Sejarah Tercipta di Paris! PSG vs Bayern Munchen Dekati Rekor 13 Gol, Semifinal Liga Champions Paling Brutal Sepanjang Masa! - Jawa Pos
Sejarah Tercipta di Paris! PSG vs Bayern Munchen Dekati Rekor 13 Gol, Semifinal Liga Champions Paling Brutal Sepanjang Masa!
JawaPos.com — Sejarah benar-benar tercipta di Parc des Princes saat Paris Saint-Germain menghadapi Bayern Munchen dalam leg pertama semifinal Liga Champions. Laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan pertunjukan liar yang nyaris memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa.
Pertandingan berakhir dengan skor mencengangkan 5-4 untuk kemenangan PSG, membuat duel ini langsung masuk buku sejarah Liga Champions UEFA.
Total sembilan gol tercipta, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya di fase semifinal kompetisi elite Eropa tersebut.
“Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions! PSG dan FC Bayern München mencatat sejarah dalam pertandingan yang luar biasa,” begitu gambaran yang muncul dari duel panas tersebut.
Sejak menit awal, intensitas tinggi langsung terasa dan tak memberi ruang bagi kedua tim untuk bernapas.
Gol pertama lahir dari kaki Harry Kane pada menit ke-17 melalui titik penalti. Hadiah tersebut diberikan setelah pelanggaran yang dilakukan Willian Pacho terhadap Luis Diaz di kotak terlarang.
Namun keunggulan Bayern tak bertahan lama karena PSG langsung merespons cepat. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol indah lewat tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Manuel Neuer.
Momentum berbalik ke tuan rumah ketika Joao Neves mencetak gol kedua PSG melalui sundulan hasil sepak pojok. Skor berubah menjadi 2-1 dan membuat publik Paris semakin bergemuruh.
Bayern tidak tinggal diam dan kembali menyamakan kedudukan lewat aksi Michael Olise pada menit ke-41. Laga semakin panas karena kedua tim saling jual beli serangan tanpa henti.
Saat babak pertama hampir berakhir, drama kembali terjadi melalui intervensi VAR yang menghasilkan penalti untuk PSG. Ousmane Dembele yang menjadi eksekutor sukses membawa PSG unggul 3-2 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap menggila dengan intensitas tinggi. Kvaratskhelia kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa PSG menjauh menjadi 4-2.
Tak berhenti di situ, Dembele tampil luar biasa dengan menambah gol lagi untuk memperlebar keunggulan menjadi 5-2. Penampilannya membuat lini pertahanan Bayern benar-benar kewalahan sepanjang pertandingan.
Meski tertinggal tiga gol, Bayern menunjukkan mental juara mereka. Dayot Upamecano memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5 pada menit ke-65.
Hanya berselang beberapa menit, Luis Diaz kembali mencetak gol dan membuat skor menjadi 5-4.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol kesembilan dalam pertandingan, mempertegas status laga ini sebagai semifinal paling produktif dalam sejarah Liga Champions.
“PSG dan FC Bayern menyuguhkan pertunjukan yang sangat memukau,” menjadi kalimat yang tepat menggambarkan jalannya laga. Kedua tim tampil tanpa kompromi dan terus menyerang hingga peluit akhir berbunyi.
Pakar sepak bola Christoph Kramer bahkan tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
“Saya benar-benar belum pernah melihat pertandingan seperti ini seumur hidup saya. Dengan begitu banyak ruang terbuka hingga akhir, skornya bisa saja berakhir 9-9,” ujarnya.
Hasil ini membuat PSG hanya unggul tipis menjelang leg kedua yang akan digelar di markas Bayern. Situasi masih sangat terbuka karena selisih satu gol jelas belum aman di level kompetisi seperti ini.
Menariknya, laga ini berpotensi memecahkan rekor total gol semifinal Liga Champions sepanjang sejarah. Saat ini, rekor masih dipegang dua pertandingan dengan total 13 gol.
Salah satunya terjadi pada musim 2017/2018 saat Liverpool menghadapi AS Roma. Saat itu, total 13 gol tercipta dari dua leg yang berlangsung dramatis.
Rekor serupa juga terjadi pada duel Barcelona melawan Inter Milan yang juga menghasilkan total 13 gol. Kedua pertandingan tersebut kini terancam oleh kegilaan PSG kontra Bayern.
Untuk memecahkan rekor tersebut, dibutuhkan setidaknya lima gol lagi di leg kedua nanti. Melihat gaya bermain kedua tim yang sama-sama ofensif, bukan tidak mungkin sejarah baru kembali tercipta.
Leg kedua dipastikan akan berlangsung lebih panas dan penuh tekanan. Pemenang dari duel ini akan melangkah ke final dan menghadapi salah satu dari Arsenal atau Atletico Madrid.
Kini, dunia menunggu apakah PSG dan Bayern mampu kembali menghadirkan laga spektakuler lainnya. Jika iya, maka semifinal ini akan dikenang sebagai yang paling gila sepanjang sejarah Liga Champions.