0
News
    Home Berita Featured Kylian Mbappe Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Perancis

    Respons Federasi Prancis soal Tantangan dari Timnas Indonesia, Ada Syarat Berat Jika Ingin Duel Lawan Mbappe Cs - VIVA

    4 min read

     

    Respons Federasi Prancis soal Tantangan dari Timnas Indonesia, Ada Syarat Berat Jika Ingin Duel Lawan Mbappe Cs

    VIVA – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) merespons wacana laga uji coba antara Timnas Indonesia dan Prancis pada FIFA Matchday Juni 2026. Meski membuka peluang terjadinya pertandingan tersebut, FFF menegaskan bahwa realisasinya tidak akan mudah karena padatnya kalender internasional tim nasional mereka.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan keinginan membawa skuad Garuda menghadapi lawan elite dunia sebagai bagian dari peningkatan level kompetitif tim nasional. Setelah sukses mendatangkan Argentina pada 2023, kini nama Prancis masuk dalam daftar target berikutnya.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Namun, Federasi Prancis menegaskan bahwa mewujudkan pertandingan tersebut bukan perkara sederhana.

    Perwakilan FFF, Ludovic Debru, menyebut pembicaraan mengenai laga persahabatan antarnegara memang lazim dilakukan antarfederasi. Meski begitu, padatnya kalender internasional menjadi hambatan utama.

    “Ini pertanyaan yang lazim. Kalender internasional memang sangat teratur dan tidak mudah diatur,” ujar Debru kepada awak media dikutip tvOnenews.

    Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa peluang duel Indonesia kontra Prancis tetap ada, tetapi membutuhkan proses negosiasi panjang serta penyesuaian agenda kedua federasi.

    Prancis sendiri merupakan salah satu tim nasional dengan jadwal paling padat di dunia. Selain disibukkan agenda FIFA Matchday reguler, Les Bleus juga rutin tampil di turnamen besar seperti Piala Dunia, Piala Eropa, hingga UEFA Nations League. Situasi itu membuat slot laga uji coba mereka sangat terbatas.

    Menariknya, FFF justru memberi sinyal bahwa kerja sama dengan Indonesia lebih realistis dimulai dari level junior. Debru menyebut pertandingan antara tim kelompok usia muda seperti U-17 atau U-20 bisa menjadi langkah awal sebelum membicarakan duel di level senior.

    “Namun salah satu cara terbaik adalah melalui tim-tim usia muda. Mereka perlu lebih banyak bermain dan bersaing,” kata Debru.

    Menurutnya, pengalaman kompetitif di level junior menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim nasional masa depan. Hal itu pula yang selama ini menjadi salah satu kunci sukses Prancis melahirkan banyak pemain bintang dunia.

    “Kompetisi bukan segalanya, tapi kita belajar banyak dari sana. Ada saatnya mereka perlu bersaing,” lanjutnya.

    Debru menambahkan, pengembangan sepak bola putra maupun putri sama-sama membutuhkan frekuensi pertandingan kompetitif yang cukup.

    “Untuk memiliki tim nasional masa depan baik putri maupun putra mereka harus berkompetisi. Jadi menurut saya, keduanya sama-sama sangat penting,” tegasnya.

    Dari pihak Indonesia, Erick Thohir tetap menunjukkan optimisme. Ia menilai komunikasi antara PSSI dan FFF berjalan positif, dan peluang kolaborasi di berbagai level masih terbuka lebar.

    “Untuk uji coba melawan Prancis, baik di level senior maupun usia muda, peluang itu pasti terbuka. Pada dasarnya, jika ada pertandingan yang bisa kami selenggarakan antara sepak bola Prancis dan PSSI untuk tim nasional kami, kami akan terus mendorongnya ke depan,” ujar Erick, Rabu 15 April 2026.

    Meski demikian, Erick tak ingin terburu-buru. Ia memahami laga melawan tim sekelas Prancis harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi teknis maupun momentum.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Sebagai catatan, pengalaman menghadapi Argentina pada FIFA Matchday Juni 2023 menjadi bukti bahwa pertandingan melawan tim elite dunia memberikan dampak besar bagi perkembangan Timnas Indonesia. Saat itu, meski kalah, skuad Garuda mendapatkan pelajaran penting dari sisi kualitas permainan, tempo, hingga mental bertanding.

    Meski belum ada kepastian resmi, sinyal dari Federasi Prancis menunjukkan bahwa pintu belum tertutup. Hanya saja, publik tampaknya harus bersabar karena jika duel itu benar terjadi, kemungkinan besar jalannya akan dimulai dari level usia muda sebelum menuju panggung utama di tim senior.


    Komentar
    Additional JS