0
News
    Home Berita Featured Spesial Stadion Sudiang

    Pembangunan Stadion Sudiang Masuk Tahap Fondasi, Target 65 Persen Rampung 2026 - Rakyat Sulsel

    4 min read

     

    Pembangunan Stadion Sudiang Masuk Tahap Fondasi, Target 65 Persen Rampung 2026


    Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan.

    MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Pembangunan fisik Stadion Sudiang sudah dimulai. Kini, progresnya dalam tahap pembangunan pondasi bangunan stadion.

    Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan memaparkan bahwa saat ini pembangunan di tahap pengerjaan pondasi tapak. Ini berarti bahwa pembangunan fisiknya sudah berlangsung.

    Proyek Stadion Sudiang merupakan proyek dengan skema penganggaran multiyears atau tahun jamak 2025-2027. Ia menargetkan tahun ini 65 persen pembangunan terealisasi.

    "Alhamdulillah sampai saat ini pembangunan masih lancar. Target kami sih minimal 65 persen untuk tahun ini," ujarnya, Senin, (6/4/2026).

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus melanjutkan persiapan pembangunan fasilitas olahraga yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur olahraga di daerah.

    Saat ini, proses awal pembangunan telah memasuki tahap pemerataan lahan. Tahapan ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum dimulainya pembangunan fisik venue olahraga tersebut.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Suherman, mengatakan pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh kontraktor pemenang tender.

    “Pemerataan lahan merupakan bagian dari tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai,” ujarnya.

    Tahapan PCM dan MC-0 telah dilewati pada Januari lalu. PCM atau Pre-Construction Meeting (PCM) merupakan pertemuan awal yang dilaksanakan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Tujuannya untuk menyamakan persepsi semua pihak terkait dengan kesiapan proyek, strategi pelaksanaan, spesifikasi teknis dan kepatuhan aturan.

    Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak baik kementerian hingga ke pihak kontraktor. Beberapa hal dibahas seperti struktur organisasi proyek, penyesuaian kontrak dan anggaran, administrasi dan rencana mutu kontrak. Pengawasan dan prosedur inspeksi, penetapan izin kerja dan metode pelaksanaan, hingga identifikasi kendala proyek.

    Sementara MC-0 atau Mutual Check 0 merupakan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga, kontraktor mendapatkan volume aktual sesuai dengan kondisi riil pekerjaan. Hasil dari perhitungan tersebut akan dituangkan dalam sebuah laporan kerja yang dinamakan laporan mutual cek awal.

    Pada tahapan awal MC-0, pihak surveyor akan melakukan koordinasi dan mempelajari gambar rencana kerja. Selanjutnya, mereka akan menetapkan jadwal pelaksanaan survey.

    Survey lapangan ini berguna untuk mengetahui dan membandingkan kondisi lapangan dengan desain rencana kerja. Hasil survey merupakan kesepakatan dalam pembuatan gambar kerja sesuai perubahan untuk addendum kontrak. Semua uraian pekerjaan tercantum di dalam dokumen kontrak. Di antaranya identitas proyek, nama paket pekerjaan, koordinat lokasi pekerjaan, stasiun dan kilometer, peta lokasi sampai dengan nama pihak-pihak atau instansi terkait proyek.

    PT Waskita Karya adalah pemenang tender Stadion Sudiang dengan harga penawaran Rp637.155.613.120. PT Waskita Karya beralamat di Jl. MT. Haryono Kav.10 Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

    Sementara itu, lelang manajemen konstruksi dimenangkan PT Kogas Driyap Konsultan dengan harga penawaran Rp 8.278.028.130. PT Kogas Driyap Konsultan berkantor di Graha Simatupang Tower 2B lantai 2, Jl.TB.Simatupang Kav.38 Rt.004 Rw.008 Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan 15 hektar di kawasan GOR Sudiang, terdiri dari 7 hektar bangunan stadion dan sisanya untuk fasilitas penunjang lainnya. Kapasitas 27 ribu penonton disiapkan dengan kursi single seat. KemenPU menyiapkan Pagu Anggaran sebesar Rp674.952.980.000 atau Rp674,9 miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi tahun 2025 sebesar Rp. 96.042.246.000.

    Kemudian tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp. 454.982.115.000. Sementara alokasi tahun 2027 sebesar Rp. 123.928.619.000. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 540 hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan serah terima pertama. (nabilah/B)


    Komentar
    Additional JS