnya.
"Itulah mengapa sangat mengesankan bahwa mereka masih mampu mendapatkan hasil yang cukup baik (kalah 4-5)," tutur Hummels.
Di balik pemecahan rekor dan label salah satu pertandingan paling epik di Liga Champions, duel PSG vs Bayern justru meninggalkan catatan negatif pada sisi yang lain.
Mantan mesin gol Man United, Wayne Rooney, mencium buruknya kemampuan bertahan kedua tim sebagai penyebab banjir gol di Paris.
Ia menyoroti tidak seharusnya pertahanan klub elite seperti mereka compang-camping dengan membiarkan empat gol atau lebih bersarang ke gawangnya.
Terlepas dari kemampuan para penyerang yang gacor, lemahnya koordinasi di lini belakang Paris dan Bayern pantas jadi sasaran kritik.
Wayne Rooney mengkritik pertahanan buruk PSG dan Bayern Muenchen hingga menyebabkan lahirnya 9 gol dalam bentrokan mereka di semifinal Liga Champions. (GLYN KIRK/AFP)
Bek Kekanak-kanakan
"Mustahil untuk bersikap positif tentang para pemain bertahan," kata Rooney dalam analisisnya pasca-pertandingan di Paris kepada Amazon Prime.
"Kedua tim memiliki begitu banyak kualitas sehingga mereka mungkin lupa cara bertahan seperti biasa."
"Akibatnya, kita melihat beberapa gol indah, tetapi ketika Anda bermain melawan penyerang top, terkadang Anda harus beradaptasi."
"Anda tidak lagi mendengar para bek berkomunikasi satu sama lain," tutur sang raja gol sepanjang masa Man United.
Rooney juga mengkritik keputusan pelatih PSG, Luis Enrique, yang terus bernafsu menyerang lawan saat timnya dalam kondisi unggul 5-2.
Karena melupakan pertahanan, Les Parisiens malah gagal mempertahankan margin sehingga kemasukan dua gol tambahan.
Bayern Muenchen berhasil mengikis defisit menjadi 4-5 dan membuat tugas mereka bangkit pada leg kedua tidak seberat ketinggalan tiga gol.
Baca Juga: Hasil Liga Champions - Tsunami Gol di Paris, PSG Hajar Bayern Muenchen dengan Penalti Kontroversial
"Dia (Enrique) adalah pelatih top, jadi dia hanya perlu mengatakan, 'mari kunci pertahanan dan semua pemain berdiri di belakang bola'," lanjut Rooney.
"Mereka (Bayern) malah mencetak lebih banyak gol. Kita melihat beberapa tindakan kekanak-kanakan dari para bek, hal yang gila untuk terjadi di level seperti ini," tambah pria 40 tahun.
Kritik Rooney didukung fakta bahwa meskipun menang, PSG untuk pertama kalinya kebobolan empat gol dalam satu pertandingan sejak Oktober 2023.
Adapun bagi Bayern, mereka harus memungut bola lima kali dari gawangnya untuk pertama kali sejak Desember 2023.
Kinerja kiper veteran Die Roten, Manuel Neuer, juga tidak banyak membantu. Tak seperti lazimnya, Neuer gagal mencatatkan satu pun penyelamatan sepanjang laga.
Dari lima tembakan ke gawang yang dia hadapi, semuanya berhasil melahirkan gol untuk Paris Saint-Germain.
Neuer pun membukukan rekor tak diinginkan sebagai kiper pertama dalam 16 musim terakhir yang gagal mencatatkan satu pun penyelamatan di partai fase gugur Liga Champions.
Sebaliknya kiper Paris, Matvey Safonov, hanya melakukan dua penyelamatan dari enam peluang on target yang dihadapi.