0
News
    Home Berita Featured Jay Idzes Sassuolo Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Pengamat Nilai Jay Idzes Konsisten di Sassuolo, Kans Dilirik Klub Besar, - Kompas

    8 min read

     

    Pengamat Nilai Jay Idzes Konsisten di Sassuolo, Kans Dilirik Klub Besar

    KOMPAS.com - Penampilan dua pemain timnas Indonesia di kompetisi elite Eropa kembali menjadi sorotan.

    Dalam lanjutan Serie A pekan ke-31, Jay Idzes dan Emil Audero menjalani laga dengan cerita yang berbeda.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Satu diwarnai kesalahan krusial namun berujung manis, sementara yang lain tampil gemilang meski timnya terpuruk.

    Baca juga: Inter Milan Prioritaskan Tandem Jay Idzes untuk Perkuat Lini Belakang

    Kiprah kedua pemain ini di panggung elite sepak bola Italia jelas memberikan harapan bagi sepak bola Indonesia.

    Momen Bus Ratchaburi Dikawal Ketat Polisi Usai Singkirkan Persib

    Jay Idzes Picu Penalti

    Bersama U.S. Sassuolo Calcio, Jay Idzes kembali dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi Cagliari, Sabtu (4/4/2026) lalu.

    Dalam laga ini, Jay Idzes melakukan handball di dalam kotak penalti yang berujung hukuman bagi tim.

    Ini bukan kali pertama, karena sebelumnya ia juga melakukan kesalahan serupa saat menghadapi Juventus. Meski begitu, situasi kali ini berakhir berbeda lantaran penalti sukses dikonversi lawan.

    “Untuk Jay Idzes meskipun dia tampil biasa-biasa saja dan melakukan kecerobohan yaitu handball yang menyebabkan penalti, beruntung timnya bisa mengembalikan kedudukan 2-1 jadi comeback,” ujar pengamat sepak bola nasional Haris Pardede kepada KOMPAS.com.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Media Italia Kritik Pedas Jay Idzes Usai Hadiahi Cagliari Penalti

    Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga mempertegas posisi mereka untuk tetap bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia musim depan.

    Di balik insiden tersebut, Haris Pardede melihat satu hal yang lebih penting yaitu konsistensi.

    “Intinya Jay tampil secara umum konsisten musim ini dan bukan tidak mungkin akan dilirik klub-klub yang lebih besar dari Sassuolo musim depan,” imbuhnya.

    Baca juga: Hasil Mallorca Vs Barcelona: Lamine Yamal Kembali, Barca Pesta 5 Gol

    Penilaian itu memperlihatkan bahwa satu kesalahan tidak serta-merta menghapus kontribusi sepanjang musim. Jay Idzes dinilai tetap menunjukkan perkembangan sebagai bek modern yang tangguh.

    Audero Tangguh di Bawah Tekanan

    Sementara itu di pertandingan lain, U.S. Cremonese harus mengakui keunggulan Bologna dengan skor 1-2.

    Namun, di balik kekalahan itu, sosok penjaga gawang Emil Audero justru tampil menonjol.

    Baca juga: Kata-kata Paulo Fonseca Usai Milan Hancurkan Sassuolo 6-1

    Pada periode awal laga, gawangnya sudah dua kali kebobolan. Situasi itu membuat tekanan semakin besar.

    Namun, ia merespons dengan serangkaian penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih buruk.

    Audero menggagalkan sejumlah peluang emas, mulai dari tembakan jarak dekat hingga sundulan berbahaya.

    Baca juga: Kata Herdman Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Tim Paling Adaptif di Asia

    Ketangguhannya di bawah mistar menjaga Cremonese tetap bertahan dalam pertandingan.

    Haris Pardede melihat performa Audero secara individu tetap berada di level tinggi.

    “Sementara untuk Emil ironis, di awal musim kita tahu penampilannya sangat menjanjikan. Secara penampilan individu bagus, salah satu penjaga gawang yang melakukan banyak save di Serie A,” tutur pengamat yang biasa disapa Bung Harpa itu.

    Namun, performa individu tidak selalu sejalan dengan hasil tim yang masih berada di papan bawah dan berjuang keluar dari ancaman degradasi.

    Baca juga: Rating Emil Audero di Laga Cremonese Vs Bologna, Relatif Solid

    Situasi yang dihadapi Emil Audero menjadi lebih kompleks karena statusnya sebagai pemain pinjaman.

    Ia masih berpeluang kembali ke klub asalnya, Como 1907 yang disebut-sebut tengah bersiap menghadapi kompetisi Eropa musim depan.

    “Yang menarik itu menantikan nasibnya di akhir musim karena dia statusnya tetap milik Como. Kemungkinan besar mereka akan banyak bermain di Eropa, mungkin dia akan jadi wakil Jean Butez penjaga gawang utama atau dipinjamkan lagi,” sambungnya.

    Baca juga: Pengamat Terkejut oleh Gaya Bulgaria, Timnas Indonesia Minim Peluang

    Menurutnya, masa depan penjaga gawang kelahiran Mataram itu masih terbuka lebar.

    Performa individunya yang solid bisa menjadi modal penting, baik untuk bertahan di level tertinggi maupun mencari tantangan baru.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS